Bisnis Asuransi Masih Sulit Tumbuh

aaui Palembang, BP

Kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya membaik di tahun ini diperkirakan masih akan berdampak pada daya beli masyarakat. Perusahaan pembiayaan seperti asuransi memperkirakan tahun ini pertumbuhan yang signifikan masih cukup sulit.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Palembang Swendi mengatakan, pertumbuhan premi industri asuransi umum di Sumsel pada tahun ini akan masih dalam tekanan ekonomi dan untuk tumbuh signfikan akan masih sulit.

“Kondisi lemahnya daya beli masyarakat akibat perekonomian yang belum stabil, berdampak juga terhadap melesunya lembaga pembiayaan. Jika melihat kondisi seperti ini, bisa bertahan seperti tahun lalu saja sudah cukup baik,” katanya, Kamis (10/3). Dikatakannya, kurun waktu tiga tahun terakhir, industri asuransi khususnya di Palembang menunjukan grafik naik turun. Puncaknya, terpaan yang cukup memukul sejumlah penyedia jasa asuransi terjadi di tahun 2015 lalu.

“Meski demikian, jika rata-rata kondisinya masih terbilang cukup baik, meski belum dapat dikatakan menunjukan hasil positif,” sebutnya. Dia menambahkan, untuk itu pihaknya meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga yang menaungi industri asuransi untuk dapat mendukung pertumbuhan lembaga pembiayaan ini, salah satu upaya yang diharapkan yakni dengan menggulirkan regulasi yang baik.

Meski sulit, kata Swendi, bukan berarti harapan untuk tetap mampu bangkit sepenuhnya tertutup. Adanya geliat pembangunan yang kencang di Sumsel dalam menyambut even Asian Games 2018 menjadi salah satu harapan positif bagi industri asuransi. “Asuransi kendaraan masih mendominasi dengan menyumbang sekitar 50 persen pada industri asuransi di Palembang,” katanya.#ren