Home / Budaya / Sumsel Jadi Lokasi Penelitian Kerajaan Sriwijaya Terbanyak

Sumsel Jadi Lokasi Penelitian Kerajaan Sriwijaya Terbanyak

kerajaan-sriwijaya-3-638Palembang, BP
Sumsel dan sekitarnya ternyata menjadi lokasi penelitian arkeologi tentang Kerajaan Sriwijaya terbanyak dibandingkan provinsi lainnya.
Arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Palembang, Nurhadi Rangkuti, mencontohkan kalau Kerajaan Kutai Kartanegara dan Kerajaan Taruma Negara yang muncul lebih dahulu dari Kerajaaan Sriwijaya, namun lokasi arkeologinya hanya ada beberapa titik.
“Kalau Kerajaan Sriwijaya khn banyak peninggalannya sampai ke Jambi. Makanya pertama abad ke 7 sebelum dia menjadi kerajaan tentu ada masyarakat yang sudah eksis di Sumsel, terutama di Palembang. Hal tersebut bisa dilihat dari situs pra Kerajaan Sriwijaya di Pantai Timur, Sumsel dengan yang ada di Palembang, termasuk juga peninggalan Sriwijaya kan ada di Pantai Timur sampai nyeberang ke kota Kapur Bangka Belitung,” katanya, Minggu (14/2).
Lalu setelah abad ke VIII hubungan Kerajaan Sriwijaya sampai ke Thailand hal ini dibuktikan adanya peninggalan prasasti Kerajaan Sriwijaya di Thailand Selatan yang bernama Namancitamarat ditemukan di salah satu Pura di Thailand.
“Kita kan survei di Pantai Timur Sumatera yang punya pantai timur itu Jambi dengan Sumsel ternyata Sumsel yang tertua dari Jambi. Sumsel sejak awal masehi, nah kalau di Jambi baru kita ketemukan penemuannya abad ke IX dan abad ke X, itu beberapa ratus tahun lebih tua, itu mungkin saat tumbuhnya peradaban di Pantai Timur ini itu di Sumsel dulu, di mana komoditi kayak tembikar dan manik-manik dari India banyak ditemukan di Sumsel, Karang Agung di Air Sugihan, namun saat kita mau ke utara ke Pantai Jambi paling sementara yang tertua abad IX dan abad X itu terlihat dari keramiknya,” katanya.
Sehingga, menurutnya, Sumsel ini menjadi menarik untuk membicarakan proses munculnya Kerajaan Sriwijaya.
“Karena itu kita fokus ke Pantai Timur, sedangkan ke Palembang mau kita gali sudah jadi kota, di Bukit Siguntang kita fokus di sana,” katanya.
Sedangkan penggalian sekitar Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Gandus sudah dilakukan penggalian mulai tahun 1985 hingga 1992.
“Di TPKS yang namanya struktur bangunan tidak ditemukan, jadi yang ditemukan kayak tiang kayu, keramik-keramik dan kanal-kanal kuno. Itu perkiraan mungkin perkembangan kemudian di mana keramiknya banyak dari abad ke IX dan abad ke X dari Dinasti Tang dari Cina. Jadi ini mungkin perkembangan kerajaan Sriwijaya di kota Palembang dan kita memang memfokuskan awalnya Kerajaan Sriwijaya di sekitar Bukit Siguntang tapi sekitar Bukit Siguntang sudah perumahan semua, nggak bisa lagi, kalau memang bagus lagi penggaliannya harus sekitar Bukit Siguntang,” katanya. #osk

Baca:  Brigjen TNI Syafrial, PSC., M. Tr (han) Jabat Kasdam II Sriwijaya
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

90 Menit Judika Bius Penggemarnya di Palembang

Palembang, BP–Judika berhasil membius para penonton yang memadati Ballroom Aryaduta Hotel Palembang, Jumat (27/7/2018) malam. Dalam konser bertajuk ‘Special Night ...