Home / Headline / Soal UN Dijaga Ketat

Soal UN Dijaga Ketat

0204.01.UN.FerMuaraenim, BP

Sebanyak 126 paket kotak Ujian Nasional 2016 jenjang SMA/sederajat telah tiba di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim, Kamis (31/3), sekitar pukul 15.00. Soal tersebut kemudian didistribusikan ke masing- masing sekolah dengan pengawalan ketat aparat Polres Muaraenim, untuk mengantisipasi kebocoran soal pelaksanaan UN yang bakal dilakukan secara serentak pada Senin (4/4) .

Polsek Sungai Rotan telah melakukan pengamanan soal UN yang telah diterima Kepala SMAN 1 Sungai Rotan sebanyak empat dus. Naskah ujian disimpan di brankas khusus ruangan kepala sekolah yang disegel. Pengamanan soal tersebut dilakukan petugas Polsek Sungai Rotan Bripka Sudarso dibantu pihak sekolah.

Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto, SIk MSi, didampingi Kabag Ops Kompol Andi Kumara, SIK, dan Kasubag Humas Iptu Arsyad mengatakan, sudah membuat surat perintah tugas kepada anggotanya untuk melakukan penjagaan soal UN.

“Kita telah membuat surat perintah tugas kepada anggota untuk melakukan pengawalan dan penjagaan soal UN mulai dari tiba di Muaraenim sampai kepada pendistribusian dan penyimpanan ke masing- masing sekolah. Insha Allah tidak sampai terjadi kebocoran soal,” jelas Kapolres, Jumat (1/4).

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim Zainal Abidin mengatakan, untuk menjaga keamanan dan kelancaran distribusi soal ke sekolah, maka soal yang telah tiba akan langsung diserahkan kepada perwakilan subrayon.

“Jadi sebelas subrayon diwajibkan menjemput soal ujian masing-masing pada hari soal tiba, soal hanya akan diserahkan bagi tim subrayon yang datang didampingi petugas kepolisian,” katanya.

Menurut dia, sebanyak 126 paket soal tersebut terdiri 76 paket untuk SMA, 18 paket untuk SMK, 26 paket C, satu paket SMA Luar Biasa, dua paket untuk ujian SMA susulan, satu paket ujian SMK susulan, satu paket C susulan dan satu paket SMA luar Biasa susulan. Dijelaskannya, saat proses pengangkutan soal-soal UN tersebut dijaga ketat oleh anggota kepolisian. Begitu juga ketika proses pemindahan dari mobil pengangkut ke tempat penyimpanan.

“Semua ini tak luput dari pengawasan petugas. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kecurangan pada pelaksanaan UN tahun ini,” tukasnya.

Baca:  Nikah, 1 Siswa Muba Tak Ikuti Ujian

Zainal juga menyebutkan, UN tahun 2016 di Kabupaten Muaraenim akan diikuti sebanyak 13.245 siswa SMA/SMK sederajat. Menurutnya, jumlah tersebut juga termasuk siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Secara total ujian UNBK akan diikuti oleh tujuh sekolah terdiri 883 siswa SMA dan 688 siswa SMK yakni di SMKN 1 Muaraenim, SMKN 1 Gelumbang, SMK Bukit Asam, SMAN 1 Unggulan Muaraenim, SMAN 2 Muaraenim, SMAN 1 Lawang Kidul dan SMA Bukit Asam,” jelasnya.

 

Terapkan Dua Sistem

Kepala Dinas Pendidikan Nasional OKU Timur Drs Ali Pasyai melalui Kabid Pendidikan Lanjutan (Diklan) Sudarman, mengatakan, secara keseluruhan siswa yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 7.771 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 3.481 siswa SMA, 2.159 siswa SMK, 1.550 siswa MA dan 213 siswa Paket C.

“Berdasarkan gender siswa yang mengikuti UN terdiri dari 3.865 orang laki-laki dan 3.906 orang perempuan. Sedangkan untuk sekolah penyelenggara UN di OKU Timur sebanyak 102 Sekolah berasal dari 12 Sub Rayon, 6 Rayon untuk SMA terdapat 40 sekolah, 4 rayon untuk SMK dengan jumlah 31 SMK dan 2 Rayon MA dengan jumlah 31 Madrasah,” ujarnya.

Kata dia, secara keseluruhan penyelenggaraan UN di OKU Timur telah siap 100 persen dan tinggal pelaksanaan saja. Untuk naskah soal telah didistribusikan sebanyak 173 koli dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

“Untuk tahun ini sekolah yang berada di OKU Timur akan menggelar UN dengan dua sistem, ada yang melaksanakan sistem UN Berbasis Paper dan UNBK,” terangnya.

Diknas OKU Timur juga mengimbau kepada seluruh siswa peserta UN, untuk tidak percaya terhadap bocoran soal dan kunci jawaban palsu yang beredar baik di internet maupun melalui media lainnya. Dipastikan kunci jawaban dan bocoran soal tersebut palsu yang bisa menjebak dan merugikan siswa.

