Home / Sumsel / Lahat / Empat Anak Dirantai dan Dipaksa Mengemis

Empat Anak Dirantai dan Dipaksa Mengemis

IMG_20160218_072350_001Lahat, BP
Kekagetan Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai dan Ketua P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Perlindungan Anak) Hj RR Kurnia Sismartianti Aswari tak terbendung saat mendapatkan laporan warga ada empat anak yang dipasung orangtuanya dengan cara dirantai. Keempat anak tersebut R (13),  R (Rohayati) (12), S (9). dan adiknya. D (8), keempatnya anak perempuan pasangan R (50) dan N (50). Pasangan ini tinggal di Gang Cermin RT 03 Rw 02 Kelurahan Kota Jaya, Lahat yang juga   diduga memiliki 12 anak.
“Kami kaget mendengar laporan warga soal ini dan meminta semua instansi terkait segera ambil tindakan,” terang Bunda Lisa, sapaan Hj RR Kurnia Sismartianti Aswari.
Dijelaskannya, sebagai Ketua P2TP2A dirinya sedih dan marah dengan tindakan orangtua yang notabene  harusnya mengayomi dan melindungi mereka dari kekerasan apa pun. “Kita akan bekerja sama dengan tim yang membidangi masalah untuk mencari tahu penyebab dan menindak lanjut orang tua tersebut,” paparnya.
Selanjutnya menurut Bunda Lisa,  kondisi anak-anak tersebut sulit memberikan keterangan sebab sudah biasa dikendalikan orang tuanya untuk berbohong. “Kita perlu tenaga ahli seperti psikolog dan pihak terkait menangani hal ini,” ungkapnya.
Diduga anak-anak tersebut sejak kecil disuruh mengemis dengan setoran Rp100 ribu masing-masing anak per hari. Dan bekas rantai tersebut sudah lama terlihat dari kaki empat anak-anak itu ada bekasnya. Saat ini keempat anak, kedua orangtuanya. dan barang bukti rantai dan gembok sudah diamankan pihak PPA . “Saat ini kita masih meminta keterangan dari mereka semua dan kita belum bisa memberikan keterangan,” ungkap Ipda Marty Fitrianty di ruang PPA.
Hingga sore hari pemeriksaan belum selesai. Apalagi salah satu anak sempat diduga hamil, setelah diperiksa  ke RSUD Lahat ternyata belum diketahui kepastiannya. “Untuk saat ini dipastikan tidak hamil,” jelas Ketua LP3A M Aprilita yang mendampingi saat pemeriksaan.
Menurutnya berdasarkan UU Perlindungan Anak Nomor 32 tahun 2002 perubahan UU no 35 tahun 2004 adanya kekerasan fisik dan psikis. “Bisa saja kedua orangtuanya dijerat hukuman minimal 3 tahun maksimal 13 tahun, kita terus mengiring persoalan ini supaya anak-anak tersebut mendapatkan haknya, karena mereka tidak manusiawi memperlakukan anak-anak tersebut sebagai orangtuanya,” tegas M Aprilita.#ufi

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tahun Baru, 71 Anggota Polres Lahat Naik Pangkat

Lahat, BP Jelang tahun baru 71 orang anggota jajaran Polres Lahat mendapatkan ‘reward’ kenaikan pangkat. Di Mapolres Lahat, Sabtu (31/12) ...