Home / Headline / Wabah DBD, Balita Masuk Stadium Tiga

Wabah DBD, Balita Masuk Stadium Tiga

indexPalembang, BP

Memasuki musim penghujan banyak sekali wabah penyakit yang sering muncul, tak terkecuali demam berdarah dengue (DBD). Penyakit mematikan yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti tampaknya tak memandang dewasa ataupun anak-anak.

Pantauan di sejumlah rumah sakit di Palembang, tak sedikit pasien anak-anak yang terjangkit DBD. Muhammad Gio Fasa (4), salah satunya. Saat dijumpai, ia terus menangis di dekat ibunya. Hampir sepekan ia dirawat di Rumah Sakit dr Moehammad Hoesin.

Wajahnya pucat. Parahnya, balita ini sudah memasuki stadium III. Gio merupakan pasien anak-anak termuda di instalasi anak. Pasian lain, yakni Indiana berusia 14 tahun, Mega berusia 7 tahun dan lainnya. Ketiganya merupakan warga Sekip Palembang.

Kepada BeritaPagi, Nilam Safna menuturkan kondisi kesehatan Gio, putra tunggal. Menurut dia, ketika cek darah, ditemui bintik-bintik merah di lengan putranya.

“Kata dokter sudah stadium III. Kemarin cek darah dan ada bintik merah di tangan Gio,” tutur Nilam lirih.

Dikatakan, dia tinggal di bilangan Sekip dekat sungai yang banyak digenangi sampah. Hal tersebut dituding menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk demam berdarah.

Baca:  Hujan Makin Sering, Waspadai DBD dan Sarang Nyamuk

“Kami tinggal di Sekip, mungkin karena sungai di situ kotor jadi banyak nyamuk. Sebelum anak saya, banyak juga warga yang kena DBD,” ujarnya sambil menunjukkan pasien di sebelah anaknya yang sama-sama terbaring.

Tak hanya di Palembang, pasien DBD juga banyak dari daerah. Seperti Ima dari Inderalaya. Bocah sembilan tahun ini sudah lima hari terbaring di RS BARI. Menurut Takwa, putrinya itu terkena DBD dari sekolah. Anaknya lima hari lalu sepulang dari sekolah tiba-tiba panas tinggi, bahkan hampir pingsan. Tak mau terlambat ia pun langsung membawa anaknya ke UGD RS BARI. Trombosit anaknya bahkan sempat turun dan kini meski masih rendah trombosit anaknya sudah meningkat dibanding awal masuk rumah sakit.

Sementara itu Direktur Utama RSMH Palembang dr Mohammad Syahril menyatakan, berdasarkan data rekam medis, total pasien DBD mencapai 42 orang, dewasa dan anak-anak, terhitung 1 Januari-10 Februari 2016.

Baca:  Jangan Terburu-buru Tetapkan KLB DBD

Pihaknya telah mengantisipasi dengan menyiapkan SDM yang terdiri dari 35 dokter anak dan 35 dokter penyakit dalam serta obat-obatan.

Sementara itu, RS Pelabuhan merilis bahwa pada 2016 terhitung 10 Februari hanya ada dua pasien. “Kalau di kita belum ada penambahan, masih dua orang di 2016 terhitung hari ini (kemarin-red). Semuanya warga Palembang,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat, sebanyak 873 orang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) di seluruh kabupaten/kota di Sumsel selama periode 1-31 Januari 2016. Sebelas di antaranya meninggal dunia. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan Januari tahun lalu yang 725 penderita. Pihaknya telah mengirimkan surat edaran Gubernur Sumsel langsung ke kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan terkait adanya peningkatan kasus DBD sejak Oktober tahun lalu.

Menurut DR Dr Zulkhair Ali, SpPD, K-GH, FINASIM, pengaruh cuaca di musim hujan menyebabkan munculnya virus, bakteri, dan parasit.

“Contohnya, demam berdarah, nyamuk gampang bertelur karena banyak air tergenang. Saat musim kemarau, genangan air hampir tidak ada. Otomatis yang sakit pun sedikit,” jelasnya.

Baca:  Siswa Diimbau Pakai Krim Anti-Nyamuk

Yang utama untuk mencegah penyakit musim hujan, lanjut Zulkhair, harus menjaga kebersihan dalam segal hal. Mulai dari mencuci tangan setiap usai melakukan kegiatan, terutama bagi ibu rumah tangga yang memasak di dapur. Bukan hanya saat makan saja, tapi juga ketika menyuapi anak. Paling penting cuci tangan menggunakan sabun setelah buang air besar atau kecil.

“Pada saat terjadi banjir dan harus melewati genangan air, segera mencuci kaki agar tidak mudah kena penyakit. Sebab yang terkena penyakit adalah pasien yang berkontak dengan hal-hal kotor, misalnya petugas sampah. Jadi, jika sudah tahu paparannya lebih banyak, harus benar-benar ekstra bersih,” lanjutnya.

Zulkhair mengakui belakangan ini banyak pasien yang datang ke rumah sakit karena menderita demam berdarah. “Pencegahannya yaitu dengan menerapkan 3M, menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk,” tandasnya. #sug

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Cukup Hanya di 2019 Pemilu Serentak, 2024 Pilpres dan Pileg Dilakukan Terpisah

Jakarta, BP–Anggota DPD RI Jhon Pieris menegaskan, Pemilu serentak Pilpres dan Pileg cukup hanya di 2019 karena menyisakan banyak masalah. ...