Home / Headline / Terbukti Narkoba, 6 Prajurit Kodam Sriwijaya Dipecat

Terbukti Narkoba, 6 Prajurit Kodam Sriwijaya Dipecat

12

Enam prajurit Kodam II Sriwijaya resmi dipecat dalam persidangan Jumat (15/4) bertempat di Ruang Sidang Gedung Sudirman Makodam II Sriwijaya

Palembang, BP
    Percepatan sidang khusus terhadap enam oknum prajurit Kodam II Sriwijaya yang terlibat kasus narkoba pada hari terakhir kembali digelar, Jumat (15/4),  bertempat di Ruang Sidang Gedung Sudirman Makodam II Sriwijaya .

    Dalam sidang putusan yang diberikan oleh Pengadilan Militer I – 04 Palembang, Majelis Hakim  yang dipimpim oleh Hakim Ketua Letkol CHK Syaiful Ma’rif, SH, hakim anggota 1 Mayor SUS Jonarku,SH, MH, Mayor CHK Abdul Halim, SH, panitera Kapt CHK Paija, SH. Oditur Mayor CHK Sri Amansyah, SH memberikan keputusan yang sama kepada keenam oknum prajurit Kodam II  Sriwijaya berupa hukuman tambahan dipecat dari dinas tentara.
Prajurit yang pecat tersebut Praka Dirga Rahmat dari Rindam II/Sriwijaya  dengan pasal/kualifikasi tindak pidana yang didakwakan tuduhan pemilik Senpi tanpa izin Pasal 1 ayat (1) UU RI Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api dan Pasal 114 jo 116 jo 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Kemudian Serka Pilatus Hendro dari Rindam II/Sriwijaya. Adapun pasal/kualifikasi tindak pidana yang didakwakan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Serda Supangat dari Rindam II/Sriwijaya. Adapun pasal/kualifikasi tindak pidana yang didakwakan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Prada Wilson dari Yonif 144/JY didakwakan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Sertu Syahrial Rusbi dari Yonif 141/AYJP didakwakan Pasal 114 jo 112 ayat (1) 132 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Koptu Agus Prasojo 0418 Palembang didakwakan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Persidangan pertama dimulai dengan Serda Supangat, yang selama ini menjadi anggota Rindam  II Sriwijaya, Majelis Hakim menjatuhkan pidana satu tahun penjara dan hukuman tambahan dipecat dari dinas militer. Termasuk, Koptu Agus Prasojo, juga  divonis sama dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan dipecat dari  dinas militer.
    Selanjutnya, Praka Dirja Rahmad, juga anggota Rindam II Sriwijaya, divonis enam  tahun penjara, dengan denda 1 miliar dan subsider kurungan penjara tiga  bulan serta hukuman tambahan dipecat dari dinas militer.
Dirja didakwa  melakukan tindak pidana Kesatu ; menyimpan, memiliki senpi, Pasal 1 UU No. 12 Darurat Tahun1951 tentang Senpi dan Handak, kedua; menjual  narkotika, menjadi perantara, Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Th. 2009  tentang Narkotika. Ketiga ; Pengguna Narkotika, Pasal 127 Ayat (1) huruf  a UU RI No. 35 Th. 2009 tentang Narkotika.
    Di persidangan berikutnya giliran Pratu Wilson, anggota yang berasal  dari satuan Yonif 141/AYJP, dalam putusannya, Majelis Hakim menvonis Wilson penjara satu tahun 2 bulan dan hukuman tambahan juga dipecat  dari dinas militer.
    Sementara, Serka Paulus Pilantus Hendro, anggota Rindam II Sriwijaya, Majelis  Hakim memutuskan yang bersangkutan divonis dengan hukuman satu tahun  penjara dan hukuman tambahan dipecat dari militer.
Sedangkan  untuk Kopda Abdul Manan, anggota Kodim Bengkulu Utara juga  mengalami nasib yang sama. Abdul manan divonis dengan dakwaan yang sama  untuk kasus narkotika, dengan hukuman penjara satu tahun enam bulan dan  dipecat dari dinas keprajuritan
    Secara umum, keenam terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar hukum  terutama pasal 127 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Pangdam II Sriwijaya  Mayjen TNI Purwadi Mukson, S.I.P mengatakan bahwa anggota yang terlibat dan disidangkan sekarang ini memang benar-benar terlibat Narkoba. “Resikonya cukup berat, yaitu dia harus dipecat dari dinas tentara”, terang Pangdam II Sriwijaya .
Komitmen jelas, pengguna, pengedar ringan atau pengedar berat, resikonya sama, yang membedakan hanya hukumannya, tapi hukuman tambahan tetap keluar dari dinas tentara”, tegasnya.
 Pangdam II Sriwijaya juga menjelaskan bahwa percepatan sidang khusus narkoba yang dilakukan Kodam II Sriwijaya  adalah bentuk komitmen TNI AD khususnya Kodam IISriwijaya  dalam mensiasati dan mensikapi perintah dari pimpinan TNI maupun Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), bahwa prajurit TNI AD lakukan bersih-bersih dari kegiatan terindikasi narkoba.
 Dikatakan Pangdam, hasil sidang ini juga, adalah hasil proses yang dilakukan baik melalui tes urine secara mendadak, maupun juga kasus-kasus lama dari 2014-2016, juga melalui pendalaman dan hasil penyelidikan dilapangan yang dilakukan secara terkoordinir antara aparat Kodam II Sriwijaya, BNN dan Kepolisian.
Pangdam juga menjelaskan bahwa, tentara adalah personel-personel yang terlatih. Terlatih secara fisik, terlatih secara mental dan dipersenjatai. Sehingga menjadi resiko besar kalau tentara juga mengkonsumsi hal-hal seperti itu. ”Sehingga tidak ada alternatif lain, saya selaku Pangdam II Sriwijaya sudah tegas. Siapapun yang terlibat akan kita keluarkan”, tegas Mayjen Purwadi.
 Bagi anggota prajurit yang tinggal di asrama, manakala ada yang terlibat baik keluarganya, anaknya atau saudaranya yang menjadi tanggungjawabnya. “Bila dan tinggal diasrama maka konsekuensinya dia harus angkat kaki dari asrama”, ujarnya.
        Walaupun kegiatan bersih-bersih sampai batas Juni sudah selesai, tapi tingkat kewaspadaan dan penyelidikan terkait hal-hal itu terus kita lakukan. “Narkoba adalah bahaya laten selain terorisme. Sementara kita sebagai salah satu garda terdepan didalam rangka pertahanan Negara, kita harus bersih”, katanya.
“Makanya langkah ini kita lakukan kedalam dahulu. Bersih dulu baru kita eksen keluar”,  kata Jenderal Bintang Dua ini.#osk
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Cintani Penderita Kanker Tulang Dapat Bantuan Sebesar Rp27,8 Juta

Baturaja, BP – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), melakukan penggalangan dana ...