Home / Headline / Sensasi Digoyang Arus Kuat

Sensasi Digoyang Arus Kuat

 

Digoyang arus kuat di atas perahu karet, memacu adrenalin peserta arung jeram. Potret kehidupan warga pinggiran Sungai Lematang, menghadirkan kesan mendalam.
1301.01.KAKI.HASSKALAU tidak basah, uang kembali. Demikian ucapan salah satu penggiat olahraga air, Aprianto (37) dari Lahat Rafting, kepada peserta wisata rafting atau arung jeram, beberapa waktu lalu.

Sabtu (9/1) pagi itu, sebanyak 40 peserta bersiap merasakan sensasi berwisata arung jeram di Sungai Lematang. Ada tujuh perahu karet berikut pengemudinya yang digunakan untuk kegiatan ini.

Mereka akan menyusuri sungai sejauh 12 kilometer, dari Desa Tanjung Mulak, Kecamatan Pulau Pinang, sampai ke wilayah Benteng Lematang, Desa Banjar Negara, Kota Lahat.

Sungai Lematang merupakan denyut nadi bagi masyarakat Bumi Seganti Setungguan. Selain mengairi persawahan, warga juga menggantungkan hidup dengan sungai itu. Mereka mengambil air dan mandi di sana, serta menjala ikan.

“Baru sekali ini arung jeram di Lematang. Kami baru jingok dari air ini apo bae kegiatan masyarakat,” kata Joko (40), salah satu peserta.

Setelah beberapa lama merasakan sensasi digoyang ombak dan arus di atas sampan karet, sampailah rombongan di Desa Perigi. Perahu berhenti sejenak untuk menuju air terjun Perigi.

“Kita istirahat sebentar untuk menikmati air terjun di sini. Perjalanan ke air terjun sekitar 200 meter,” ujar Jaya (45), salah satu personel Lahat Rafting yang menjadi pemandu peserta wisata arung jeram.

Memasuki kebun kopi yang diselingi tanaman karet, terdengar suara gemuruh air, dan sungai kecil bening yang ditumbuhi Bunga Bangkai atau biasa masyarakat menyebutnya Kibut (Amorphophallus Bulbifer), yang tumbuh di sela-sela hutan hujan tropis tersebut. Jalan berliku-liku dan licin dilalui, menanjak dan menurun di antara sungai kecil menuju ke Air Terjun Perigi. Sampai di lokasi, sejumlah peserta bermain di bawah air terjun tersebut. Sembari menikmati lemang sajian khas Lahat dari beras ketan yang dimasak dengan santan dan garam yang diberi air, kemudian  dimasak dalam bambu yang dilapisi daun pisang diatas bara api selama sekitar 4 jam.

“Udara dingin setelah bermain di air terjun memang enak menikmati lemang,” ungkap Edi (45), peserta lainnya.

Setelah beberapa saat beristirahat, peserta kembali melanjutkan perjalanan dengan sampan aret dan kembali menikmati hentakan arus kuat. Sesekali beberapa peserta turun dan berenang.

Sekitar dua jam perjalanan, rombongan tiba di Benteng Lematang. “Suguhan baru bagi peserta arung jeram adalah bendungan yang baru di buat di antara Desa Jati dan Desa Selawi,” tambah Jaya.

Perjalanan diakhiri dengan menikmati makan siang di Benteng Lematang. Celoteh peserta yang menikmati pengalaman baru arung jeram melekat. “Salam basah seru,” begitu kata Jaya. #sofi retorika

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Harapkan Puskesmas di Sumsel Harus Aktif Jemput Bola

Palembang, BP Sejak program jaminan kesehatan yakni BPJS diterapkan di Indonesia, masih banyak masyarakat di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang ...