Home / Advertorial / Bersama PKK Membangun Sumsel

Bersama PKK Membangun Sumsel

Sumatera Selatan merupakan kota yang memiliki potensi besar. Untuk mengembangkan itu perlu adanya kerja sama pemerintah daerah dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk membangun Sumsel.

Pekarangan Jadi Lahan Sayur Tanaman HiasKetua Tim Penggerak PKK Sumsel Hj Eliza Alex Noerdin mengatakan, perempuan sejatinya memiliki potensi yang besar untuk pembangunan di daerah, terutama potensi ekonomi kerakyatan. Namun, potensi besar tersebut harus dikelola dan diarahkan agar menjadi potensi untuk menunjang pembangunan di daerah.

“PKK merupakan mitra dari pemerintah untuk bersama-sama membangun Sumsel, juga termasuk bersama dengan tim PKK masih tetap melaksanakan 10 program PKK yang lama masih dijalankan,” katanya usai Pelantikan Ketua TP PKK Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, Musirawas, Penukal Abab Lematang Ilir, Musirawas Utara, di Griya Agung, Rabu (17/2).

Dikatakan Eliza, gerakan PKK agar dapat meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan dengan tujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berbudi luhur.

Pelaksanaan kegiatan Tim Penggerak PKK melalui 10 program pokok PKK adalah mitra kerja pemerintah yang keberadaannya tersebar di seluruh pelosok nusantara mulai dari tingkat pusat sampai desa atau kelurahan. Program pokok itu di antaranya gotong royong, pangan, kesehatan, dan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Musirawas Noviar Marlina Hendra Gunawan mengatakan pihaknya akan menjalankan program PKK yang sebelumnya maupun menggagas yang baru.

“Seperti kesehatan, pangan, pendidikan, yang jelas ujung tombak PKK di desa-desa harus diaktifkan. Kita akan bermitra dengan pemerintah. Seperti yang dikatakan oleh Gubernur H Alex Noerdin, pilar PKK adalah pilar pembangunan dan PKK merupakan mitra pemerintah,” katanya.adv
Pekarangan Jadi Lahan Sayur Tanaman Hias

Pekarangan rumah masyarakat perkotaan jarang sekali diberdayakan untuk menanam tumbuhan palawija atau holtikultura. Kebanyakan masyarakat menanam tanaman hias yang lebih indah dipandang.

Namun Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Selatan memiliki gagasan lain. Mereka mencoba memanfaatkan kegunaan lain holtikultura yang selain bisa dikonsumsi, juga dimanfaatkan sebagai tanaman hias.

Ketua TP PKK Sumsel Hj Eliza Alex Noerdin mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Sumsel untuk mendirikan Kitchen Garden yang terletak di dalam kawasan Jakabaring Sport City (JSC) untuk dijadikan percontohan taman tumbuhan holtikultura sebagai tanaman hias.

“Ini sebenarnya tercetus dari impian ibu-ibu PKK sejak 2012 lalu, selepas kunjungan ke Dataran Tinggi Cameron, Malaysia. Kaum ibu ingin memiliki kebun sayuran palawija yang indah dipandang. Atas kerja sama yang baik dengan Dinas Pertanian, terlaksanalah Kitchen Garden ini,” ujarnya usai melakukan panen di Kitchen Garden.

Eliza menjelaskan, pembuatan Kitchen Garden ini sebagai percontohan dalam skala kecil agar TP PKK kabupaten/kota serta masyarakat umum pun membuat kebun seperti ini dipekarangan rumah mereka.

Dirinya mencontohkan, dengan bibit yang bagus, perawatan yang intens, serta tempat yang terpelihara, tanaman palawija bisa menjadi tanaman hias yang indah.

