Home / Headline / Pemprov Dongkrak Sektor Migas dan PKB

Pemprov Dongkrak Sektor Migas dan PKB

20130322pengeboran-minyak6Palembang, BP

Untuk peningkatan Penerimaan Pendapatan Daerah (PAD) tahun ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendongkrak sektor minyak dan gas bumi (migas) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Fokus penggenjotan itu untuk mengejar target PAD Sumsel melampaui Rp7 triliun pada akhir tahun ini.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumsel H Muslim menuturkan, sektor yang paling besar diproyeksikan menyumbang PAD yakni merupakan sektor PKB, bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB), serta sektor bagi hasil migas dan bea balik nama kendaraan atas air (BBN-KAA).

“Pemprov merespon kondisi perekonomian regional sesuai dengan proyeksi 2016 hingga 2017, yang mengacu pada peraturan presiden yang ada saat ini. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dan pengaruh daya beli masyarakat berdampak pada penerimaan pajak terutama kendaraan baru,” tuturnya usai Rapat Arah Kebijakan Pendapatan Daerah dan Proyeksi Pendapatan Sumsel Tahun 2017, di ruang Setda Sumsel, Rabu (10/2).

Selain itu, untuk peningkatan target pendapatan pihaknya pun akan menghitung ulang retribusi, bagi hasil migas, termasuk juga mengantisipasi pelimpahan kewenangan pada tubuh dinas pendidikan.

“Karena pada sektor ini ada pertambahan penerimaan menyangkut pendapatan. Diantaranya, Dinas Pendidikan ada kewenangan SMK-SMA berarti ada penerimaan dari pusat, serta jika ada pelimpahan aset seperti aula-aula dan sebagainya,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk awal tahun 2016, Muslim berujar, pendapatan daerah sesuai dengan target. Diantaranya sejumlah sektor mencapai belasan persen meski masih ada yang dibawah 10 persen. Namun rata-rata sesuai target.\

Yang diatas target diantaranya sektor PKB sekitar 11 persen, BBNKB hampir 8 persen sehingga imbang dengan kendaraan baru. Hal itu pun, terkait dengan faktor daya beli masyarakat saat ini yang masih anjlok.

Muslim mengaku, yang masih dibawah target pendapatan saat ini dan belum jatuh tempo yakni kendaraan di atas air. Untuk peningkatannya, Dispenda akan melakukan metode penagihan langsung hingga pengumuman. Pembayaran PKB dengan sistem online juga bisa dilakukan di seluruh kabupaten/kota melalui mesin-mesin ATM semua bank.

“Pertumbuhan perekonomian Sumsel diprediksi melebihi pertumbuhan nasional. Kita optimistis karena juga ada perbaikan dan peningkatan. Namun kita realistis karena saat ini menerapkan sistem akuntansi berbasis akrual dalam pemerintahan atau pembukuan kita,” tukasnya.

Sekretaris Daerah Sumsel H Mukti Sulaiman menambahkan,  sektor strategis lain untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah dengan mengintensifkan sumber-sumber penerimaan yang ada, seperti  pajak air permukaan.

“Termasuk juga penerimaan dari pemerintah pusat dari bagi hasil migas, kita juga melakukan itu. Sehingga dari situ, kita lifting berapa bagi hasil yang kita peroleh dan dikoordinasikan melalui dinas pertambangan untuk dihitung sama-sama di Jakarta,” tambahnya.

Selain itu, perkembangan har komoditas bahan tambang dan perkebunan juga memberikan pengaruh pada daya beli masyarakat. Dimana ada tren penurunan pada pembelian kendaraan baru baik motor atau mobil.

“Pembelian kendaraan baru sekitar 160.000 unit 2015, sekitar 200 ribu unit tahun 2014, dan tahun 2011 cukup tinggi mencapai 300 ribu unit kendaraan baru baik motor atau mobil karena harga komoditas cukup baik dan stabil terutama karet saat itu. Sementara beberapa tahun terakhir trennya menurun dan terjadi peningkatan tunggakan. Nah, pada tahun ini diprediksi kendaran baru mencapai 160 ribu tak jauh dari tahun sebelumnya,” paparnya. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

APBD Sumsel 2020 Diprediksi Meningkat

Palembang, BP Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) M Yansuri memprediksi ABPB Provinsi Sumsel 2020 akan terjadi peningkatan. “ Besarnya ...