Home / Hukum / Temuan Mayat Yoppy Bermula dari Laporan Keluarga

Temuan Mayat Yoppy Bermula dari Laporan Keluarga

Baturaja BP
Setelah menghilang sejak Minggu (21/2) lalu akhirnya Branch Operational Manager Bank Mandiri Baturaja Yoppy Novrianto (35) warga Palembang ditemukan. Namun sayangnya korban diketemukan tewas mengenaskan di Desa Lubay, Kabupaten Muaraenim  pada Rabu (24/2) sekitar pukul 04.00 dinihari.

Kapolres OKU AKBP Dover Christian, SIk, MH didampingi Kasat Reskrim AKP Rivanda, SIk dan Kanit Pidum Ipda Novel menjelaskan kalau terungkapnya kasus menghilangnya Branch Manager Bank Mandiri ini berawal dari adanya laporan dari pihak keluarga korban pada Senin (22/2).

“Kasus ini berawal dari laporan polisi pada Senin (22/2), selajutnya  petugas kita baik itu Satreskrim maupun Satintelkam langsung bergera melakukan penyelidikan di lapangan dan pada Selasa (23/2) sekitar pukul 15.00 petugas kita akhirya berhasil menemukan barang bukti berupa  mobil Toyota Rush hitam milik korban dalam keadaan kosong dan terkunci di kawasan Karang Sari, Desa Tanjung Baru Baturaja Timur,” ujar Kapolres.

Mendapati temuan tersebut, lanjut Kapolres petugas langsung melakukan penyisiran di lokasi yang berdekatan denggan rel kereta api tersebut. Namun si pemilik mobil yakni Yoppy tidak berada disana.”Kita sudah menyisir lokasi sekitar, Yoppy tidak ada. Sementara di dalam mobil kosong. Semua tampak biasa,” ungkapnya.

Selanjutnya, jajaran Satreskrim kembali melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan korban Yoppy. Dan hasilnya mengarah kepada dua orang pelajar yakni  MH (15) seorang pelajar SMKN di wilayah kabupaten Muaraenim serta RS (15) pelajar di sekolah yang sama. “Dari hasil penyelidikan dan informasi dari masyarakat, kita mendapatkan dua nama yani MH dan RS, keduanya merupakan pelajar di salah satu SMK Negeri di Muaraenim”ujar Kapolres saat menggelar konferensi pers Kemarin (24/2).

Baca:  Pembunuh Manager Bank Mandiri Ternyata Pelajar SMK

Petugas pun langsung melakukan penyergapan terhadap kedua pelakuu yang masih tergolong Anak Baru Gede (ABG) ini di kediaman mereka di Desa Lubay sekitar pukul 02.00. “Kedua tersangka kita tangkap Rabu (24/2) dinihari di rumah masing-masing di Desa Lubay tanpa perlawanan,” ungkap Kapolres.

Setelah menangkap kedua pelaku, kita langsung melakukan interogasi guna mencari tahu keberadaan korban Yoppy. Dan dari hasil keterangan kedua tersangka akhirnya kita bisa menemukan korban yang telah tewas terkubur dengan masih menggunakan pakaian lengkap.

Mengenai motif pembunuhan yang dilakukan oleh kedua tersangka Kapolres enggan menyebutkan namun dari keterangan kedua tersangka terdapat dua tersangka lainnya yakni yakni AR dan Sep yanng turut terlibat dalam kasus ini. “Motifnya masih kita dalami, ada dua tersangka lain yang juga masih pelajar yang saat ini masih buron,” tegasnya.

Baca:  AK Kenal Yoppy Dengan Nama Yudi

Sementara, di hadapan penyidik MA dan RS menuturkan, baru kenal dengan korban setelah diperkenalkan oleh temannya, Sep (16), pelajar SMA di Baturaja, OKU. Lalu dari perkenalan itu, kedua tersangka diajak korban jalan-jalan mengitari Kota Baturaja, Minggu (21/2) malam.

Selanjutnya di tengah perjalanan kata MA, Yoppy kesal dan sempat marah-marah dengan MA dan RS, sebab merasa tidak puas atas pelayanan keduanya. Merasa ketakutan, RS secara spontan menjerat leher korban dengan fan belt dan aksinya itu ikut dibantu MA.

“Kami berdua langsung bekerj asama menarik fan belt yang sudah saya lilitkan di leher korban. Demi Allah awalnya kami tidak ada niat ingin membunuhnya, tetapi cuma ingin sekadar membuat Yoppy pingsan saja,” sesalnya.

Kemudian kedua tersangka dengan leluasa mulai mencuri barang berharga milik korban, seperti laptop dan handphone. Namun alangkah terkejutnya MA dan RS, ternyata Yoppy tidak bernapas lagi. “Malam itu kami panik,” ungkapnya.

Selanjutnya, kedua pelaku langsung membawa mayat Yoppy dengan mengendarai mobil Toyota Rush milik korban ke Desa Lubay. “Kami langsung menghubungi teman berinisial AR (17) agar membantu menguburkan mayat Yoppy. Karena ingin cepat, jazad korban kami kuburkan ke dalam lobang sedalam 1,5 meter yang ada di Desa Lubay,” ungkapnya.

Baca:  Pamit Pergi Nongkrong, Bocah SMP Hilang

Pantauan di Kantor Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Suara tangisan dan lengkingan dari pihak keluarga menangis histeris. Mereka memaksa ingin melihat para pelaku.”Mana pelakunya. Terlalu kejam oi pelaku kamu nie. Silakan ambil mobil dan harta Yoppi tapi jangan nyawanya,” kata seorang ibu-ibu berjilbab hitam sembari menangis keras, yang merupakan keluarga Branch Operasional Manager Bank Mandiri Cabang Baturaja, Yoppy Novrianto..

HR salah seorang keluarga korban mengaku tidak mengenal para tersangka pelaku pembunuhan berinisial A (15) dan R (15) warga Lubai, Kabupaten Muaraenim. “Kami tidak kenal dengan para pelaku. Bahkan saya tidak pernah melihat,” ujar HR.

Yoppi kata Hr, merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Dan baru menikah dua tahun lalu. Pihak keluarga tidak menyangka kejadian bisa seperti ini. Sebab tidak ada tanda-tanda sebelumnya.”Tidak ada tanda-tanda atau pirasat. Rencana kami korban akan di makamkan di Palembang. Namun sebelum itu akan di otopsi dulu di Palembang,” ceritanya.

Hr mengaku, sosok Yoppi merupakan teladan yang baik. Orangnya jerdas dan ramah. Sama tetangga juga baik. Yoppi baru empat bulan di Baturaja.”Maaf ya istrinya masih shok, belum bisa diajak ngobrol,” katanya. #rad

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Petani Sawit Tewas Dengan Luka Tembak di Sekujur Tubuh

Sekayu, BP–Sesosok pria ditemukan tak bernyawa dengan tubuh penuh luka tembak di area perkebunan sawit di Dusun 1 Desa Sinar ...