Home / Headline / Maret, Bangun Jalur LRT Sungai Musi

Maret, Bangun Jalur LRT Sungai Musi

Pengerjaan jalur light rail transit (LRT) atau kereta cepat ringan yang melintasi permukaan Sungai Musi mulai dilakukan pada Maret mendatang. Pengerjaan di titik lainnya pun digeber bersamaan pengurusan perizinan.

LRT sungai Musi2Palembang, BP

Site Manager LRT Zona 4 Asep Priyatna mengatakan, jalur LRT di atas Sungai Musi akan dibangun sepanjang 350 meter dengan jumlah dan posisi tiang pondasi yang sama dengan tiang pondasi Jembatan Ampera.

“Sebelum memulai pengerjaan, kami akan melakukan penyelidikan keadaan muka tanah dalam air dan ada apa saja yang ada di antara air dan tanahnya menggunakan teknologi sonar. Pada prinsipnya, jalur LRT nanti tidak mengganggu Jembatan Ampera,” tuturnya, Kamis (4/2).

Dikatakan, ketinggian air Sungai Musi di titik tersebut mencapai 20 meter hingga ke dasar sungai. Pihaknya belum mengetahui keadaan dan apa saja yang ada di dalam air yang berpotensi menghambat pengerjaan sehingga penyelidikan harus dilakukan.

Saat ini, di zona empat tengah dilakukan pengeboran menggunakan alat berat service crane dan rige bor sebelum memancang tiang pondasi dan dilakukan pengecoran pondasi. Sejauh ini, baru dua lubang tiang yang dibor.

Baca:  Tergusur LRT, 151 Titik Papan Reklame Diganti Rugi

Ia mengakui, PT Waskita Karya sempat dikritik oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan perihal pemasangan tiang pancang di zona 2, tepatnya depan Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu yang menyebabkan kondisi jalan sangat bergelombang.

Kini pihaknya menggunakan bor terlebih dahulu, tidak langsung memancang pondasi untuk meminimalisir jalan bergelombang. “Waktu pengerjaan menjadi lebih lama. Kalau langsung pancang sehari bisa enam pancang tertancap. Kalau dibor terlebih dahulu sehari paling hanya tiga. Namun ini juga kan untuk kepentingan umum dan meminimalisir kerusakan jalan,” ujarnya.

Jalur yang akan dibangun melintasi Sungai Musi ada di sebelah kiri Jembatan Amera menuju Seberang Ulu. Dipastikan jalur LRT tidak sampai mengganggu gedung pertokoan di kawasan Pasar 16 Ilir maupun Jembatan Ampera. Sebab ada jarak 12 meter clearance antara jalur LRT dengan dua bangunan pada kedua sisinya.

Baca:  Turun Dari LRT Perlu Ada Transportasi Lain

Untuk mengurai kemacetan, utamanya pada jam sibuk di areal tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Palembang. Dibuka U-Turn di depan Sumber Motor, tepatnya di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) kedua sebelum Masjid Agung.

Saat ini seng yang menjadi pembatas antara lokasi pembangunan dan jalan raya telah dipasang sepanjang 800 meter di Jalan Jenderal Sudirman.

“Lima jembatan JPO yang ada di zona ini tengah menunggu proses perizinan pembongkaran oleh Pemko Palembang. Setelah izin keluar, JPO segera dirobohkan,” ungkapnya.

Pembangunan LRT di Kota Palembang ini diketahui terbagi dalam lima zona. Zona 4 yakni dari Simpang RSK Charitas hingga ke depan Kantor Badan Kepegawaian Negara Regional VII Palembang sepanjang empat kilometer.

Tiga stasiun yang akan dibangun di zona 4 yakni Stasiun Pasar Cinde, Stasiun Jembatan Ampera, dan Stasiun Polresta Palembang.

Asep menuturkan, penempatan stasiun ditentukan oleh pemerintah berdasarkan kebutuhan dan kepentingan publik.

Di setiap stasiun yang letaknya berada di median jalan, akan ada jembatan penyeberangan layaknya jalur busway di DKI Jakarta.

Baca:  Atap Stasiun LRT Palembang Anti Panas dan Berisik

Stasiun Pacar Cinde akan ditambahkan sky bridge agar masyarakat yang turun di stasiun tersebut lebih mudah untuk mencapai Pasar Cinde yang akan menjadi pasar modern. Sementara Stasiun Jembatan Ampera bisa dicapai dari atas jembatan ataupun dari bawah di Pasar 16 Ilir menggunakan tangga yang saat ini telah ada.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Sumsel Sudirman mengatakan, pembangunan di zona 4 akan memakan satu lajur jalan di setiap jalur yang ada.

“Kalau ada alat-alat berat, malah akan menggunakan 1,5 lajur. Namun itu sesuai kebutuhan. Pastinya tetap menggunakan jalan lalu lintas,” tuturnya.

Secara bertahap, seiring perkembangan pengerjaan, pemasangan seng pun akan semakin panjang. Pihaknya mengimbau masyarakat agar menggunakan jalur alternatif lain saat hendak melintasi kawasan ini, terutama pada jam-jam sibuk. # idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Peran DKSS Tidak Kalah Dengan KONI

Palembang,BP Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) Raden H Syahril Erwin, SE (Yaya) menilai peran DKSS di Sumsel tidak kalah ...