Home / Sumsel / Muaraenim / Irigasi Cahaya Alam Kembali Longsor

Irigasi Cahaya Alam Kembali Longsor

#Panjang 70 Meter dan Retak Dalam 10 Meter

#PU BM Terjunkan Tim ke Lokasi

IMG_20160218_151440Muaraenim, BP

Kemarau panjang yang cukup ekstrem di tahun 2015 menimbulkan penderitaan sangat berat bagi masyarakat petani di Desa Cahaya Alam dan Desa Datar Lebar, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muaraenim. Betapa tidak, pada musim kemarau lalu kedua desa ini mengalami kesulitan air luar biasa sehingga untuk mendapatkan air untuk kebutuhan mandi masak mandi dan cuci harus berjalan 7 km, sementara di musim penghujan pada saat ini masih saja tetap kekurangan air untuk kebutuhan mandi cuci dan mengairi ratusan hektar sawah mereka.

Informasi yang dihimpun Kamis(18/2) kemarin, siring panjang yang baru selesai dibangun tahun 2014 tidak bisa dinikmati masyarakat kedua desa dengan baik, karena hampir setiap minggu mengalami longsor.

Pada Rabu (17/2) lalu siring panjang yang diperuntukkan mengairi ratusan hektar sawah tersebut mengalami longsor sepanjang 70 meter dengan kedalaman sekitar 30 meter, kemudian siring yang disemen pada 2014 juga saat ini sudah mengalami keretakan cukup besar sepanjang 30 meter, bahkan tinggal menunggu amblas lagi. Diperkirakan jika terjadi hujan deras sepanjang 30 meter yang sduah disemen tersebut akan langsung amblas, karena itru masyarakat tidak berani mendekatinya terlebih dahulu takut terseret longsor.

Baca:  Longsor Tutupi Badan Jalan, 2 Kecamatan Terisolir

Kepala desa Datar Lebar Edwar Sarpuni dan Kepala Desa Cahaya Alam Amrollah yang dikonfirmasi Kamis membenarkan telah terjadi musibah siring longsor yang melanda desanya tersebut,menurut kedua kepala desa tersebut siring tersebut merupakan siring utama bagi masyarakat desa Cahaya Alam dan desa datar lebar dalam memneuhi kebutuhan air sehari-hari bagi masyarakat baik untuk mandi,cuci masak dan mengairi sawah-sawah  masyarakat yang saat ini masih banyak yang belum bisa ditanami padi karena siring sering amblas sehingga air tidak sampai ke sawah  mereka.

Kepala Desa Datar Lebar mengharapkan musibah siring longsor yang nyaris setiap minggu ini dapat diberikan bantuan oleh pihak-pihak terkait, terutama dinas yang berkompeten yang diperkirakan memiliki keahlian dalam soal pembangunan irigasi ini, karena kalau tidak ada solusi dalam upaya perbaikannya secara permanen, bukan saja  tidak bisa menggarap sawah akan tetapi akan kesulitan untuk mendparakan kebutuhan air untuk dikonsumsi masyarakat sehari-hari, sebab walaupun ada pamsimas semuanya bersumber dari air siring tersebut.

Baca:  Longsor Dan Banjir Bandang Di OKUS , Satu Warga Meninggal Dunia, Dua Luka-Luka

Menurut Edwar, sebelum terjadi longsor besar sekarang ini, lima hari sebelumnya sudah longsor juga,tapi bisa diperbaiki dengan melakukan gotong royong ratusan masyarakat,alhamudlilah selama empat hari masyarakat sudah bisa meneruskan pembajakan sawahnya dan sebagian ada yang langsung menanam padi,tapi rabu kemaren kembali longsor dan sudah sulit ditangani masyarakat, karena rusak besar serta dibagian yang sudah disemen retak besar dan masyarakat takut mendekatinya.

Sementara sejumlah warga mengatakan, terkait siring tersebut,sejak disemen tahun 2014 lalu yang terjadi penyempitan lubangnya siring panjang tersebut banyak sekali masalah,kalau di alirkan air dengan volume tinggi dinding siring banyak longsor, kalau dialirkan kecil airnya tidak mencukupi untuk dfua desa, padahal sebelum dilakukan penyemenan tersebut kondisi siring walaupun dindingnya masih tanah tidak sesering sekarang ini longsornya dan tidak separah sekarang ini, karena memang lubangnya cukup besar sehingga air leluasa mengalir walaupun jumlah besar,karena airnya tidak sampai meluap.

Baca:  Empat Daerah Sumsel Dipetakan Rawan Longsor

Bahkan masyarakat pemilik siring yang saat itu sudah mengirim surat secara resmi kepada Bupai Muaraenim dan Dinas bina Marga untuk ditinjau ulang proyek pembangunan siring panjang tersebut.karena siring setring meluap dan mengalami banyak kebocoran,bahkan kepada pihak pemborongnya saat itu sudah sering diingatkan agar tidak menyemen yang sudah ada didndingnya agar siring tidak menyempit,ttetapi pemborongnya saat itu tidak pernah menghiraukan permintaan masyarakat,walaupun sering berdebat dengan pemilik siring saat emngerajakan proyek tersebut.

Terkait longsor siring tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Ir H Ahmad Yani Hariyanto  yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya akan meninjau lokasi longsor tersebut agar bisa dikaji tindakan apa yang bisa dilakukan untuk menangani siring masyaraktat yang sering mengalami longsor tersebut. #nur

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pemkab Muaraenim Siapkan Benih Karet 500 Hektar

Muaraenim, BP–Pemkab Muaraenim pada tahun 2019 ini kembali mengalokasikan dana APBD dan APBN pengadaan benih karet yang akan diberikan kepada ...