Home / Sumsel / Ogan Komering Ilir / Bayi Tanpa Tangan dan Kaki Terlahir Dalam Keluarga Miskin

Bayi Tanpa Tangan dan Kaki Terlahir Dalam Keluarga Miskin

20160210_125913-2Kayuagung, BP

Seorang bayi berjenis kelamin laki-laki terlahir tanpa tangan dan kaki. Bayi berambut Ikal itu diberi nama Muhammad Anugrah, anak kedua pasangan  Susanti (37) dan Mudasir (38), warga Dusun I, Desa Sungai Belida, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI).

Muhammad Anugrah lahir secara normal, Senin (1/2) lalu, dengan pertolongan bidan desa setempat, Desi Andriani. Kedua orangtuanya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun saat melahirkan karena mengantungi  surat keterangan miskin dari Kades Sungai Belida.

Susanti dan Mudasir pasrah menerima titipan dari yang Maha Kuasa. “Meski terlahir cacat, kami tetap akan merawatnya dengan penuh kasih sayang,” kata Susanti, sembari memasangkan kain bedong kepada sang anaknya, Rabu (10/2).

Saat ditemui, Kepala Puskesmas Muara Burnai Lempuing Jaya, Santi Oktarina, Ibu Camat Lempuing Jaya Yessi Dodi, ibu Kades Sungai Belida Hj  Komariah, di rumah gubuk berukuran 6 X 5 meter berdinding papan yang dihuni 5 jiwa itu, Susanti tampak tak bisa menahan  air mata. Susanti mengaku tak mengira jika anaknya bakal terlahir cacat,
Sebab kata Susanti, proses kehamilannya dalam kondisi normal hingga menjelang melahirkan. Memang saya tidak begitu rutin memeriksakan kehamilan karena faktor biaya, barulah setelah akhir-akhir ini memeriksakan kandungannya ke bidan desa.

“Selama hamil kondisi tubuh saya sehat seperti orang hamil biasanya. Saya juga sering mengkonsumsi sayuran yang ada di kebun belakang rumah,” paparnya. Selama ini  suaminya hanya berprofesi sebagai pemeilhara sapi milik tetangganya dan sebagai buruh tani,

“Saya tetap bersyukur bayi saya sehat dan lahir selamat,” terangnya, seraya berharap dalam perjalanan hiidupnya kelak, ada dermawan yang sukarela membantu anaknya.

Sementara bidan desa Sungai Belida, Kecamatan Lempuing Jaya, Desi Andriani menyebutkan bahwa bayi Muhammad Anugrah lahir pada Senin (1/2) sekitar pukul 05.30.

“Saat Ibunya  tiba di rumah saya, ibu Susanti langsung kami naikkan di bangku tak lama diperiksa bayinya langsung keluar secara sungsang atau keluar pantat dahulu baru kepala, namun karena tidak memiliki tangan dan kaki, sehingga persalinan berjalan lancar,” ungkapnya.

Dikatakan Desi bahwa usia kandungan Susanti berjalan 31 minggu.

“Saat subuh  (Susanti) merasa sakit perut dan langsung ke Puskesdes tempat saya tinggal. Memang Susanti terlihatakhir-akhir ini baru rutin memeriksakan ke Posyandu dan sebelumnya sudah saya  sarankan ke Puskesmas Tugujaya untuk di USG tapi dia tidak mau,” katanya.

Menurut Desi, Sebelumnya dia sudah tahu  bahwa anak Susanti akan terlahir cacat, “Tapi waktu belum lahir tidak kami beritahu, karena nanti akan mempengaruhi kehamilan Susanti,” uangkap Desi. #ros

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jurus Pemkab OKI Pertahankan WTP Tujuh Kali Beruntun

Kayuagung, BP–Plt. Bupati Ogan Komering Ilir H. M. Rifa’i, SE mengaku sangat bersyukur karena Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten ...