Muba Aman & Maju Tanpa Gontok-gontokan

15

Kemunduran Muba akhir–akhir ini perlu disikapi secara bersama. Kebersamaan tanpa perbedaan akan mengembalikan kejayaan Muba.

dodi-Maju Tanpa Gontok-gontokan (1)
Dodi Reza Alex bersilaturahmi dengan pemuka agama, tokoh masyarakat, pemuda dan warga di Rumah Ustdaz Sripajen di Sungai Lilin, Muba.

RUMAH Ustdaz Sripajen di Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, dipenuhi warga. Mereka datang dari Kelurahan Sungai Lilin hingga Babat Supat.

Warga berkumpul, duduk tanpa jarak, tanpa ada rasa perbedaan. Padahal yang hadir adalah semua elemen masyarakat, mulai dari pemuda, ibu pengajian, kelompok etnis, dan suku yang berdiam di Sungai Lilin. Semua larut dalam kebersamaan yang diserukan Dodi Reza Alex.

Dodi, yang merupakan bakal calon Bupati Muba ini pun sangat senang. Sebab semua hadirin merasa disatukan oleh sosok pimpinan DPR RI, yang dengan tegas menyerukan keinginannya agar pilkada dilalui dengan damai, tanpa rasa permusuhan. Apalagi iri dengki dan saling menjelekkan.

“Tujuan kita sama, untuk membangun Muba yang lebih baik. Tak perlu gontok-gontokan. Sehingga rakyat duduk pada pihak yang paling diuntungkan. Pilkada ujungnya untuk membangun manusia dengan meningkatkan harkat dan martabat rakyat,” tegasnya.

Di Sungai Lilin bermukim hampir seluruh etnis. Mulai dari Melayu, Jawa, Aceh, Papua, Minang, Bugis, NTT, hingga suku Batak. Masyarakat di sini terkenal rukun dan damai. Tak ada gesekan lintas etnis.

“Sungai Lilin selama ini jauh dari konflik. Kita jaga terus. Jangan sampai terkoyak. Saya tak mau ada perbedaan. Saya berharap tak ada pembedaan. Semoga jika dulu ada yang kurang sepaham atau beda pendapat mulai sekarang ayo bersatu secara bersama bangun Muba maju kembali,” ajak Dodi.

Bagi hadirin, Dodi bukanlah sosok asing. Pimpinan Komisi VI DPR RI itu, kerap menyambangi mereka. Pertemuan yang kerap terjalin pun berlandas kepercayaan memikirkan kepentingan umat. Sebagai wakil rakyat, persahabatan antara Dodi dan para pemuka agama serta tokoh masyarakat terjalin mengalir sejak dulu hingga kini. Suasana peluk hangat dalam tabik dan sapa hormat menghiasi kekhidmatan pertemuan minggu itu.

Satu hal paling menonjol adalah adanya kesepakatan bersama membangun Muba lebih bermartabat. Muba yang pada tahun 2000 lalu baru berbenah, kemudian berubah jadi daerah tertinggal menjadi kabupaten yang membanggakan. Namun peristiwa dan bencana beruntun menimpa Muba. Di antara tampilan Muba yang cemerlang ada peristiwa yang mencoreng wajah. Cobaan ini menjadi titik tolak maju bersama antara ulama dan umaro.

“Di tengah situasi Muba yang memprihatinkan, rakyat juga dirundung kekelaman ekonomi. Harga karet jatuh, harga sawit pun sama saja. Kondisi ini tentu berat bagi rakyat. Pemerintah pun sedang kesulitan anggaran. Namun kita harus tetap optimis. Di tengah kita hadir sosok yang dipandang mampu membuat Muba bangkit. Di depan mereka ada Dodi Reza yang tak membedakan semua golongan.” # arif agung