Home / Headline / Pelototi Seluruh Gerakan Lawan

Pelototi Seluruh Gerakan Lawan

Ia disiplin menjaga arealnya dan selalu fokus memelototi seluruh gerakan lawan demi membaca arah serangan yang datang.

Fachrudin AryantoHAMPIR semua punggawa Sriwijaya FC berlabel bintang dan pemain Timnas. Salah satunya senterbek Fachrudin Aryanto. Kembali dipercaya membela SFC musim ini, tentu bukanlah tanpa alasan.

Pemain berusia 26 tahun ini punya keistimewaan di antara pemain bertahan lain. Itu yang membuatnya kemudian menjadi pilihan utama Pelatih Benny Dollo nyaris di setiap pertandingan.

Fachrudin mulai menunjukkan taringnya di Laskar Wong Kito sejak musim lalu. Pemain berusia 26 tahun ini menjadi rekan duet dari legiun asing asal Mali Abdoulaye Maiga.

Tapi rekan duetnya itu kini hijrah ke Liga Super Malaysia. Sebagai gantinya, SFC mendatangkan pemain berpaspor Prancis Thierry Ghatussi. Thierry bukanlah pendatang baru di skuad Laskar Wong Kito. Tapi bagi Fachrudin, Thierry tetaplah pemain baru, karena ini pertama kalinya dia bermain bersama.

Baca:  SFC Jemput Hasil Undian

Meski belum satu pekan, ternyata tak sulit bagi pemain kelahiran 19 Februari 1989 menyesuaikan diri dengan gaya permainan Thierry. Dua pemain ini sangat padu. Dan itu jelas terlihat saat sesi latihan serta tiga kali uji coba melawan klub-klub lokal, yakni PS Pertamina, PS Pusri, dan Palembang All Star.

Dalam duetnya, Fachrudin tetap kental dengan gaya bermain disiplin, penuh tanggung jawab, fokus, dan tetap tenang mengantisipasi serangan lawan. “Terus fokus, itu saya biasakan saat latihan,” ujar Fachrudin.

Baca:  Jajang Terpaksa Menepi

Dikatakan, fokus menjadi kunci untuk mematahkan serangan lawan. Mantan pemain Madura United ini punya paradigma bermain untuk terus berkonsentrasi dan memelototi seluruh gerakan lawan, sehingga bisa membaca arah serangan yang datang.

Entah itu gempuran lewat umpan silang dari sayap, penetrasi dari tengah, tembakan dari luar kotak penalti, ataupun serangan yang dibangun lewat proses sentuhan satu dua.

Apabila pemain fokus, Fachrudin yakin seluruh usaha lawan akan sia-sia. “Serangan yang dibangun dengan kerja sama satu dua lebih sulit untuk diantisipasi,” jelasnya.

Baca:  Rahmad Darmawan Waspadai Kuartet Brasil

Untuk mematahkan serangan ini, konsentrasi tidak cukup. Butuh kerja sama dengan pemain bertahan lain. Ini karena serangan ini melibatkan dua sampai tiga pemain lawan. Pergerakan mereka harus dikawal ketat.

Disinggung alasannya bertahan di SFC, Fachrudin mengatakan tim ini merupakan tim besar. Terlebih, ia pun merasa nyaman.

Fachrudin merasa sangat cocok dengan rekan-rekannya dalam segala hal. Bukan hanya untuk urusan bertanding, tapi juga di luar lapangan.

“Saya sangat nyaman di sini. Itulah kenapa saya tetap pilih bela SFC. Semoga di turnamen berikutnya SFC juara,” tutupnya. # rizal effendi

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pemkab OKU Kembali Rekrut CPNS dan P3K Tahap II

Baturaja, BP — Kabar gembira bagi para pencari kerja yang ingin mengabdi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai ...