Home / Bisnis / Belanja Pakai Plastik Harus Bayar

Belanja Pakai Plastik Harus Bayar

Rencananya, kebijakan meminimalisir penggunaan plastik diterapkan di ritel modern dan tradisional pada 21 Februari nanti. Setiap pembelanjaan dengan menggunakan plastik akan dikenakan tarif.

lapsusPERITEL modern di Palembang pun mulai melakukan persiapan. Meskipun ada beberapa pusat perbelanjaan modern yang belum melakukan persiapan apa pun karena mengaku belum mengetahui rencana tersebut.

Sebagian besar pasar ritel modern seperti mal, beberapa tenant/ toko telah menggunakan paper bag. Seperti di Palembang Indah Mall (PIM), Palembang Square (PS), dan juga Palembang Icon sebagai pengganti plastik.

Marketing Promotion dan Event PIM Wendy Ansa mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan toko yang belum menggunakan paper bag. “Kita koordinasikan dengan tenant yang masih menggunakan kantung plastik, sebagian tenant berpusat di Jakarta dan masih berkoordinasi, nantinya apakah penggunaan plastik dikenakan tarif berbayar,” jelasnya.

Ia mengakui PIM bersiap untuk kebijakan tersebut dan menyambut baik. Saat ini sekitar 80 persen dari 98 tenant yang ada telah menggunakan paper bag sebagai ganti kantung plastik. Tenant yang menggunakan paper bag di mall Palembang seperti Body Shop, Ave, juga Ekslusif.

Terpantau, toko modern termasuk yang berada di dalam mal Palembang telah ada yang menggunakan paper bag (kantung kertas) dan juga ada yang masih menggunakan kantung plastik seperti supermarket masih menggunakan kantung plastik seperti Hypermart, food mart, Carrefour, dan Matahari Department Store.

Pihak supermarket mengaku belum memiliki kesiapan apa pun karena terpatok pada pusat pemasaran yang ada di Jakarta. Namun pihaknya berdalih menyambut baik kebijakan tersebut karena dinilai ramah lingkungan.

Ritel modern menilai tidak menggunakan kantung plastik atau memberikan tarif tertentu pada konsumen, akan lebih menghemat budget selama ini yang dikeluarkan perusahaan untuk ribuan kantung plastik.

Store Manager Hypermart Lippo Plaza Jakabaring Theresia, mengatakan, per bulannya Hypermart Lippo Jakabaring menghabiskan ribuan kantung plastik dengan nilai Rp10 juta – Rp20 juta. Menurutnya, jika dikenakan tarif plastik berbayar, ini akan menghemat karena budget untuk plastik dari perusahaan bukan dari konsumen.

“Kita belum tahu pasti ke depannya seperti apa, apakah akan digantikan dengan paper bag atau mengenakan tarif plastik berbayar,” katanya. Branch Manager Dunkin Donuts Palembang Amri, mengatakan, rencana penggantian  kantung berbahan plastik sudah dibahas di Dunkin Donuts dalam waktu dua minggu terakhir. Ada beberapa opsi untuk melaksanakan kebijakan tersebut.

“Selama ini Dunkin menggunakan dus untuk donat dan kantung plastik. Dalam sebulan menghabiskan kantung plastik sekitar 30 ball atau 15.000 picies,” ujarnya.

Menurutnya, awal Februari nanti Dunkin masih menggunakan kantung plastik.
Pihaknya tidak bisa memastikan kapan mulai berlaku, karena dus khusus untuk donat itu nantinya dicetak terlebih dahulu.

Ada beberapa opsi untuk menggantikan kantung plastik tersebut yang sedang dibahas. Pertama, kantung plastik diganti dengan menggunakan kantung berbahan dari kertas atau paper bag. Kedua, dengan membentuk kotak dus yang selama ini digunakan untuk donat saja, bentuk dengan bentuk keranjang seperti goody bag, sehingga lebih simple dan tidak mesti menggunakan kantung plastik lagi.

Dengan digantinya kantung plastik menjadi dus keranjang ini akan membuat lebih menjadi lebih simple, dan meskipun enggan memberikan rincian dana yang dikeluarkan untuk kantung plastik per bulannya, namun pihaknya mengakui dengan ini akan lebih menghemat budget yang dikeluarkan perusahaan untuk kantung plastik.

Menurutnya, jika pun konsumen tetap menggunakan kantung plastik namun dikenakan tarif seperti yang diberitakan sebelumnya, hal itu belum menjadi opsi. “Opsi itu juga cukup bagus, namun hingga saat ini belum ada perkiraan berapa tarif per kantung apakah Rp1.000 atau berapa,” katanya.

Berbeda halnya dengan ritel modern yang telah bersiap dan membuat berbagai opsi untuk melaksanakan kebijakan itu, lain halnya dengan ritel tradisional. Pedagang di pasar tradisional Palembang seperti KM 5,  Cinde, dan 16 Ilir, justru lebih banyak tidak mengetahui tentang informasi tersebut.

“Belum tahu informasi itu, kami mau saja menetapkan tarif untuk plastik bagi konsumen yang belanja, sedangkan jika menggunakan kantung kertas atau lainnya mesti ada penyedianya seperti kantung plastik,” ungkap Ahmad, salah seorang pedagang manisan di Pasar Cinde.

Pedagang lainnya di Pasar 16 Ilir, Indah, mengatakan, selama ini konsumen diberikan kantung plastik setelah berbelanja fashion di tokonya. “Kami tidak punya persiapan apa pun, belum pembicaraan juga dari pihak pasar,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang masyarakat Palembang, Dinda, mengatakan, masyarakat akan dibiasakan menjadi ramah lingkungan, meskipun ada sisi positif dan negatif bagi konsumen. “Sisi positifnya kita menjadi ramah lingkungan, namun negatifnya kita harus mengeluarkan uang untuk membayar plastik dan mengeluarkan budget lebih untuk kantung plastik,” katanya.

Ibu satu anak ini mengatakan, alternatifnya adalah membawa keranjang belanjaan atau tas khusus saat akan belanja ke mal atau pun pasar tradisional. #pit

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kodim 0404/Muara Enim Berjibaku Padamkan Api Bakar Lahan

Palembang, BP Komandan Kodim 0404/Muara Enim Letkol Inf Syarifuddin melalui Komandan Koramil 404-01/Gelumbang Kapten Inf Edi Prayitno bersama Tim Satgas ...