Home / Headline / Ekonomi Sumsel Harus Ada Gebrakan Pemerintah

Ekonomi Sumsel Harus Ada Gebrakan Pemerintah

Sematang Borang-20141219-10384Palembang, BP

Pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan yang dipatok pemerintah provinsi itu sebesar 6,25% pada tahun ini harus ada gebrakan dari pemerintah. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel Hamid Ponco Wibowo mengatakan, pemerintah daerah memiliki tugas besar jika ingin mewujudkan pertumbuhan ekonomi hingga 6,25%.

“Harus ada reformasi struktural, terutama di bidang komoditas, kita jangan hanya mengekspor bahan mentah tetapi perlu hilirisasi,” katanya, Kamis (11/2).

Dia mengatakan, dalam Rencana Panjang Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumsel, target pertumbuhan ekonomi 2016 sebesar 6,25% sementara proyeksi BI Sumsel pertumbuhan berada di level 5,6% hingga 6,3%.

Menurut Ponco, sebagai provinsi yang mengandalkan komoditas sebagai sumber ekspor, Sumsel memiliki tantangan sepanjang tahun ini. Apalagi, Sumsel juga merupakan salah satu produsen minyak di Tanah Air yang juga terkena dampak dari anjloknya harga minyak internasional.

Baca:  2016, ‎Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Ditargetkan 6,3 Persen

“Pasti akan berpengaruh terhadap nilai ekspor Sumsel dan nanti akhirnya berdampak pada besaran pertumbuhan ekonomi, makanya perlu effort khusus dari pemerintah,” ujarnya.

Akan tetapi, Ponco melanjutkan, pergerakan harga komoditas perkebunan tampaknya berkembang ke arah positif. Dia menerangkan secara umum, produsen karet yang berasal dari tiga negara (ITRC) sudah sepakat membatasi ekspor mulai Maret 2016 untuk mendongkrak harga di pasar internasional.

Baca:  2016, ‎Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Ditargetkan 6,3 Persen

Sementara harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) juga sejak awal Januari menunjukkan peningkatan dan berpotensi reli pada bulan ini. “Sekarang ini memang ada sedikit perubahan, ada pembatasan ekspor karet, harga CPO juga membaik,” katanya.

Tak hanya itu, bank sentral juga berharap pertumbuhan ekonomi Sumsel tahun ini dapat ditopang dari sektor investasi. “Pembangunan infrastruktur, seperti jalur kereta api ringan (LRT) diharapkan berpengaruh ke investasi, LRT itu [nilai investasinya] Rp7 triliun,” katanya.

Ponco mengemukakan pembangunan infrastruktur dapat memberi dampak lanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Sumsel, seperti penyerapan tenaga kerja dan memberikan sarana transportasi yang berkualitas.

Baca:  2016, ‎Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Ditargetkan 6,3 Persen

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumsel Muslim mengatakan anjloknya harga karet dan CPO telah berimbas ke daya beli masyarakat sepanjang tahun lalu.

“Kita bisa lihat dari turunnya pembelian kendaraan bermotor oleh masyarakat, yang mana pada tahun lalu sebanyak 160.000 sementara tahun sebelumnya sekitar 200.000 kendaraan,” katanya.

Muslim memaparkan jika daya beli masyarakat turun maka akan berdampak pula pada penyerapan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB). Dengan demikian, pembangunan di Sumsel pun dapat terhambat manakala PAD di provinsi itu tidak optimal. #ren

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Danlanud SMH Pimpin Pantukirda Casis Tamtama Lanud SMH

Palembang, BP Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang kol Pnb Heri Sutrisno, S.IP, M.Si., memimpin langsung oleh Pantukirda Casis Tamtama serta ...