Home / Advertorial / Percepat Pembangunan Transportasi

Percepat Pembangunan Transportasi

Pelaksanaan pembangunan sejumlah proyek di Sumatera Selatan terus digeber. Agar perekonomian bisa lari kencang.

IMG_9950Gubernur Sumsel H Alex Noerdin bersama gubernur lainnya se-Sumatera menghadiri Rapat Koordinasi dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kamis (11/2) untuk membahas pembangunan transportasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Alex menuturkan, percepatan pembangunan di Sumsel bukan hanya karena provinsi ini akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Pembangunan infrastruktur memang harus dikebut agar perekonomian bisa lari kencang.

“Apa yang digagas Kemenhub untuk menyamakan persepsi program pembangunan transportasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah patut diacungi jempol. Bagi pemerintah daerah, pertemuan semacam ini membuka ruang dan menjadi tempat memperbaiki atau memasukkan usulan baru. Meski saya sangat sibuk, tetap meluangkan waktu untuk tetap hadir,”  tuturnya usai Rakor.

Gubernur dua periode ini langsung mengajukan sejumlah usulan kepada Menhub, mulai dari penyerahan bandara ke pemerintah pusat dan pengajuan penambahan anggaran untuk pembebasan lahan proyek kereta api Trans Sumatera.

Untuk Trans Sumatera, Alex memaparkan, anggaran yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp5 miliar dirasa terlalu kecil. Idealnya butuh sekitar Rp10-15 miliar. “Kami ajukan tambahan tidak banyak, sekitar Rp10-15 miliar di APBN-P 2016 untuk pembebasan lahan,” ujar Gubernur pertama peraih Astha Brata Madya Utama Pamong Praja ini.

Pembebasan lahan, sambungnya, perlu mendapat perhatian serius. Sebab prosesnya selalu menjadi bagian tersulit dalam sebuah proyek pembangunan. Awalnya, ia bercerita, Kemenhub sengaja mengucurkan anggaran kecil lantaran dikhawatirkan jika terlalu besar tidak akan maksimal penyerapannya di kemudian hari.

“Pemerintah pusat tidak perlu takut soal penyerapan. Kalau pun tidak mencapai 100 persen, hal itu bukanlah persoalan karena bisa digunakan untuk tahun depan,” ujarnya.

Selain proyek Trans Sumatera, Pemprov Sumsel juga menargetkan memasang CCTV di jalan nasional yang ada di daerah ini. Alex mengungkapkan, CCTV diperlukan untuk keselamatan berlalu lintas di jalan. Pihaknya berencana memasang CCTV di 600 titik Kota Palembang dengan estimasi anggaran Rp289 miliar.

Sementara untuk bandara, pihaknya siap menyerahkan sejumlah bandara ke pemerintah pusat di antaranya Bandara Silampari Kota Lubuklinggau dan dua bandara lagi, yakni Atung Bungsu di Pagaralam dan Bandara Banding Agung di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, Kemenhub mengalokasikan anggaran tahun 2016 sebesar Rp48,46 triliun dengan fokus kerja peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi, peningkatan kualitas pelayanan, peningkatan kapasitas, dan tata kelola dan regulasi/dukungan manajemen.adv

 

Menjaga Kecantikan dan Kebersihan Kota Palembang

 Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta masyarakat tidak melakukan pembangunan infrastruktur selama tiga bulan sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. Ini untuk menjaga kecantikan dan kebersihan Kota Palembang.

“Kalau di pinggir kota, silakan, tapi kalau pusat kota dan jalan utama tidak boleh ada pembangunan,” kata Gubernur usai Rapat Paripurna di DPRD Sumsel, Selasa (19/1).

Malahan dia berharap, satu tahun sebelum Asian Games 2018, Kota Palembang sudah harus bersih dan tidak boleh ada pembangunan di pusat kota. “Seperti Pasar Cinde, kalau sekarang kumuh dan becek, setelah jadi pasar modern lebih rapi. Tapi syaratnya satu, pedagang lama tidak boleh tergusur, sudah diinventarisir dan itu yang diutamakan. Setelah itu baru bisa penambahan pedagang baru,” katanya.

