Home / Headline / Banjir, Macet, ‘Pak Ogah’ Ambil Berkah

Banjir, Macet, ‘Pak Ogah’ Ambil Berkah

0804.01.kaki.hass-111Jalan Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), yang menghubungkan Inderalaya-Palembang, sejak dua pekan terakhir banjir lantaran debit air Sungai Pemulutan naik. Kondisi alam tersebut dimanfaatkan para ‘pak ogah’ untuk mencari rupiah.

“TERUS, terus..,” teriak beberapa ‘pak ogah’ mengatur lalulintas saat itu. Lambaian tangan mereka sangat cekatan mengatur lalin, sepiawai polantas saat mengatur kemacetan. Berkat jasa mereka juga jalanan menjadi lancar dan warga sedikit terbantu meskipun seolah wajib mengeluarkan rupiah.

Kondisi yang ada, meskipun jalan sudah ditinggikan, lantaran debit air yang deras membuat sebagian jalan berasal sepanjang 1km dibanjiri air hingga sebetis orang dewasa. Akibatnya, beberapa kendaraan terutama jenis sedan kewalahan saat melintas, sementara truk ataupun jenis kendaraan keluarga yang bodinya relatif tinggi dapat mudah melintas.

Pantauan, Kamis (7/4), terlihat banyak pengendara kendaraan roda empat harus ekstra hati-hati melewati genangan air yang cukup dalam. Bahkan, kendaraan dengan bodi rendah seperti sedan banyak yang macet karena mesin kemasukan air.

Baca:  Banjir Rendam 412 Rumah

Tak sedikit pula kendaraan roda dua harus didorong karena mesin tiba-tiba mati ketika melewati genangan. Banjir kali ini bukan yang pertama terjadi, tapi sudah berulang kali manakala hujan turun deras dalam beberapa waktu cukup lama.

Hal itu karena naiknya debit Sungai Pemulutan yang berujung pada naiknya air rawa-rawa. ”Hujan setiap hari dan debit sungai tinggi, sehingga air dari saluran meluap ke jalan. Ini sudah mendingan kalau tahun kemarin hanya truk yang bosa melintas karena air bisa setinggi paha,” kata seorang warga Pemulutan, Arianto.

Genangan air di jalan inilah, dimanfaatkan pak ogah untuk mencari uang sebagai jasa pengatur jalan agar pemakai jalan tidak terjebak pada genangan yang dalam. Mereka sengaja berdiri pada lokasi yang dalam agar pengemudi tidak menerobosnya.

Baca:  Warga Kecamatan IT II dan Kecamatan IT III Minta Kolam Retensi Kepada DPRD Sumsel

Lokasi banjir di ruas Desa Pegayut, tepatnya berada di sebelah selatan SMK Pemulutan. Di lokasi ini, sebagian jalan sudah ditinggikan sementara sebagian lagi masih rendah, kondisi ini kerap dikeluhkan warga.

Salah satu pak ogah, Ridwan, warga Desa Pegayut, mengatakan, profesi yang dilakukannya sifatnya musiman, lantaran tidak setiap hari hujan datang. “ Ya musiman kalau ramai bisa dapat Rp100 ribu kalau sepi paling Rp30 ribu. Mereka yang melintas ada yang kasih Rp2ribu hingga Rp10ribu per kendaraan, ya seikhlasnya. Kondisi begini membuat kami semangat mencari uang. Kita ambil uang pakai ember atau kotak kardus. Kita tidak memaksalah hanya mengatur jalan agar mereka tidak terperosok. Saya rasa mereka terbantul,” katanya kepada BeritaPagi.

Pak ogah lainnya, yang biasa berprofesi sebagai tukang ojek Widianto, mengatakan, kondisi alam yang demikian dimanfaatkannya untuk mencari nafkah dengan jalan menjadi ‘pak ogah’. “Alhamdulillah lumayan seminggu jadi pak ogah dapat uang Rp400 ribu, lumaianlah tarikan saat ini lagi sepi. Buat tambahan uang dapur dan ongkos sekolah,” ujarnya.

Baca:  Geser Alat Evakuasi dan Bantuan ke Muratara

Sementara itu pengendara yang melintas di jalan tersebut mengaku terbantu dengan adanya pak ogah yang mengatur jalan. ”Mestinya setelah badan jalan ditinggikan, saluran air diperbaiki supaya air tidak lagi menggenangi jalan raya. Pemakai jalan pun harus berhati-hati menerobos genangan air yang cukup dalam. Bagi pengemudi truk tidak ada masalah, tapi pengemudi sedan atau kendaraan kecil, sangat waswas, karena kerap mogok melewati jalan yang digenangi air. Ya dengan adanya pak ogah lumayan terbantulah, mereka juga tidak memaksa meminta uang,” jar pengemudi sedan,Medi. # henny primasari

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Prabowo Gugat ke MK Jika Hasil Hitung KPU Tidak Memenangkan Dirinya

Jakarta, BP — Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, membuka kemungkinan pihaknya menggugat ke Mahkamah Konstitusi ...