Home / Headline / Pemprov Serahkan Klarifikasi Tatib Pilwawako

Pemprov Serahkan Klarifikasi Tatib Pilwawako

WALIKOTAPalembang, BP

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyerahkan kembali tata tertib (tatib) pengusulan Wakil Walikota (Wawako) Palembang ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang.

Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Sumsel Ardani mengatakan, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyerahkan tatib tersebut ke DPRD serta tembusannya ke Pemerintah Kota Palembang pada Senin, (29/3) lalu.

Dirinya menegaskan, pengusulan Wawako harus dilakukan oleh partai politik pengusung atau gabungan parpol kepada walikota terlebih dahulu, bukan dari parpol atau gabungan parpol pengusung ke DPRD Kota Palembang langsung. “Klarifikasi ini sesuai dengan surat Mendagri melalui Dirjen Otda Kemendagri 9 November 2015 lalu dan berdasarkan peraturan pemerintah (PP) nomor 49 tahun 2008 Pasal 131 ayat 2a,” tuturnya, Selasa (30/3).

Dalam pasal tersebut, tertuang bahwa untuk mengisi kekosongan jabatan wakil kepala daerah yang berasal dari parpol atau gabungan parpol karena menggantikan kepala daerah yang meninggal dunia, berhenti, diberhentikan atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya selama enam bulan secara terus menerus dalam masa jabatannya dan masa jabatannya masih tersisa 18 bulan atau lebih.

Kepala daerah tersebut mengajukan dua orang calon wakil kepala daerah berdasarkan usul parpol atau gabungan parpol pengusung untuk dipilih dalam rapat paripurna khusus DPRD.

“Jadi parpol secepatnya mengajukan nama kepada walikota, walikota memilih dua nama yang diusulkan ke DPRD. DPRD membentuk panitia pemilihan, yang mekanismenya tertuang di tatib tersebut. Wawako akan terpilih pada rapat paripurna khusus terbuka tersebut,” pungkasnya.

Meski surat klarifikasi Gubernur terkait tata tertib (tatib) Wawako sudah selesai dievaluasi oleh Pemprov Sumsel yang dalam hal ini Gubernur Sumsel H Alex Noerdin. Namun, Walikota Palembang Harnojoyo mengaku, hingga saat ini belum menerima tata tertib (tatib) terkait teknis Pemilihan Wakil Walikota Palembang yang akan mendampinginya.

“Saya belum tahu kalau tatib itu sudah selesai dievaluasi. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang juga masih menunggu,” ujar Walikota Palembang Harnojoyo, kemarin.

Kendati belum menerima evaluasi dari Gubernur, Harno mengungkapkan bahwa dirinya sudah menerima nama calon lain, yang diajukan partai pengusung, selain Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusulkan.

“Selain PAN yang sudah mengusulkan Yudi Farola Bram dan PDIP mengusulkan Yuda Rinaldi, sudah ada nama lain dari partai pengusung yang diusulkan,” ungkapnya. Harnojoyo membeberkan, ada dua nama lagi masuk, yang diusulkan oleh partai pengusung, yang pertama ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “PKS mengusulkan Fitrianti Agustinda dan Suhaili,” katanya.

Dengan adanya tambahan dua partai pengusung yang mengusulkan nama calon Wakil Walikota, bertambah dua nama yang dicalonkan. Namun, tutur Harno, dirinya masih menunggu tatib yang dikeluarkan, serta menunggu calon dari Partai Demokrat. “Cuma dari Partai Demokrat yang belum mengusulkan nama karena masih menunggu rekomendasi,” tukasnya.#dil

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Hadiri HUT Palembang, Gubernur Herman Deru Berikan Kado Istimewa 

Palembang, BP–Hari jadi Kota Palembang ke 1336 yang diperingati Senin (17/6) terasa lebih spesial. Ini karena Gubernur Sumsel Herman Deru ...