Home / Headline / Lagi, Satu Keluarga di Palembang Menghilang

Lagi, Satu Keluarga di Palembang Menghilang

Diduga Gabung Gafatar

 

ORANG HILANG- A.Yani (33) dan istrinya Riski Febrianti (24) dilaporkan hilang dan diduga ikut organiasi Gafatar.

ORANG HILANG- A.Yani (33) dan istrinya, Riski Febrianti (24), dilaporkan hilang dan diduga ikut organiasi Gafatar.

Palembang, BP

Kecemasan Mariyam (53) terhadap isu yang marak beredar tentang organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) belakangan ini membuatnya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Jumat (15/1).

Ia melaporkan hilangnya A Yani (33), anak kandungnya beserta Riski Febrianti (24) menantunya serta ketiga cucunya Zaprin (7), Melinda (6) dan Nadia (2).

Satu keluarga tersebut diketahui menghilang sejak dua bulan terakhir dan terindikasi bergabung dengan organisasi Gafatar.

Menurut warga Lorong Bakti, Nomor 54, RT24, RW9, Kecamatan SU II Palembang ini, awal keberangkatan anaknya beserta keluarga yang pamit pergi ke Kalimantan sejak 7 September 2015 lalu tidak dicurigai. Namun kekhawatiran muncul setelah dirinya menemukan berbagai atribut Gafatar di A Yani.

“Awalnya anak saya itu rajin shalat dan delapan tahun lalu dia merantau ke Jakarta. Lalu pulang ke Palembang membawa gadis yang akan dinikahinya,” ujar Mariyam.

Baca:  Lagi, 40 Eks Gafatar Tiba di Palembang

Kemudian setelah menikah, Mariyam melanjutkan, perubahan sikap dari anaknya mulai terlihat dengan tidak lagi melaksanakan perintah agama.

“Setahun sebelum mereka memutuskan pindah ke Kalimantan, anak saya itu sering ikut perkumpulan di daerah Kenten. Tahu itu Gafatar karena melihat dari jaketnya,” katanya.

Selanjutnya, setelah satu bulan pindah ke Kalimantan, A Yani masih sering memberikan kabar melalui telepon selulernya. “Tapi yang saya heran waktu ditelepon, cucu saya mengeluh kalau di sana selalu makan jagung dan itu aneh menurut saya,” imbuhnya.

Terlebih dari kamar anaknya, Mariyam menemukan atribut Gafatar seperti jaket, surat menyurat, kartu identitas dan buku-buku organisasi Gafatar.

“Sudah dua bulan ini anak saya dan keluarganya tidak ada kabar. Saya baca di berita, ada indikasi mencurigakan seperti ini harus dilaporkan dan kami sangat cemas,” paparnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polresta Palembang Kompol Budi Santoso mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kesbangpol untuk membahas keberadaan organisasi Gafatar ini.

Baca:  Jangan Kucilkan, Mereka Saudara Kita

“Beberapa waktu lalu kita sudah melakukan penggerebekan di wilayah Kalidoni. Tapi tempat tersebut sudah ditinggal sejak enam bulan lalu,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pendalaman terhadap laporan-laporan orang hilang yang masuk ke Polresta Palembang.

“Kita pelajari dulu, karena belum tentu semua yang hilang ini ikut Gafatar. Tapi semua pihak tetap harus waspada,” tandasnya.

 

 

 

Sementara itu terkait laporan hilangnya Ratih Mediyanti (23) yang diduga diajak kekasihnya bernama Muhammad Adil bergabung dengan Gafatar mulai menunjukkan titik terang.

Penyidik Polda Sumsel sudah dapat berkomunikasi dengan Ratih. “Kami sudah berkomunikasi, ternyata mereka baik-baik saja,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo.

Dengan sudah ada kabar kalau Ratih dalam keadaan baik, menurut Kapolda, tidak menjadi masalah warga Jalan Kaswari V, Nomor 15, RT31, Kelurahan Sialang, Kecamatan Sako Palembang tersebut bergabung dengan Gafatar.

Baca:  Jangan Kucilkan, Mereka Saudara Kita

“Jadi kalau baik-baik saja, apakah masuk Gafatar atau tidak? Tidak ada masalah,” tegas mantan Wakabaintelkam Mabes Polri ini.

Hanya saja, pihaknya tetap akan mendalami laporan Megawati, selaku orangtua Ratih. Terkait ajakan alumni Akbid Bina Husada Palembang 2013 ini agar ibunya bergabung ke organisasi yang telah dilarang MUI sejak 17 November 2015 lalu, menurut dia, itu baru sebatas dugaan.

“Itu baru diduga saja dan harus didalami dulu. Jadi saat ini Keamanan Negara, Ditreskrimum Polda Sumsel sedang mendalaminya,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ratih dilaporkan hilang oleh ibunya Megawati (52) ke Polda Sumsel. Ratih putus kontak dengan ibunya sejak 17 November 2015 lalu.

Setelah mencari data rekeningnya, Ratih diketahui memesan tiket dari salah satu agen online dengan tujuan Pontianak yang transit ke Jakarta.

Sejak saat itu, Megawati kehilangan komunikasi dengan putrinya. Ia khawatir Ratih bergabung dengan Gafatar di Kalimantan Barat bersama pacarnya yang memang sudah lebih dulu bergabung di sana. # bel/rio

 

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Peran DKSS Tidak Kalah Dengan KONI

Palembang,BP Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) Raden H Syahril Erwin, SE (Yaya) menilai peran DKSS di Sumsel tidak kalah ...