Home / Headline / OKUT Kembangkan Padi Organik

OKUT Kembangkan Padi Organik

Padi Organik (1)Martapura, BP
OKU Timur sebagai salah satu kabupaten penghasil beras terbesar di provinsi Sumsel, saat ini mulai melirik mengembangkan padi organik . Meskipun sekarang masih sedikit petani yang tertarik menanam padi organik jika dibandingkan dengan padi an organik, namun tidak menutup kemungkinan padi organik bisa dikembangkan secara besar-besaran di kabupaten ini .
Ketua Persatuan Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi) OKU Timur, Faisal Habibur SH , saat dikonfirmasi mengatakan pada prinsipnya pertanian padi organik di kabupaten ini bisa dikembangkan mengingat saat ini sebagian masyarakat mulai beralih pola hidup baru menuju pola hidup sehat.
Apalagi mengkonsumsi beras organik sangat baik untuk  untuk kesehatan, salah satunya bagi penderita kencing manis yang bisa sembuh dengan mengkonsumsi beras organik. Selain itu, mengonsumsi beras organik lebih membuat kesehatan tubuh terjaga mengingat beras organik berasal dari padi yang ditanam dengan pola organik tanpa menggunakan pupuk kimia. “Beras organik benar-benar bermanfaat bagi kesehatan manusia,” ujarnya.
Bercocok tanam beras organik ,meurutnya,memang akan menurunkan hasil produksi, namun jika bicara keuntungan menanam padi organik akan lebih untung mengingat harganya yang sangat tinggi mencapai Rp 15 ribu per kilogram. “Jika dibandingkan dengan harga beras an organik yang harganya mencapai Rp 10 ribu per kilogram,”terangnya.
Namun yang saat ini masih menjadi kendala beras organic,sambung faisal,adalah pemasarannya yang masih terbatas. Karena yang mengkonsumsi beras organik ini hanya orang-orang tertentu, sedangkan masyarakat kebanyakan secara umum belum mengkonsumsinya. ”Saat ini hanya orang-orang tertentu yang mengkonsumsi beras organik, tapi tidak menutup kemungkinan kedepan banyak yang beralih ke beras organik,” katanya.
Kendala lain untuk merubah pola tanam masyarakat memang sedikit sulit. Jika orang sudah mengenal beras organik pasti akan memilih organik. “Selain itu, kendala yang terjadi saat ini izin perdagangan belum ada sertifikat dari laboratorium tentang beras organik. Untuk ekspor pun belum bisa, karena saat ini masih ditangani pengusaha-pengusaha beras skala kecil,” jelasnya.
Disisi lain volume panen beras organik juga belum mamadai. Luas lahan masih sedikit untuk dijadikan lahan tanaman padi organik. “Kedepan kita harus ada dukungan pemerintah untuk menggaet investor untuk menjamin pasar dan membuat pabrik besar,”ungkapnya.
Dia menambahkan ada pola khusus untuk bercocok tanam padi organik. Namun demikian perlu sosialisasi yang gencar untuk meyakinkan masyarakat dan perlu hak paten. Seperti diketahui, dari total 157 ribu hektar luas tanaman padi OKU Timur, sekitar 25 persen merupakan tanaman padi organik. #cr1

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Taufik Berharap Perempuan dan Anak Jadi Perhatian Kapolri

Jakarta, BP–Anggota Komisi III DPR RI, Taufik Basari, mengharap agar Polri lebih humanis, meminimalisasi penggunaan senjata dalam pemolisian, serta memiliki ...