“Yakinlah dengan kemampuan diri sendiri, tidak usah percaya bocoran dan jawaban soal palsu. Untuk itu persiapkan diri semaksimal mungkin,” tandasnya. O nur/cr1

 

Baca:  Kadisdik Sumsel Bantah Soal Bocor di Banyuasin

Muaraenim, BP

Sebanyak 126 paket kotak Ujian Nasional 2016 jenjang SMA/sederajat telah tiba di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim, Kamis (31/3), sekitar pukul 15.00. Soal tersebut kemudian didistribusikan ke masing- masing sekolah dengan pengawalan ketat aparat Polres Muaraenim, untuk mengantisipasi kebocoran soal pelaksanaan UN yang bakal dilakukan secara serentak pada Senin (4/4) .

Polsek Sungai Rotan telah melakukan pengamanan soal UN yang telah diterima Kepala SMAN 1 Sungai Rotan sebanyak empat dus. Naskah ujian disimpan di brankas khusus ruangan kepala sekolah yang disegel. Pengamanan soal tersebut dilakukan petugas Polsek Sungai Rotan Bripka Sudarso dibantu pihak sekolah.

Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto, SIk MSi, didampingi Kabag Ops Kompol Andi Kumara, SIK, dan Kasubag Humas Iptu Arsyad mengatakan, sudah membuat surat perintah tugas kepada anggotanya untuk melakukan penjagaan soal UN.

“Kita telah membuat surat perintah tugas kepada anggota untuk melakukan pengawalan dan penjagaan soal UN mulai dari tiba di Muaraenim sampai kepada pendistribusian dan penyimpanan ke masing- masing sekolah. Insha Allah tidak sampai terjadi kebocoran soal,” jelas Kapolres, Jumat (1/4).

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim Zainal Abidin mengatakan, untuk menjaga keamanan dan kelancaran distribusi soal ke sekolah, maka soal yang telah tiba akan langsung diserahkan kepada perwakilan subrayon.

“Jadi sebelas subrayon diwajibkan menjemput soal ujian masing-masing pada hari soal tiba, soal hanya akan diserahkan bagi tim subrayon yang datang didampingi petugas kepolisian,” katanya.

Menurut dia, sebanyak 126 paket soal tersebut terdiri 76 paket untuk SMA, 18 paket untuk SMK, 26 paket C, satu paket SMA Luar Biasa, dua paket untuk ujian SMA susulan, satu paket ujian SMK susulan, satu paket C susulan dan satu paket SMA luar Biasa susulan. Dijelaskannya, saat proses pengangkutan soal-soal UN tersebut dijaga ketat oleh anggota kepolisian. Begitu juga ketika proses pemindahan dari mobil pengangkut ke tempat penyimpanan.

“Semua ini tak luput dari pengawasan petugas. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kecurangan pada pelaksanaan UN tahun ini,” tukasnya.

Baca:  Panitia Temukan 400 LJUN Rusak

Zainal juga menyebutkan, UN tahun 2016 di Kabupaten Muaraenim akan diikuti sebanyak 13.245 siswa SMA/SMK sederajat. Menurutnya, jumlah tersebut juga termasuk siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Secara total ujian UNBK akan diikuti oleh tujuh sekolah terdiri 883 siswa SMA dan 688 siswa SMK yakni di SMKN 1 Muaraenim, SMKN 1 Gelumbang, SMK Bukit Asam, SMAN 1 Unggulan Muaraenim, SMAN 2 Muaraenim, SMAN 1 Lawang Kidul dan SMA Bukit Asam,” jelasnya.

Terapkan Dua Sistem

Kepala Dinas Pendidikan Nasional OKU Timur Drs Ali Pasyai melalui Kabid Pendidikan Lanjutan (Diklan) Sudarman, mengatakan, secara keseluruhan siswa yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 7.771 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 3.481 siswa SMA, 2.159 siswa SMK, 1.550 siswa MA dan 213 siswa Paket C.

“Berdasarkan gender siswa yang mengikuti UN terdiri dari 3.865 orang laki-laki dan 3.906 orang perempuan. Sedangkan untuk sekolah penyelenggara UN di OKU Timur sebanyak 102 Sekolah berasal dari 12 Sub Rayon, 6 Rayon untuk SMA terdapat 40 sekolah, 4 rayon untuk SMK dengan jumlah 31 SMK dan 2 Rayon MA dengan jumlah 31 Madrasah,” ujarnya.

Kata dia, secara keseluruhan penyelenggaraan UN di OKU Timur telah siap 100 persen dan tinggal pelaksanaan saja. Untuk naskah soal telah didistribusikan sebanyak 173 koli dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

“Untuk tahun ini sekolah yang berada di OKU Timur akan menggelar UN dengan dua sistem, ada yang melaksanakan sistem UN Berbasis Paper dan UNBK,” terangnya.

Diknas OKU Timur juga mengimbau kepada seluruh siswa peserta UN, untuk tidak percaya terhadap bocoran soal dan kunci jawaban palsu yang beredar baik di internet maupun melalui media lainnya. Dipastikan kunci jawaban dan bocoran soal tersebut palsu yang bisa menjebak dan merugikan siswa.

“Yakinlah dengan kemampuan diri sendiri, tidak usah percaya bocoran dan jawaban soal palsu. Untuk itu persiapkan diri semaksimal mungkin,” tandasnya. # nur/cr1

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Ita Dibunuh Orang Dekat

Palembang, BP–Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian dan menurut keterangan saksi-saksi, polisi menduga Iwan Effendi (56) alias Ita tewas ...