Eliza tak menampik, butuh waktu yang lama untuk menghasilkan sayur mayur yang terbaik. Sebelumnya, banyak tangan-tangan jahil dan kurangnya perawatan, menyebabkan tanaman palawija di Kitchen Garden kurang maksimal saat datang masa panen. “Namun sejak 2014 dirawat dan dijaga dengan baik, akhirnya bisa menghasilkan tanaman yang bagus,” tutur Istri Gubernur Sumsel ini.

Berbagai sayur mayur ditanam di dalam screen house berukuran 20×15 meter ini. Beberapa diantaranya yakni tomat, timun, kubis, terong ungu, pare belut, cabe merah, labu panjang, kacang panjang, daun kucai, belut, kencur, jahe, kunyit, daun seledri, lidah buaya, serta daun sirih.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Erwin Noorwibowo menuturkan, seluruh yang ditanam di Kitchen Garden merupakan komoditi holtikultura yang bukan hanya diberdayakan di Sumsel. Bahkan tanaman yang tidak biasa ditanam di Sumsel seperti kubis, bisa ditanam di sini.

“Konsep Kitchen Garden memang dicetuskan  oleh Ibu Gubernur. Beliau ingin mencontohkan tanaman sayuran dengan penataan yang baik. Kami menanam tumbuhan sayur yang memang banyak disukai pasaran agar masyarakat lebih tertarik untuk menanam di kebun sendiri,” jelasnya.
Selama ini, Erwin menjelaskan, masyarakat kota yang memiliki pekarangan kurang memanfaatkannya lebih baik dengan menghilangkan tanah ditutup dengan beton. Padahal bila dimanfaatkan dengan baik menjadi kebun dalam pekarangan, masyarakat mendapatkan keuntungan ganda. Selain memiliki kebun yang indah dipandang, hasilnya pun bisa menjadi konsumsi keluarga.

“Di Kitchen Garden sendiri kami menggunakan bibit yang dijual di pasaran, namun kami pilih yang hybrid yang sudah melalui seleksi genetika sehingga ini adalah bibit yang paling unggul. Yang berbeda hanya perawatannya. Di sini seluruh tanaman merupakan organik, tanpa menggunakan pestisida,” ujar Erwin.

Terdapat empat petugas perawatan dan dua pengawas di Kitchen Garden. Bila masyarakat tertarik untuk menanam di rumah masing-masing dan ingin tahu caranya, bisa menanyakan segala hal kepada petugas di Kitchen Garden. Dimulai dari mendapatkan bibitnya dari mana hingga perawatannya.

“Kami ajarkan cara penanaman serta peletakan bibit agar secara estetika, bisa menjadi lebih cantik. Tanaman holtikultura bisa dikembangkan jadi tanaman hias juga dengan pengaturan yang baik,” tandasnya.adv

 

KOMENTAR

Peran Tak Terpisahkan

Anwar Hasan, Anggota DPRD Sumsel

PERAN wanita dalam pembangunan tidak bisa terpisahkan. Apa yang dikatakan Gubernur benar, karena wanita berperan ganda, di samping sebagai pendamping suami, sebagai ibu rumah tangga, berperan juga sebagai penentu dalam pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. Sehingga di dalam keluarga dia sebagai penentu pembina sikap mental dalam keluarga. Sebab pembagunan fisik harus juga dibarengi dengan pembangunan sikap mental sehingga menghasilkan pembangunan yang berhasil guna dan berdaya guna.Maka peran wanita dalam pembangunan tidak bisa terpisahkan.

Jangan Lupa Kodrat

Himawan, Masyarakat

KEDUDUKAN wanita hingga kini sangat strategis, baik sebagai ibu rumah tangga maupun masyarakat. Untuk itu kaum wanita jangan lupa akan kodrat dasarnya di rumah tangga, karena maju tidaknya suatu bangsa itu dimulai dari keluarga.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Forum Pemuda NKRI Kutuk Pengeboman di Samarinda

Palembang, BP Pengeboman yang terjadi  depan gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur  yang terjadi Minggu (31/11), mendapat reaksi serta kecaman ...