Home / Headline / Keong Mas Bikin Cemas

Keong Mas Bikin Cemas

2701.01.KAKI.HASSBerbagai cara dilakukan untuk membasmi keong mas, namun tak jua membuahkan hasil. Hama ini makin beringas menghabisi padi petani.

SERANGAN keong mas tak mengenal waktu, apalagi di musim penghujan seperti ini. Mereka berkembangbiak dengan pesat, bahkan bisa mencapai ribuan ekor. Gerakan hewan ini memang lamban, tapi kalau dalam jumlah yang luar biasa, tanaman padi bisa mati. Makanya keong mas jadi momok.

“Sawah petani, baik yang tadah hujan maupun irigasi, kalau padinya sudah terserang keong mas bisa dipastikan terancam gagal panen. Sebab hama tersebut benar-benar mematikan tanaman padi,” kata Hardiono, warga Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur, Selasa (26/1).

Menurut dia, keong mas sangat kejam. Hama ini memakan mulai dari akar hingga daun padi. “Hampir semua padi milik petani di sini rata-rata terkena serangan hama itu. Memang serangannya tidak langsung merobohkan batang padi, tapi secara berangsur. Keong bergerombol di setiap batang padi. Dalam jangka satu minggu, padi pasti mati,” terangnya.

Biasanya kalau musim penghujan seperti ini, lanjut Hardiono, serangan keong mas makin mengganas. Berbagai cara sudah ditempuh untuk membasminya. Tapi tetap saja tidak mempan. “Kita semprotkan obat khusus keong. Mereka memang mati. Tapi begitu turun hujan, jumlah mereka tambah banyak. Aneh memang,” ucapnya tak habis pikir.

Ahmad Zainuri (40), petani lainnya, mengatakan, lantaran dibasmi pakai racun tidak efektif, petani pun menggunakan cara konvensional, yakni memunguti mereka satu persatu. “Petani di sini pagi dan sore memunguti keong itu. Dimasukkan ke karung untuk makanan bebek,” ucapnya.

Dengan cara itu, lanjut dia, mudah-mudahan keong mas agak berkurang populasinya. “Bisa dapat 20 hingga 40 kilogram keong mas tiap harinya. Kita berharap serangan hama ini mereda,” tandasnya.

Disinggung puluhan hektar sawah yang gagal panen, menurut dia, sekarang sudah ditanami bibit baru. Ia berharap langkah nyata dari dinas pertanian untuk secepatnya mengatasi serangan hama ini. “Kita berharap dinas pertanian memberikan perhatian pada petani dengan memberikan cara atau formula baru agar sawah kami tidak diserang hama itu,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten OKU Timur Ir Ruzuan Effendi, MM, melalui kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertanian, Kecamatan Bunga Mayang Andrianto, saat dikonfirmasi mengatakan, untuk membasmi keong mas perlu dilakukan pemutusan mata rantai.

“Artinya selain kita pakai obat semprot agar keongnya mati, petani juga harus rajin setiap hari mengambil keong itu di sawah. Itu salah satu cara yang mudah. Keong pasti berkurang,” katanya.

Dia menambahkan, hingga sekarang belum ada laporan dari petani terkait serangan keong mas itu. “Seharusnya mereka segera memberikan laporan ke dinas agar kita cepat memberikan tindakan atau bantuan obat-obatan,” pungkas Andrianto. # suyanto

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Rangkaian HUT RI ke-74, Bupati OKU Gelar Ramah Tamah

Baturaja, BP — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar Acara Ramah Tamah dengan Perintis Kemerdekaan, Veteran, Purnawirawan, Wredatama, Warakawuri ...