Home / Headline / Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah

Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah

 

 

rumah roboh di kencang di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI)Inderalaya, BP

Hujan deras disertai puting beliung di Kabupaten OI menyebabkan sedikitnya enam rumah panggung di Desa Lubuk Keliat, Kecamatan Lubuk Keliat, rata dengan tanah. Kondisi yang sama terjadi di Kabupaten OKUT.

Puluhan rumah warga di tiga desa, yakni Desa Gunung Jati, Kecamatan Cempaka, dan Desa Minanga Tengah serta Desa Minanga Besar, Kecamatan Semendawai Barat, Ogan Komering Ulu Timur, rusak berat. Dua rumah roboh akibat diterjang angin puting beliung pada Minggu (24/1). Sebelum angin kencang mengamuk, terlebih dahulu disertai hujan deras.

Di Kabupaten Kabupaten Ogan Ilir, robohnya enam rumah penduduk tersebut lantaran terbuat dari kayu. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Dari puluhan rumah yang rusak, ada 6 rumah yang mengalami rusak parah di antaranya, rumah Mahmud (66), Yus (55), Ali (35), dan Samsudin (45).

Menurut Adi, warga setempat, peristiwa robohnya enam rumah penduduk itu berawal ketika hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Lubuk Keliat pada Minggu (24/1) sore sekitar pukul 17.00.

“Ya, ada enam rumah yang roboh di Desa Lubuk Keliat. Tidak hanya itu, kabel listrik yang terpajang di jalan poros menuju Desa Lubuk Keliat, juga putus dan berserakan di badan jalan. Akibatnya, aliran listrik di lokasi padam sejak kemarin,” kata Adi.

Menurutnya, saat ini warga yang mengalami peristiwa tersebut banyak mengungsi ke rumah sanak saudara terdekat. “Bagaimana mau tidur, terpaksa mereka menumpang di rumah sanak saudara dan tetangga kanan -kiri,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial OI Edi Rizal mengatakan, Pemkab OI sudah memberikan bantuan berupa makanan dan pakaian kepada korban.

“Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam. Sudah kita beri selimut, sembako, serta tenda, dan peralatan memasak,” ujarnya.

Diakuinya, sebagian wilayah OI rawan dihantam angin puting beliung lantaran dekat perairan. Seperti Kecamatan Lubuk Keliat, Rambangkuang, Muarakuang, Pemulutan Induk, Pemulutan Selatan, dan Inderalaya Utara.

Ia mengimbau masyarakat untuk waspada. “Sekarang kita memasuki musim penghujan serta angin kencang. Jangan sampai bencana seperti ini memakan korban. Jika bantuan tersebut masih kurang, jangan segan-segan melapor ke Dinas Sosial,” katanya.

Terpisah, Sekda OI H Herman mengatakan, sudah memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban angin puting beliung.

“Saya turut prihatin dan berduka atas peristiwa alam ini. Kerugian materi mencapai puluhan juta rupiah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Masyarakat wajib waspada selama musim penghujan,” ujarnya.

Anggota DPRD OKUT Andi Saiban, yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV atau lokasi musibah mengatakan, sebelum angin puting beliung menghantam rumah penduduk dan menumbangkan beberapa pohon, terlebih dahulu disertai hujan dan angin kencang. Hanya dalam hitungan menit, angin puting beliung telah merusak puluhan bangunan rumah warga.

Di Desa Gunung Jati, tiga rumah rusak berat. Satu rumah roboh milik Husni. Dan di Desa Minanga Tengah, satu rumah ditimpa pohon, tiga rumah rusak berat, serta 17 rumah rusak ringan. Sedangkan di Desa Minanga Besar, 14 rumah rusak ringan dengan kondisi genting berhamburan. Sementara untuk jumlah rumah yang mengalami rusak ringan sebanyak 31 rumah.

“Kita tidak menduga. Kejadiannya sangat cepat. Saat itu hujan dan angin sangat kencang. Kita bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ujar Andi.

Pascamusibah angin puting beliung, warga langsung bergotong royong membersihkan lokasi dan memperbaiki rumah yang rusak ringan.

“Sedangkan warga yang rumahnya roboh maupun rusak berat, langsung diungsikan ke rumah warga lainnya,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, warga mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKUT segera mengambil langkah untuk membantu korban yang terkena musibah ini.

“Terlebih bagi korban yang rumahnya roboh maupun rusak berat, tentu sangat membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup,” terangnya.

Camat Semendawai Barat Zulkifli saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini sedang melakukan pendataan dan sudah melaporkan peristiwa ini ke Pemkab OKUT. ”Sekarang kita sedang melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah sebenarnya berapa rumah yang rusak,” jelasnya.

Sementara Assisten I Setda OKUT Mgs Habibullah mengatakan, Pemkab akan meminta laporan dari camat yang wilayahnya terkena musibah angin puting beliung dan segera menugaskan BPBD untuk terjun ke lapangan. ”Pemkab akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah,” ujarnya. O hen/cr1

Hujan deras disertai puting beliung di Kabupaten OI menyebabkan sedikitnya enam rumah panggung di Desa Lubuk Keliat, Kecamatan Lubuk Keliat, rata dengan tanah. Kondisi yang sama terjadi di Kabupaten OKUT.

