Home / Bisnis / Karet Petani Cuma Dihargai Rp2.000/Kg

Karet Petani Cuma Dihargai Rp2.000/Kg

imagesPalembang, BP

Harga karet di tingkat petani terus merosot akibat melimpahnya stok karet di pasar dunia, sementara permintaan berkurang dari negara tujuan ekspor.

“Harga karet sulit diprediksi kapan mulai membaik seperti masa kejayaannya dulu. Sekitar lima tahun terakhir, terutama tiga tahun ini, harga karet terus turun,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Alex K Eddy, Selasa (12/1).

Dikatakannya, pada 2016 ini, pihaknya belum bisa memprediksi harga kembali bangkit. Tiga bulan ke depan, diperkirakan harga masih akan sama. “Harga di pabrik untuk karet dengan kualitas 50 persen seharga Rp6.000 – Rp6.500 per kilogram (kg). Harga tersebut akan lebih murah lagi di tingkat petani, karena para pengepul karet mempertimbangkan infrastruktur ke wilayah tersebut. Tidak heran jika di tingkat petani, harga bisa sampai Rp2.000,” katanya.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya telah berupaya berkoordinasi dengan negara pengekspor karet, salah satunya Malaysia. Dengan cara mengonsumsi 30 persen karet / 1 juta ton untuk diproduksi di dalam negeri melalui hilirisasi.

“Saat ekspor karet berkurang ke negera tujuan (Cina juga Amerika-red) ini akan mempengaruhi harga karet menjadi lebih tinggi, karena saat ini harga karet turun disebabkan oleh suplai banyak dan demand yang sedikit,” katanya.

Ditambahkannya, akhir tahun lalu suplai bokar (bongkahan karet) dari petani menurun 30 persen. Biasanya per bulan, pihaknya melakukan ekspor karet sekitar 85.000 – 90.000 ton per bulan. Namun dalam kurun waktu dua bulan ini hanya 75.000 ton.

“Hal ini karena faktor cuaca kering dan kabut asap, juga ada petani yang mulai meninggalkan karet. Namun di awal tahun ini, suplai sudah terlihat meningkat karena memasuki musim penghujan. Rata-rata per bulan 700 ribu ton,” katanya.

Gapkindo Sumsel tetap optimis kendati harga karet saat ini anjok. “Tidak ada komoditas yang bisa menggantikan karet. Untuk membuat ban harus menggunakan bahan baku dari karet. Diharapkan petani bisa bersabar. Kondisi ini pasti berlalu. Selama masih ada produksi ban, karet tetap dibutuhkan,” katanya.# pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

APBD Sumsel 2020 Diprediksi Meningkat

Palembang, BP Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) M Yansuri memprediksi ABPB Provinsi Sumsel 2020 akan terjadi peningkatan. “ Besarnya ...