Proses pembangunan di Kota Palembang tak hanya pada kawasan Jakabaring Sport City (JCS), yang menjadi lokasi penyelenggaraan Asian Games, namun juga infrastuktur pendukungnya.

Setidaknya, tiga tahun sebelum penyelenggaraan Asian Games, sudah Rp23 triliun dana pusat digelontorkan ke Sumsel. Pembangunan infrastruktur yang dikebut di antaranya jalan tol, Jembatan Musi IV, Musi VI, pengadaan sarana kereta light rail transit (LRT) di tengah Kota Palembang, hingga pengembangan kawasan ekonomi, pariwisata, dan lainnya.

Alex mengatakan, Kota Palembang sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018, akan makin dibenahi. Berbagai sarana dan layanan publik akan diubah menjadi berkelas internasional. Selain LRT, Palembang juga akan mendapatkan alokasi bus Transmusi. “Ini benar-benar membuat Palembang makin maju,” katanya.

Tak hanya sarana transportasinya, kata Alex, pembangunan sarana penunjangnya lainnya juga dikebut. Di tahun 2016, pembangunan dua Jembatan Musi, guna mengurai kemacetan di pusat kota dilanjutkan. Jembatan Musi IV yang menghubungkan kawasan 3 Ilir dan 14 Ulu, sedangkan Musi VI akan menghubungkan kawasan 32 Ilir dan 2 Ulu terus dibangun oleh pemerintah pusat dan daerah.

“Selain di Palembang, Sumsel juga kebagian pembangunan jalan tol yang sudah mulai dilaksanakan pada 2015. Sedangkan tahun depan, pembangunan tersebut terus dilanjutkan,” katanya.

Geliat pembangunan, kata Alex, tidak hanya pada transportasi, tapi juga pemukiman. Saat ini, pembangunan Rusunawa dan Rusunawi terus dibangun di kawasan Ulu Kota Palembang.adv

 

KOMENTAR

 Pasti Lebih Baik

H Rosihan Arsyad, Mantan Gubernur Sumsel

Sumsel ke depan pasti lebih baik. Driving factor-nya adalah pembangunan infrastruktur jalan tol dan persiapan Asian Games 2016. Syaratnya masyarakat kecil dan UKM harus dilibatkan.

Selain itu basis ekonomi Sumsel sudah kuat yang dibangun sejak 2000 waktu menyiapkan PON XVI yang mempercepat pembangunan infrastruktur ditambah percepatan oleh ISG dan Sea Games.

Kepemimpinan provinsi dan kabupaten yang andal dengan konsep pembangunan infrastruktur dan sektor unggulan harus diperkuat. Interkonektivitas antar wilayah harus ditingkatkan, termasuk melalui sungai.

 

 Puncak Pembangunan  Sumsel

 Tuan Guru Fikri AlMuslim, Pendiri di Perguruan Alhikmah Aceh, Owner di Syifa Entertainment dan Pendiri di Padepokan Bumi Serunting Sakti

Dalam analisa numerologi, tahun 2016 ini berada di indeks angka 9. Angka ini merupakan angka tertinggi dalam numerologi maupun mitologi budaya berbagai bangsa di dunia ini.

Koneksitas dengan pembangunan di Sumatera Selatan, maka tahun ini menjadi puncak pembangunan berbagai proyek infrastruktur dan suprastruktur Sumsel. Secara umum tahun ini diprediksi sebagai tahun kemajuan, khususnya pembangunan di bidang ekonomi bagi Sumsel. Insya Allah.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Forum Pemuda NKRI Kutuk Pengeboman di Samarinda

Palembang, BP Pengeboman yang terjadi  depan gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur  yang terjadi Minggu (31/11), mendapat reaksi serta kecaman ...