Home / Headline / Jalan Utama Mekaku Ilir Putus, 7 Desa Terisolir

Jalan Utama Mekaku Ilir Putus, 7 Desa Terisolir

20160306_063851_resizedMuaradua, BP
Jalan Penghubung di Kecamatan Mekakau Ilir, tepatnya di Air teriti, Desa Teluk Agung, putus total. Akibatnya tujuh desa di wilayah tersebut terisolir. Ketujuh desa itu yakni Air baru, bunut, Sinar Marga, Galang Tinggi, Sunut, Sukaraja, dan Sriminanti.
Informasi yang dihimpun di lapangan Selasa (8/3), jalan utama yang mengakibatkan tujuh desa terisolir tersebut amblas terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 23.00.
Selain itu amblasnya jalan  ke dasar jurang yang mempunyai kedalaman sekitar 20 meter sepanjang 5 meter.
Camat Mekakau Ilir Samsul Huda mengatakan, putusnya jalan diakibatkan oleh hujan deras seharian. Sehingga  kendaraan roda empat tidak bisa melewati jalan tersebut.  “Jangankan mobil, motor saja tidak bisa lewat ” kata dia. (8/3).
Hanya saja, lanjut dia, warga yang memaksakan untuk melintas terpaksa harus menyisiri bibir dinding jurang.
“Kalau jalan kaki masih bisa, tapi harus melewati dinding tebing,” lanjutnya.
Diceritakan dia, pada bulan Februari yang lalu jalan tersebut pernah terjadi longsor tapi masih bisa dilewati. Karena dinas terkait mengeruk tanah di atas jalan.
“Waktu itu setengah badan jalan sudah amblas ke dasar jurang, oleh Dinas PU diperbaiki dengan cara mengeruk dan menimbun longsoran, namun karena  hujan deras terus terjadi, menguras tanah timbunan itu, dan pada akhirnya seperti ini,” cerita dia.
Ia berharap pemerintah daerah segera terjun ke lapangan untuk melihat kondisi jalan tersebut, dan segera diperbaiki. Karena menurut dia akan menghambat aktivitas warga sekitar.
“Roda perekonomian masyarakat di sini kalau tidak diperbaiki secepatnya akan terancam lumpuh, karena jalan ini satu-satunya jalan menuju ibu kota Kabupaten, untuk itu dinas terkait segera memperbaikinya,” harap dia.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahfi Abubakar, SE ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa terjadinya jalan longsor tersebut. Akan tetapi camat setempat baru menyampaikan secara lisan.
“Memang benar ada laporan di daerah tersebut ada longsor, akan tetapi camatnya belum melaporkan secara resmi, ” ujar dia.
Dikatakannya, sejauh ini pihaknya sudah bersiap untuk menanggulangi bencana tersebut, meskipun lanjut dia surat resmi belum disampaikan pihak kecamatan.
“Secepatnya kita akan koordinasikan  dengan Dinas PU, dan langsung menghadap Bupati untuk melaporkan peristiwa ini,” kata dia.
Dan ia menghimbau masyarakat sekitar yang memaksa melintasi bibir jurang untuk berhati-hati, karena kemungkinan besar longsor susulan bisa terjadi mengingat curah hujan di Bumi Serasan Seandan masih tinggi
“Kalau bisa masyarakat jangan dulu melewati jalan itu, karena ditakutkan ada longsor lagi. Apalagi struktur tanah disana tanah pasir yang rentan longsor,” imbau dia.#bob.
Baca:  Pemkab OKUS Petakan Titik Rawan Bencana
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Taufik Berharap Perempuan dan Anak Jadi Perhatian Kapolri

Jakarta, BP–Anggota Komisi III DPR RI, Taufik Basari, mengharap agar Polri lebih humanis, meminimalisasi penggunaan senjata dalam pemolisian, serta memiliki ...