Home / Headline / Bupati OI Resmi Dipecat

Bupati OI Resmi Dipecat

BNN menetapkan Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi (tengah) positif menggunakan narkoba, Jakarta, Senin (14/3/2016). Ahmad Wazir ditangkap di rumahnya di Jalan Musyawarah III, Gandus, Minggu (13/3), sekitar pukul 22.00 WIB. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

BNN menetapkan Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi (tengah) positif menggunakan narkoba, Jakarta, Senin (14/3).

 Jakarta, BP

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo resmi memecat Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi (27). Pemecatan tersebut menyusul ditangkapnya Nofiadi oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN).

Penegasan itu dikemukakan Mendagri Tjahjo Kumolo, Rabu (16/3) malam, di Nusa Tenggara Barat.

“Surat pemberhentian secara tidak hormat sebagai bupati sudah saya tandatangani,” kata Tjahjo Kumolo.

Ia menuturkan, dasar pemberhentian AW Nofiadi Mawardi sudah sangat jelas, yakni tertangkap tangan BNN karena terbukti menggunakan narkotika.

“Dengan tertangkap tangan, otomatis dipecat langsung. Apalagi tes urine yang bersangkutan sudah selesai dan terbukti menggunakan narkotika. Bahkan, BNN pun akan melakukan penggeledahan di rumah pribadinya untuk mencari bukti lagi,” katanya.

Baca:  Kafe Buka Saat Puasa, 3 Pengunjung Positif Narkoba

Menurut Mendagri, pemberhentian Nofiadi dari jabatannya sebagai bupati karena terbukti menggunakan narkotika sehingga tidak bisa disamakan dengan perbuatan korupsi. Dikatakannya, dalam kasus dugaan korupsi, proses pemberhentiannya harus menunggu keputusan hukum tetap dari pengadilan, sehingga baru ada pemberhentian.

“Jadi ini sudah terbukti narkotika, ada hasil tes urinenya, juga akan ada tes rambut, dan darah. Tetapi, kalau tertangkap tangan karena korupsi lain lagi, harus menunggu sampai ada keputusan tetap dari pengadilan baru ada pemberhentian,” katanya.

Ia menambahkan, kalaupun nanti pada proses selanjutnya, Wakil Bupati Ogan Ilir juga diindikasikan terlibat, maka posisinya pun akan bernasib sama dengan Nofiadi, yakni diberhentikan secara tidak hormat dan otomatis posisinya langsung digantikan Sekretaris Daerah (Sekda).

Baca:  Sidang Perdana, Ofi Persoalkan Surat Penangkapan

Untuk itu, pasca penangkapan Bupati oleh BNN, pihaknya menyerahkan proses penanganan selanjutnya kepada pihak kepolisian dan BNN.

Di tempat terpisah, Kepala BNN Komjen Budi Waseso di kantor BNN, Cawang, Jakarta, Kamis (17/3), mengatakan, AW Nofiadi diduga kuat sudah menjadi pemakai narkoba jauh sebelum ia terpilih sebagai bupati. Bahkan, Nofiadi memakai narkoba dosis tinggi. BNN akan membuktikan tudingan tersebut.

“Hasil lab menyatakan dia pengguna dosis tinggi dan sudah digunakan lama,” katanya.

Buwas menyatakan, ada informasi yang menyebutkan bahwa Nofi sempat mengonsumsi narkoba sesaat sebelum dilantik sebagai bupati pada Februari 2016 lalu. Namun informasi itu masih perlu didalami.

Baca:  BNN Perlu Diperkuat Seperti KPK

BNN sudah merampungkan semua tes terhadap AW Nofiadi. Mulai dari urine, rambut dan darah Nofi sudah diperiksa. Hasilnya semua positif.

“Urine, darah dan terakhir analisis rambut semua positif,” kata Kepala Bagian Humas BNN Kombes Slamet Pribadi, saat dikonfirmasi detikcom, kemarin.

Meski begitu, status Nofi belum berubah. Dia masih jadi terperiksa, belum tersangka. BNN masih melakukan pemeriksaan intensif sampai Sabtu (19/3). Slamet meminta publik bersabar menunggu hasil interogasinya. “Kita ada waktu 3×24 jam total 6 hari. Lima hari itu Sabtu,” terangnya.

Buwas menegaskan, kemungkinan besar Nofi tak akan direhabilitasi. Ia ngotot ingin memprosesnya secara hukum dengan ancaman hukuman penjara 4-12 tahun. Namun sampai sekarang belum ditemukan barang bukti narkoba di kasus Nofi.#ris/edo

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Harapkan Puskesmas di Sumsel Harus Aktif Jemput Bola

Palembang, BP Sejak program jaminan kesehatan yakni BPJS diterapkan di Indonesia, masih banyak masyarakat di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang ...