Aksi Kawanan Begal Merajalela

11

Karyawan ‘BeritaPagi’ Nyaris Dibunuh

Aksi kawanan begal di Palembang semakin merajalela. Selain merampas kendaraan, mereka tak segan-segan melukai hingga membunuh korban. Peran aparat kepolisian mulai dipertanyakan.

02 03 -- Aksi Begal Menimpa Driver BeritapagiPalembang, BP

Faisal Saputra (33), karyawan Harian BeritaPagi, nyaris kehilangan nyawa saat kawanan begal berjumlah empat orang tiba-tiba menyerangnya. Beruntung, ia berhasil menyelamatkan diri, namun terpaksa merelakan sepeda motornya dirampas kawanan tersebut.

Peristiwa itu berlangsung di Jalan Kapten Anwar Arsyad, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Selasa (2/2) pukul 05.00. Tepatnya di samping RM Sri Melayu, tak jauh dari Griya Agung.

Kejadian bermula ketika dinihari itu Faisal hendak pulang ke rumah usai menyelesaikan tugasnya mengantar koran. Setelah mengembalikan mobil perusahaan, ia mengambil sepeda motor miliknya yang diparkir di percetakan tak jauh dari lokasi kejadian. Tiba di lokasi kejadian, empat pelaku menggunakan dua sepeda motor dari arah Jalan Demang Lebar Daun, hendak menghadang korban.

Dari kejauhan, salah satu pelaku sudah menyeret pedang ke aspal, sehingga mengeluarkan percikan api. Saat berpapasan, pelaku menyabetkan pedangnya ke arah leher Faisal.

Dengan sigap, warga Lorong Swadaya, RT1, RW4, Kecamatan IB I ini, berhasil menghindar dengan menundukkan kepala hingga dagunya membentur speedometer motornya.

Namun, pukulan botol beling pelaku lain mengenai kepalanya. Faisal pun hilang keseimbangan. Sepeda motornya oleng, dan ia terjatuh ke aspal. Sudah tidak berdaya setelah tertimpa sepeda motor, Faisal masih dikejar oleh keempat pelaku. Ia pun lari menyelamatkan diri.

Kondisi jalan yang sepi membuat kawanan pelaku makin beringas. Mereka terus mengejar Faisal yang terluka di bagian kaki lantaran terjatuh serta kepala sakit karena hantaman botol.

Akan tetapi, niat pelaku untuk menghabisi korban berhenti setelah melihat beberapa mobil dan sepeda motor lain melintas di tempat itu dan Faisal menyeberang ke restoran siap saji tak jauh dari lokasi kejadian untuk meminta pertolongan.

Keempat pelaku mundur untuk mengambil sepeda motor mereka dan saat itu juga sepeda motor Yamaha Vega ZR dengan nomor polisi BG 6955 RL milik Faisal ikut dibawa kabur.

“Saya langsung lari untuk menyelamatkan diri, meski kaki saya sudah terkilir. Saya berusaha mencari pertolongan,” ujar Faisal ketika dibincangi, kemarin.

Atas kejadian ini, dirinya langsung mendatangi Polsek IB I Palembang dan melaporkan kejadian yang dialaminya. “Sudah dilaporkan, saya harap pelaku bisa segera ditangkap dan motor saya bisa kembali,” tandasnya.

Ketika dihubungi Kapolsek IB I Palembang Kompol God P Sinaga mengaku kecolongan dengan kejadian ini. Karena selama ini kawasan yang dianggap rawan sudah diantisipasi.

“Artinya harus ditingkatkan lagi, walau memang anggota kita terbatas. Tapi tetap akan diupayakan dengan patroli serta razia di jam tertentu serta wilayah rawan,” tuturnya.

Mengenai kasus ini, dirinya menegaskan akan segera mengambil tindakan dan memeriksa saksi di lokasi kejadian serta kamera pengawas jika memang ditemukan.

“Semua akan kita periksa, termasuk saksi-saksi di lokasi kejadian dan jika memang ada CCTV di situ tentu akan kita cek,” paparnya.

Selama ini, kata Kapolsek, beberapa daerah rawan yang ada di wilayah IB I sudah dipetakan dan mendapat pantauan khusus dari petugas.

“Patroli di jam-jam jelang pagi akan kita prioritaskan, terutama di kawasan Jalan Demang Lebar Daun, Way Hitam, Macan Lindungan, dan Siguntang,” tandasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Palembang Maruly Pardede menilai pencurian dengan kekerasan di wilayah Palembang telah menjadi atensi semua jajaran.

“Sebenarnya razia sangat rutin dilakukan, tapi masalahnya pelaku selalu bergerak dan aksi yang dilakukan juga berpindah-pindah,” katanya.

Di sisi lain, sambung Maruly, pelaku ini tak bisa dipukul rata dan seringkali beraksi hanya di tempat sepi. “Upaya kita tentunya melalui razia, di tiap jalan lintas sesuai perintah Kapolres,” jelasnya.

saja dirinya tak menampik beberapa tempat yang menjadi titik rawan kejahatan, seperti kawasan Jalan Gubernur H Bastari, Jalan Soekarno Hatta dan kawasan Plaju.

“Tiga tempat ini memang dirasa sangat rawan, tapi sebenarnya tempat-tempat lain juga memiliki potensi,” tukasnya.

Selain itu, pelaku kejahatan yang memakai senjata tajam ataupun api bukanlah perkara baru. Meskipun selama ini belum ada data akurat terkait jumlah senjata api rakitan yang beredar.

“Dari dulu dan bukan hanya di Palembang tapi di Sumsel. Karena untuk mendapat senpira ini cukup mudah dan ada beberapa industri rumah tangga yang memproduksinya,” tuturnya.

Dari Satreskrim sendiri, dirinya melanjutkan, telah melakukan berbagai upaya meminimalisir kejahatan. Namun sejauh ini polisi tidak mengetahui mana yang penjahat.

“Kalau malam sering kita razia serentak. Terutama pada jam-jam rawan. Tapi kejahatan selalu lebih maju dari polisi. Penjahat tahu polisi, tapi polisi tidak tahu yang mana penjahat,” tandasnya.

Mantan Kasat Narkoba Polresta Palembang ini menambahkan, pihaknya tetap akan semaksimal mungkin memberantas kejahatan, khususnya di wilayah kota Palembang dengan dibantu peran masyarakat.

 

Harus Jadi Perhatian

Ketua Komisi II DPRD Sumsel H Joncik Muhammad meminta aparat kepolisian menindak tegas pelaku pemalakan dan begal yang ada di Sumsel.

“Kita sudah sepakat dengan kepolisian yang namanya pembegalan, pungli di jalan dengan tegas dan serius agar ditangani, bukan sekadar temporer tapi kontinyu, harus serius,” katanya, Selasa (2/2).

Terkait usulan tembak di tempat untuk pembegal, menurut dia, polisi punya standar operasional. “Tidak bisa main tembak. Seperti zaman dulu, penembak misterius atau petrus. Nanti polisi disorot karena melanggar HAM,” ucapnya.

Anggota DPRD Palembang Hardi menilai begal pasti buat resah dan bikin takut masyarakat. “Sejauh ini kita apresiasi terhadap kepolisian RI khususnya Polda Sumsel yang bergerak cepat dan tanggap dalam menangani begal. Kita tetap berharap pihak terkait baik dari Pemprov maupun Pemko serta kepolisian setempat agar lebih berkoordinasi lagi dan bertindak tegas sesuai SOP yang berlaku,” katanya.
Kriminolog Sri Sulastri, SH, Mhum menilai aksi begal makin meningkat di Sumsel karena beberapa hal, antara lain kemudahan kredit motor sehingga banyak orang kini bisa memiliki kendaraan, bahkan anak di bawah umur.

Akibatnya, anak yang belum punya surat izin mengemudi (SIM) sudah memakai motor, hal ini memancing para begal menjadikan mereka target.
“Yang miris sekarang, begal juga anak-anak. Dari sisi pelaku, kondisi perilaku menyimpang ini didorong juga oleh beberapa faktor. Salah satu yang paling perlu mendapat perhatian adalah tingginya tingkat permintaan motor hasil curian karena harganya murah,” ucapnya.

Dari segi penegakan hukum, terutama dalam upaya preventif, misalnya razia kendaraan, masih belum optimal. Sedangkan tindakan represif dan penegakan hukum juga belum maksimal terutama pemberian sanksi pidana pada pelaku curanmor.

“Coba kita perhatikan, kasus begal tinggi dan motor hilang sudah banyak, berapa kasus penadahan motor yang ditindak,” katanya.
Hal ini, menurut Sri, harus menjadi perhatian bagi Kapolda Sumsel yang baru.
Sedangkan pengamat hukum pidana Dr H Firman Freaddy Busroh SH, Mhum menilai, polisi harus menanggapi secara serius persoalan begal ini, salah satunya rutin menggelar razia dan patroli di daerah yang rawan pembegalan.
“Aksi begal ini bisa dilihat dari data yang ada di pihak kepolisian, meningkat atau tidak. Peran polisi perlu ditingkatkan untuk memberantas begal. Sebagai upaya preventifnya seperti rutin melakukan razia dan patroli,” katanya. # ris/bel/osk