Puluhan rumah warga di tiga desa, yakni Desa Gunung Jati, Kecamatan Cempaka, dan Desa Minanga Tengah serta Desa Minanga Besar, Kecamatan Semendawai Barat, Ogan Komering Ulu Timur, rusak berat. Dua rumah roboh akibat diterjang angin puting beliung pada Minggu (24/1). Sebelum angin kencang mengamuk, terlebih dahulu disertai hujan deras.

Di Kabupaten Kabupaten Ogan Ilir, robohnya enam rumah penduduk tersebut lantaran terbuat dari kayu. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Dari puluhan rumah yang rusak, ada 6 rumah yang mengalami rusak parah di antaranya, rumah Mahmud (66), Yus (55), Ali (35), dan Samsudin (45).

Menurut Adi, warga setempat, peristiwa robohnya enam rumah penduduk itu berawal ketika hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Lubuk Keliat pada Minggu (24/1) sore sekitar pukul 17.00.

“Ya, ada enam rumah yang roboh di Desa Lubuk Keliat. Tidak hanya itu, kabel listrik yang terpajang di jalan poros menuju Desa Lubuk Keliat, juga putus dan berserakan di badan jalan. Akibatnya, aliran listrik di lokasi padam sejak kemarin,” kata Adi.

Menurutnya, saat ini warga yang mengalami peristiwa tersebut banyak mengungsi ke rumah sanak saudara terdekat. “Bagaimana mau tidur, terpaksa mereka menumpang di rumah sanak saudara dan tetangga kanan -kiri,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial OI Edi Rizal mengatakan, Pemkab OI sudah memberikan bantuan berupa makanan dan pakaian kepada korban.

“Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam. Sudah kita beri selimut, sembako, serta tenda, dan peralatan memasak,” ujarnya.

Diakuinya, sebagian wilayah OI rawan dihantam angin puting beliung lantaran dekat perairan. Seperti Kecamatan Lubuk Keliat, Rambangkuang, Muarakuang, Pemulutan Induk, Pemulutan Selatan, dan Inderalaya Utara.

Ia mengimbau masyarakat untuk waspada. “Sekarang kita memasuki musim penghujan serta angin kencang. Jangan sampai bencana seperti ini memakan korban. Jika bantuan tersebut masih kurang, jangan segan-segan melapor ke Dinas Sosial,” katanya.

Terpisah, Sekda OI H Herman mengatakan, sudah memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban angin puting beliung.

“Saya turut prihatin dan berduka atas peristiwa alam ini. Kerugian materi mencapai puluhan juta rupiah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Masyarakat wajib waspada selama musim penghujan,” ujarnya.

Anggota DPRD OKUT Andi Saiban, yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV atau lokasi musibah mengatakan, sebelum angin puting beliung menghantam rumah penduduk dan menumbangkan beberapa pohon, terlebih dahulu disertai hujan dan angin kencang. Hanya dalam hitungan menit, angin puting beliung telah merusak puluhan bangunan rumah warga.

Di Desa Gunung Jati, tiga rumah rusak berat. Satu rumah roboh milik Husni. Dan di Desa Minanga Tengah, satu rumah ditimpa pohon, tiga rumah rusak berat, serta 17 rumah rusak ringan. Sedangkan di Desa Minanga Besar, 14 rumah rusak ringan dengan kondisi genting berhamburan. Sementara untuk jumlah rumah yang mengalami rusak ringan sebanyak 31 rumah.

“Kita tidak menduga. Kejadiannya sangat cepat. Saat itu hujan dan angin sangat kencang. Kita bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ujar Andi.

Pascamusibah angin puting beliung, warga langsung bergotong royong membersihkan lokasi dan memperbaiki rumah yang rusak ringan.

“Sedangkan warga yang rumahnya roboh maupun rusak berat, langsung diungsikan ke rumah warga lainnya,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, warga mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKUT segera mengambil langkah untuk membantu korban yang terkena musibah ini.

“Terlebih bagi korban yang rumahnya roboh maupun rusak berat, tentu sangat membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup,” terangnya.

Camat Semendawai Barat Zulkifli saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini sedang melakukan pendataan dan sudah melaporkan peristiwa ini ke Pemkab OKUT. ”Sekarang kita sedang melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah sebenarnya berapa rumah yang rusak,” jelasnya.

Sementara Assisten I Setda OKUT Mgs Habibullah mengatakan, Pemkab akan meminta laporan dari camat yang wilayahnya terkena musibah angin puting beliung dan segera menugaskan BPBD untuk terjun ke lapangan. ”Pemkab akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah,” ujarnya. # hen/cr1

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Puncak TNI AD Kartika Yudha 2019 di Saksikan Panglima TNI dan Kasad

Palembang, BP Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Prakasa menyaksikan langsung ...