Kolaborasi Jazz-Kelentangan Gembirakan Warga di BKB

10
BP/MARDIANSYAH MUSI JAZZ-Gubernur Sumsel H Alex Noerdin bernyanyi bersama musisi Jazz Indonesia Lea Simanjuntak pada festival Musi Jazz Palembang dipelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (26/3)
BP/MARDIANSYAH
MUSI JAZZ-Gubernur Sumsel H Alex Noerdin bernyanyi bersama Lea Simanjuntak pada konser Musi Jazz Sriwijaya di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (26/3)

Palembang, BP
Masyarakat Kota Palembang kembali disuguhi pertunjukan musik jazz. Musi Jazz Sriwijaya, merek pertunjukan jazz yang ditradisikan komunitas jazz Palembang, manggung untuk kali ketiga di Kota Pempek. Kali ini demokrasi musik jazz itu dirayakan di tempat yang lebih terbuka, di pelataran Benteng Kuto Besak alias BKB.

 

Sabtu (26/3) malam di BKB lantas menjadi malam yang lekat dengan nuansa new orleans campur sari. Dwiki Darmawan yang memimpin konser ini memasukkan kultur musik lokal dalam jazz olahannya. Pertunjukan jazz dibaurkan dengan ragam bunyi dari alat musik tradisional Sumatera Selatan, kelentangan.
Musik jazz yang oleh banyak orang di Palembang dianggap musik berat menjadi sedikit lunak dan malah mencair dalam pertunjukan terbuka dan gratis di BKB, tempat yang memang akrab dengan masyarakat multistrata sosial ekonomi. Tak seperti dua pergelaran Musi Jazz Sriwijaya sebelumnya yang dibesut secara indoor di hotel berbintang empat, masyarakat yang datang lebih antusias karena tidak canggung dan tidak perlu mengeluarkan bujet untuk melihat musisi jazz.

Sebelum pertunjukan musik jazz dimulai, band dari Bank Sumsel Babel dan Sriwijaya Etnika serta beberapa band lainnya mengetengahkan partai tambahan yang hangat. Penonton tak hanya kalangan dewasa, namun juga anak-anak muda yang siap untuk menikmati musik jazz.

 

Pecinta musik jazz Palembang dan Sumsel rata-rata datang sebelum acara dimulai. Para musisi pengisi acara sendri tiba di BKB sekitar pukul 20.00. Pelataran BKB sangat ramai, penonton begitu antusias dan menikmati musik jazz yang dimainkan oleh Dwiki Darnawan dengan kolaborasi alat musik elektrik dan alat musik tradisional. Ada juga Lea Simanjuntak yang menyanyikan lagu lawas dari Ismail Marzuki dan lagu masa kini, juga artis Ibukota Rio Febrian yang menyanyikan lagu ‘Kesempurnaan’ dan Ita Purnama Sari dengan lagu ‘Cintaku Padamu’.

Terlebih istimewa karena Musi Jazz Sriwijaya ini ditambahi kreasi dari kolaborasi alat musik tradisional Sumsel yaitu kelentangan. Kelentangan merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin. Alat musik ini dianggap sudah hampir punah dan sangat sedikit yang mengetahui apalagi memainkannya. Kelentangan dimainkan di atas pelepah pisang oleh musisi tradisional Sumsel.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam sambutannya mengatakan, Musi Jazz di Palembang ini sudah ketiga kalinya. Event ini akan kembali digelar tahun depan. Ia mengimbau masyarakat untuk tenang dan kondusif selama pergelaran ini berlangsung. Terutama pada pentas 2018 nanti saat diselenggarakan Asian Games.

“Musi Jazz di Palembang akan diadakan satu kali setahun, bahkan bisa dua kali. Ini menjadi mungkin karena didukung oleh kondusifnya masyarakat. Situasi kondusif juga diharapkan akan terpupuk terus saat berlangsung Asian Games nanti,” katanya.

Alex Noerdin tak ketinggalan menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘What A Wonderful World’ bersama Lea Simanjuntak diiringi oleh Dwiki Darmawan and Band. Suasana semakin meriah dengan gemuruh suara penonton yang ikut menyanyikan lagu tersebut.

Perwakilan dari Kementerian Pariwisata, Raseno Arya, mengatakan, pemerintah pusat dan daerah bersinergi dengan akademisi, pebisnis, komunitas, dan juga media untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di daerah. Musi Jazz Sriwijaya ini salah satunya. “Tahun depan akan lebih meriah lagi. Ini salah satu untuk nenpromosikan pesona Indonesia,” katanya.

Dwiki Darmawan, yang juga musisi jazz Indonesia, mengatakan, setelah tampil di 70 negara, ia merasa bangga tampil di Palembang. Personel grup Band Krakatau ini pun memuji Kota Palembang yang sudah sangat pesat kemajuan pembangunannya dan langganan menjadi tuan rumah event akbar olahraga berskala internasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Chamelyn Sinaga mengatakan, musik jazz masuk ke semua genre musik baik pop maupun dangdut. Diharapkan nantinya kegembiraan jazz akan memberikan dampak positif terhadap Sumsel terutama para musisi dan pecinta musik di wilayah ini.

“Dwiki ini maestronya musikjazz Indonesia, diharapkan natinya akan membawa musik Palembang ke nasional dan bahkan bisa membawa musisi Sumsel untuk rekaman di tingkat nasional dan bahkan dunia,” imbuh Irene bungah.#pit