Home / Sumsel / Banyuasin / Kolam Tercemar Limbah, Warga Minta Ganti Rp4,5 Miliar

Kolam Tercemar Limbah, Warga Minta Ganti Rp4,5 Miliar

Banyuasin, BP

Tuntutan warga Desa Lubuk Karet terkait ganti rugi pencemaran sungai Pancur akibat limbah PT Karya Sawit Lestari (KSL), menemui jalan buntu. Hal itu setelah dimediasi oleh Komisi III DPRD Banyuasin, Senin (7/3) sekitar pukul 11.00 Wib.
Ketua Komisi III, Joko Aminoto mengakui kalau mediasi yang dilakukan pihaknya ternyata gagal, karena tidak ada kata sepakat antara PT KSL dengan masyarakat terkait.

Pasalnya perusahaan belum memberikan jawaban dengan alasan masih menunggu Mill Manager PT KSL Anthoni Rajanathan yang masih di Malaysia.

“Hasil mediasi tidak ada kata sepakat, permintaan ganti rugi senilai Rp 4,8 milyar untuk 60 warga yang memiliki kolam ikan belum ada tanggapan dari PT KSL,” tegasnya

Kendati tidak ada titik temu antara keduanya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk kedepannya seperti apa.

“Komisi III meminta kepada BLH untuk tetap memproses masalah limbah yang disebabkan PT KSL sesuai peraturan yang berlaku,” ungkapnya

Perwakilan Masyarakat Mulyadi mengaku kecewa tidak direspon nya tuntutan masyarakat. Pihaknya akan melanjutkan tuntutan itu dengan demo ke PT KSL.

“Rencananya tanggal 10 Maret ini kami akan mendesak agar PT KSL ditutup dan dicabut izin operasinya,” ujarnya

Selama dilakukan mediasi bersama komisi III, menurutnya tidak ada kata-kata yang menyebutkan nominal ganti rugi. Ini menandakan kalau perusahaan merasa hebat.

“Kami tak akan berhenti untuk memperjuangkan masalah ini, karena jelas-jelas kalau limbah perusahaan telah merugikan masyarakat,” katanya

Kepala BLH Banyuasin Syahril A Rahman menyampaikan jika benar-benar  masyarakar demo tanggal 7 Maret nanti, masalah ini akan diambil alih pihaknya. “Kalau masih juga tidak ada titik temu, silahkan dibawa ke jalur hukmum,” katanya. #mew

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Nunggak 2 Tahun, Bapenda OI Minta HK Lunasi PBB

# Sebanyak Rp8Miliar, Targetkan Capai PAD Inderalaya, BP Guna mencapai target PAD Kabupaten Ogan Ilir (OI), Bapenda terus melakukan terobosan ...