Home / Headline / Edarkan Ekstasi Kertas, Dua Pecatan TNI AL Ditangkap

Edarkan Ekstasi Kertas, Dua Pecatan TNI AL Ditangkap

Palembang, BP
Dua pecatan Marinir TNI Angkatan Laut (AL) Surabaya, Didik Agus Santoso (35) dan Eko Budi (32) berhasil ditangkap Subdit III Unit I Ditres Narkoba Polda Sumsel saat mengedarkan narkoba berupa sebanyak 59 lembar ekstasi berbentuk kertas atau CC4.

Kedua warga asal Provinsi Lampung ini dibekuk saat duduk santai di rumah yang baru dikontrak selama dua minggu di Jalan Ogan Permata Indah (OPI) 3, Komplek Cempaka, Blok J 10, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Jumat (11/3), sekitar pukul 21.30.

Dari penangkapan tersebut, selain mengamankan sebanyak 59 lembar ekstasi kertas siap edar di Kota Palembang, polisi juga menyita barang bukti berupa 1 paket shabu sedang seberat 1,21 gram beserta satu kotak kacamata bewarna hitam.

Ditemui pada gelar tersangka dan barang bukti di Mapolda Sumsel, Minggu (13/3), Didik mengaku, baru pertama kali menjadi kurir narkoba. Barang haram tersebut diperoleh dari bandar berinisial A (DPO) dengan janjian bertemu di sebuah rumah makan.

“Saya tidak hafal kawasan itu karena saya disini baru dua minggu. Kami berdua terpaksa mau jadi kurir karena dijanjikan setelah mengantar barang ini akan diberi upah sebesar Rp3 juta dari A,” ujar Didik sembari mengaku dipecat dari Marinir TNI AL Surabaya sejak 2014 lalu.

Ditambahkan tersangka Didik, rencananya barang haram tersebut akan diantarkan kepada pemesan. Namun, sampai saat sebelum tertangkap polisi belum mengetahui akan diantarkan kemana dan kepada siapa.

“Untuk diantar di Palembang ini, tetapi saya juga belum tau karena belum dapat kabar lagi. Belum berhasil dapat upah juga kami berdua keburu ditangkap,” jelasnya.

Disinggung mengenai alasan kenapa ia dan rekannya Budi, sampai dipecat dari Marinir TNI AL Surabaya, masih dijelaskan tersangka Didik, jika ia dan temannya karena ada masalah kedisiplinan di tempat bertugasnya dulu.

“Kami disertasi sejak 2014 lalu. Bukan masalah narkoba, tetapi karena kami jarang masuk sehingga diberhentikan,” katanya.

Sementara itu, Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumsel AKBP Syahril Musa menjelaskan, memang keduanya dari pengakuan saat diperiksa petugas merupakan pecatan Marinir TNI AL Surabaya pada 2014 lalu. Namun, pihaknya masih akan mendalami kembali.

“Untuk pengungkapan ekstasi kertas atau CC4 ini, Polda Sumsel memang baru pertama ini. Saat ini, kami akan melakukan koordinasi dengan BNN Provinsi Sumsel dengan temuan ekstasi bentuk kertas ini,” tutupnya. #rio

x

Jangan Lewatkan

Akhir Oktober Nama Calon yang Diusung PPP di Pilgub Sumsel Keluar dari DPP PPP

Palembang, BP–Dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum mengambil sikap. “Sebenarnya ini bukan tentang last minute ...