Home / Headline / Guru SD Dipukuli di Depan Murid Saat Jam Belajar

Guru SD Dipukuli di Depan Murid Saat Jam Belajar

20160306_095301

Salah satu tersangka pemukulan yang ditangkap.

Muarabeliti, BP

Warsito (43), warga SP 7, Desa Mangan Jaya, Kecamatan Muara Kelingi yang merupakan guru sekolah dasar (SD) Negeri Desa, SP 3, Temuan Sari, Kecamatan Muara Kelingi, menderita luka lebam dan bengkak di bagian rahang dan kepala, akibat dikeroyok oleh keluarga besar salah satu muridnya yang selama ini dididik olehnya, Sabtu (5/3) sekitar pukul 08.00.

Pengeroyokan hingga membuat guru ini pingsan menyebabkan kesehatan sang guru terganggu dan sempat trauma. Ia terlihat ketakutan saat dijumpai kerabat dan keluarga yang menjenguknya di klinik pengobatan desa setempat.

Kapolres Musirawas AKBP Herwansyah Saidi, melalui Kapolsek Muara Kelingi AKP Dedi Rahmad Hidayat, mengungkapkan, pengeroyokan yang menyebabkan korban harus menjalani perawatan intensif, dilakukan dua orang, yakni Suwandi (24) dan Suhardi (30) yang tak lain merupakan paman sang murid.

“Keduanya sudah berhasil ditangkap dan masih dilakukan proses penyidikan,” ungkapnya, Minggu (6/3).

Ia menjelaskan, kasus pengeroyokan tersebut berawal dari pengaduan keponakannya yang merupakan murid SD setempat, karena diperintahkan oleh korban yang merupakan gurunya, untuk pulang ke rumah, gara-gara selalu berkelahi dengan temannya satu kelas dan tidak mau dilerai.

“Karena marah melihat keponakannya disuruh pulang oleh guru, kedua pelaku langsung mendatangi sekolah tempat keponakannya belajar, serta langsung menemui sang guru dan tanpa basa-basi mendaratkan pukulan ke arah kepala sang guru,” ungkapnya.

Kapolsek menyampaikan, dari keterangan sejumlah saksi mata, korban hanya bisa pasrah saat dua orang yang merupakan kakak beradik ini memukul dirinya hingga tersungkur ke lantai dan tidak berani melakukan perlawanan.

“Pemukulan terhadap korban dilakukan kedua pelaku secara berulang-ulang dan aksi pemukulan tersebut dilakukan di depan sejumlah murid-murid di sekolah tersebut, karena saat itu masih berjalan proses belajar mengajar,” jelasnya.

Bahkan, aksi pengeroyokan yang berlangsung cukup lama ini, membuat guru lain di sekolah tersebut ketakutan dan sempat berusaha melerai aksi ini, kendati tidak dihiraukan oleh kedua pelaku.

“Karena tidak ada yang bisa menghentikan aksi tersebut, lalu salah seorang guru lain, yakni Kurnaini langsung memanggil suaminya yang tak lain kepala desa (kades) setempat, hingga aksi pemukulan tersebut dapat dihentikan dan kedua pelaku melarikan diri,” kata dia.

Ia menyampaikan, usai menghentikan aksi pengeroyokan tersebut, korban langsung dilarikan ke klinik di Desa Lubuk Muda, untuk dilakukan rawat inap.#wan

x

Jangan Lewatkan

Dirazia, Sopir Travel Pura-pura Kencing, Buang Bungkusan Uang Palsu

Muaraenim, BP–Kedapatan membawa uang palsu (upal), sopir travel asal Palembang, Emi Liza (35) dan Sapriansah (31), dibekuk aparat Polsek Tanah ...