TAA Akan Jauh Lebih Baik dari Jabel Ali Free Zone

Dubai Port Rancang Skema KEK TAA (1)

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menerima kunjungan Dubai Port World terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api, di Griya Agung, Palembang, Selasa (16/3) malam.

Palembang, BP

Dubai Port World semakin yakin pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api akan berdampak positif bagi perkembangan ekonomi di Sumatera Selatan, serta timbal balik yang bagus bagi investor. Dalam waktu beberapa bulan ke depan, Dubai Port akan merancang skema industri KEK TAA sebelum kembali ke sini untuk menegaskan komitmen kerja sama.

Senior Vice President Economic Zones World Adil Al Zarooni mengatakan, setelah melakukan kunjungan tiga hari di Sumsel, pihaknya sudah bisa melihat kondisi riil TAA dan Tanjung Carat yang sekarang. Hal itu diperlukan untuk menyusun skema, baik membuat detail engineering design (DED) serta menyusun sistem pelabuhannya.

“Kami terkesan dengan kualitas informasi yang disajikan oleh Pemprov Sumsel, serta prediksi pertumbuhan ekonomi Sumsel yang disajikan Bank Indonesia. Ini jauh meyakinkan. Kami akan rencanakan pengembangan Tanjung Api-api. Ini awal yang bagus untuk memulai kerja sama,” tuturnya saat mendengarkan masukan teknis rencana pembangunan pelabuhan Tanjung Carat dan KEK TAA di Griya Agung, Selasa (16/3) malam.

Ia menuturkan, Kondisi Tanjung Api-api yang sekarang jauh lebih baik daripada Jabel Ali Free Zone saat belum dibangun dan menjadi pelabuhan tersibuk di dunia sekarang ini. Letaknya di daerah teluk, dikelilingi oleh perairan dan sedikit rawa, tak ada sumber daya, dan keuangan yang sedikit tak menyurutkan Dubai Port mengembangkannya.

“Namun kini kami menyumbang 20 persen GDP (Gross Domestic Product-red) untuk Uni Emirat Arab.  Sumsel memiliki komoditas. Namun untuk meningkatkan pengembangannya, inovasi sangat diperlukan,” jelasnya.

Senior Manager Business Development Head Office DP World Chris Young menambahkan, adanya pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan tol Palembang-Tanjung Api api dan kereta ringan cepat atau light rail transit (LRT) membuat pihaknya semakin yakin. Apalagi, pemerintah pusat serta DPR RI mendukung penuh proyek ini.

Sementara Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, kedatangan ketiga kalinya Tim Dubai Port World untuk meninjau KEK TAA, memberikan kemajuan yang signifikan bagi rencana pengembangannya.

“Ini bukan proyek main-main. Sangat besar, ambisius, dan harus dikerjakan dalam waktu singkat. Ini memang proyek yang tidak mudah, namun yakinlah akan berhasil,” tuturnya.

Meski secara resmi belum ada nota kesepahaman atas kerja sama Pemprov Sumsel dengan Dubai Port, dirancangnya skema TAA dan Tanjung Carat dalam waktu beberapa bulan ke depan ini, tutur Alex, menunjukkan bahwa mereka serius menggarap proyek ini.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dodi Reza Alex menambahkan, pihaknya meyakinkan bahwa pemerintah pusat beserta DPR RI sebagai parlemen di pusat akan sangat mendukung pengembangan KEK TAA karena telah didukung oleh Peraturan Presiden yang dikeluarkan pada 2014 lalu.

Dirinya menjamin, seluruh pembangunan yang direncanakan maupun yang sudah dilakukan demi KEK TAA telah disetujui pemerintah pusat dan DPR RI serta bisa selesai dalam waktu dekat.

“Sementara sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumsel, kami menjamin pasar yang akan tertarik mengembangkan KEK TAA ini bukan hanya BUMN, namun juga sector private atau pengusaha swasta di berbagai bidang, seperti perkebunan, infrastruktur, property, jasa dan lainnya,” kata Dodi.#idz