Home / Hukum / Musnahkan 37,11Kg Hewan dan Tumbuhan

Musnahkan 37,11Kg Hewan dan Tumbuhan

Palembang, BP
Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang memusnahkan puluhan komoditas ilegal yang masuk ke Palembang, Kamis (7/4). Media pembawa tersebut yang didominasi produk-produk impor asal Malaysia ini merupakan hasil sitaan barang bawaan dari sejumlah penumpang yang tiba di Palembang melalui Bandara SMB II.

Media pembawa yang dibawa ke Palembang melalui lalu lintas udara ini berupa komoditi berasal dari hewan dan tumbuhan. Seperti daging sapi, daging babi, daging ayam, nugget, apel, jeruk, cabai kering, pisang dan tanaman kari.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang, Arinaung Siregar, mengatakan, komoditas tersebut merupakan hasil sitaan, karena tidak dilengkapi surat izin karantina dari negara asal. Penyitaan dan pemusnahan dilakukan karena dikhawatirkan mengandung virus dan bakteri yang dapat menimbulkan penyakit baru.

“Media pembawa yang kita musnahkan hari ini ada 37,11kg hasil dari monitoring bulan 4 Desember – 6 April. Barang-barang yang disita tidak memiliki surat keterangan resmi dari Balai Karantina dari negara asal yakni sertifikat kesehatan sehingga belum dapat dipastikan apakah produk tersebut lulus uji kesehatan atau tidak,” katanya.

Menurutnya, pemusnahan tersebut merupakan langkah cegah pantau dari kemungkinan ancaman nuklir biologi dan kimia, melalui tanaman yang dilakukan berdasarkan amanah Undang-undang No. 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Pemusnahan tersebut tidak dilihat dari berapa jumlah media pembawa yang dimusnahkan, tetapi akibat yang dapat ditimbulkan dari adanya penyakit pada media pembawa tersebut, yang kita jaga, jangan sampai membuat penyakit baru,” jelasnya. #pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

PGE Berikan Bagi Hasil 32 Persen Pada Muaraenim

Muaraenim,BP–-Perjuangan Bupati Muaraenim, Ir H Ahmad Yani MM bersama DPRD Muaraenim  agar manajemen PT Pertamina Geothermal Energi (PT PGE) Lumut Balai ...