Home / Headline / Kapolda ‘Deadline’ Satu Bulan Premanisme Jalinsum

Kapolda ‘Deadline’ Satu Bulan Premanisme Jalinsum

IMG_20160302_122652Muarabeliti, BP
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol ‎ Djoko Prastowo menegaskan premanisme di wilayah Mura dan Muratara masih ada bahkan mereka lebih teroganisir dan berani melakukan pungutan liar (pungli) secara legal di Jalinsum.
Bahkan untuk di Jalinsum Muratara sebanyak tujuh pos berdiri melakukan penarikan uang sebesar Rp50.000 sampai Rp150.000 per kendaraan truk.
‘”Enak sekali mereka menarik uang dengan paksa. Bahkan mereka tidak segan-segan mengejar kendaraan jika tidak memberi uang ketika melintas,” tegasnya saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Mapolres Mura. Rabu (2/3).
 Masih kata Kapolda, ketujuh pos itu bernama semua seperti di Desa Karang Jaya, Batu Gajah, Maur, Rupit, Karang Anyar, Remban, dan Rawas Ulu. Mereka menamakan pos itu pos ABG, Pos SMS, Pos APM, dan Pos PKJR.
Nah, kalau dibiarkan baru ada pos sekarang bisa saja bulan depan sudah menjadi sepuluh pos. Apa hak mereka menarik uang kalau tidak kasih uang mobil dikejar dan pengemudi diancam.
“‘Saya ingatkan satu bulan selesaikan. Jangan cepat-cepat kasih nafas mereka untuk berubah. Panggil seluruhnya karena pendirian pos tanpa izin apa kewenangannya karena itu aksi premanisme,” jelasnya.
Tuntaskan pos premanisme Jalinsum Muratara itu dengan waktu satu bulan. “Tolong Bupati, instansi terkait, camat dan kades selesaikan. Jika tidak maka Polri mengambil langkah. Karena tidak ingin ada tenggang rasa lagi karena mereka juga tidak ada tenggang rasa.”
“Ini atensi untuk Kapolres, Kapolsek dan lainnya. Jangan kerja sendirian tetapi libatkan Dandim, dan Danramil. Karena mereka siap tidak siap dengan jiwa korsa pasti membantu.”
“Jika Polres kewalahan Polda siap bantu. Karena langkah Polri tegas tidak ada namanya tenggang rasa mereka melanggar apa hak mereka karena itu meresahkan masyarakat dan sudah banyak laporan diterima,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Mura AKBP Herwansyah Saidi menegaskan, pihaknya tidak akan mundur terhadap aksi premanisme. Apalagi di Jalinsum Muratara yang sudah meresahkan masyarakat.
“‘Saya janji jika mereka masih melakukan hal tersebut merah putih. Negara saya hadirkan tumpas aksi mereka,” tegasnya.#wan
Baca:  Kapolda Sumsel Sebut People Power Inkonstitusional
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Polisi Mencium Bau Alkohol dari Mulut Pelaku Kerusuhan di Flyover Slipi

Jakarta, BP — Sejumlah orang dari sekelompok massa yang melakukan kerusuhan di flyover Slipi, Jakarta Barat diamankan polisi. Diduga sebagian ...