Home / Headline / Gubernur Sumsel Raih Penghargaan dari Leprid

Gubernur Sumsel Raih Penghargaan dari Leprid

 Syukuran HUT Ke-70 Kodam II Sriwijaya Berlangsung Sukses
DSCN3474Palembang, BP
Kodam II Sriwijaya menggelar acara syukuran HUT Ke-70 Kodam II Sriwijaya yang jatuh pada tanggal 1 Januari  2016 yang lalu tetapi dirayakan pada hari ini Sabtu (9/1) di Stadion Gelora Sriwijaya, Komplek Jaka Baring Sport City (JSC) berlangsung sukses.
Ribuan masyarakat dari bermacam-macam etnis memadati Stadion Jaka Baring Palembang, untuk menyaksikan acara syukuran dan konser Slank.
Masyarakat terlihat begitu antusias dan bergembira melihat tarian Kolosal yang pesertanya 5000 orang dan iringan musik Slank yang terdengar seakan semakin menambah rasa kebersamaan antara TNI dengan rakyat dimana sebelumnya digelar parade pasukan dimana ikut parade pasukan tersebut semua personil Group Slank yang di komandoi, Kaka dan Bimbim di di Stadion Gelora Sriwijaya.
Ke-5000 penari merupakan gabungan prajurit dan PNS satuan jajaran Kodam II Sriwijaya  di seluruh wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), ibu-ibu Persit, anggota Polri, mahasiswa, pelajar, anggota FKPPI, anggota PPM, dan lainnya.
Tarian kolosal di bawah koodinator sekaligus koreografer Kepala Ajendam II Sriwijaya  Kolonel Caj Eko Waluyo Setyantoro menampilkan kolaborasi, gerak dan formasi berbagai jenis tarian yang ada di seluruh wilayah Sumbagsel. Di antaranya Tari Payung, Tari Serampang 12, Tari Kreasi masing-masing daerah termasuk Tari Barongsai. Pagelaran Tari Kolosal ini bertajuk “Gotong Royong Sriwijaya”.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam II Sriwijaya Brigjen Komaruddin Simanjuntak,  Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didamping Hj Eliza Alex Noerdin dan bupati dan walikota di Sumsel,   Gubernur Bengkulu, Gubernur Jambi, Gubernur Lampung dan Gubernur Bangka Belitung seerta Para pejabat teras Kodam II/Sriwijaya, Kapolda Se-Sumbagsel dan pejabat pemerintah daerah se-Sumbagsel.
  Dalam kesempatan tersebut Direktur Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid), Paulus Pangka SH memberikan penghargaan kepada Pangdam II Sriwijaya dan istrinya  sebagai Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodam II Sriwijaya serta Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.
Menurut Paulus kalau Kodam II Sriwijaya telah berhasil memecahkan rekor Leprid tanggal 23 Desember 2015 yaitu festival layang-layang merah putih terbanyak, festival pempek serentak di enam wilayah Kodam II Sriwijaya dengan total panjang 38. 804 meter.
Di kota Palembang sendiri menurutnya di kota Palembang berhasil memecahkan rekor dunia pempek terpanjang tanpa terputus melilit pada 22 stupa dengan panjang 17.804 meter, selain itu rekor pempek terberat dengan berat 220.50 Kg .
” Dan hari ini kita saksikan tari kolosoal dengan melihatkan 5000 penari dari seluruh Sumbagsel dengan kreteria tari kolosal massal dengan penari terbanyak dengan tema gotong royong Sriwijaya,” katanya.
Kecuali tari kolosal semua prestasi yang telah disebutkan tadi menurut Paulus merupakan rekor dunia,” Kalau tari kolosal belum masuk rekor dunia karena rekor dunia lebih banyak dari pada itu,” katanya.
Karena itu menurut Paulus Gubernur Sumsel H Alex Noerdin juga diberikan penghargaan selain Pangdam II Sriwijaya dan istri karena mendukung kegiatan dan prestasi yang telah di raih Kodam II Sriwijaya ini., ” Kita apresiasi kepada pak Alex Noerdin untuk mendukung kegiatan diwilayahnya dalam hal ini Kodam II Sriwijaya yaitu festival layang-layang, festival pempek dan tari kolosal,” kata Paulus.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang  gagah dengan menggunakan baju TNI loreng-loreng hijau dan baret hijau mengucapkan dirgahayu Kodam II Sriwijaya ke 70 .
“Ini satu acara luar biasa, kalau mau lihat tadi tari massal 5000 dari prajurit TNI, Polri, mahasiswa dan lain-lain , saya menambah keyakinan, Insya Allah closing ceremony Asian Games 2018 di Palembang dan mungkin saja openingnya di Palembang bisa kita laksanakan dengan baik, dengan sukses, ini merupakan bentuk kerjasama yang baik persatuan diantara kita, terima kasih kepada Kodam II Sriwijaya, Kodam kebanggan Indonesia,” kata Gubernur usai acara.
Sedangkan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson S.Ip mengatakan kalau kegiatan ini merupakan kegiatan syukuran yang ke 70 Kodam II Sriwijaya yang seharusnya jatuh tanggal 1 Januari 2016 namun diundur dan dilaksanakan tanggal 9 Januari.
Syukuran kali ini di fokuskan kepada hiburan saja dengan mengangkat kearifan lokal berupa tari gotong royong Sriwijaya dimana salah satu kearifan lokal negara ini adalah gotong royong dan itu itu diaktualisasikan dalam bentuk tarian yang kesemuanya didukung TNI, Persit, pelajar dan mahasiswa.
” Ini mengalir dari kebijaksanaan Panglima TNI bahwa TNI Kuat bersama rakyat, rakyat kuat karena TNI, jadi TNI dan rakyat menyatu, kita mengalir saja , untuk mengaliri ini ada medianya, medianya kita melakukan kegiatan yang diperuntukan untuk rakyat, seluruh kegiatan dalam rangka HUT TNI dan HUT Kodam kita rangkai memang lebih kedepankan kedekatan TNI dengan rakyat sehingga tidak ada batas sehingga TNI dan rakyat menjadi kuat,” katanya.
Kedepan Kodam II Sriwijaya lebih baik, lebi profesional        dan dia  berharap Kodam II/Sriwijaya  akan lebih sukses lagi dalam menjalankan tugas-tugas baik dalam organisasi, maupun dalam  kehidupan  bermasyarakat,  sehingga kiprah dan sumbangsihnya dapat semakin dirasakan oleh  masyarakat se-wilayah Sumatera  bagian Selatan.
  Selanjutnya Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson S.Ip bersama Kasdam II Sriwijaya Brigjen Komaruddin Simanjuntak,  Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan bupati dan walikota di Sumsel  Gubernur Bengkulu, Gubernur Jambi, Gubernur Lampung dan Gubernur Bangka Belitung serta Para pejabat teras Kodam II Sriwijaya dan pejabat pemerintah daerah se-Sumbagsel melakukan pemotongan nasi tumpeng bersama.
Pada puncak HUT Kodam II Sriwijaya ke 70, band Slank berhasil memukau para pengunjung stadion Gelora Sriwijaya dengan MC artis ibukota Okan Cornelius dan Narji.
Sejumlah lagu andalan dilantunkan band yang digawangi Kaka pada vokal, Bimbim pada Drum, Ridho pada Gitar dan Ivanka pada Bass.
Bang-bang Tut, Terlalu Manis, Yang Penting Halal, Ku Tak Bisa, Pandangan Pertama, dan Orkes Sakit Hati menjadi diantara sederet lagu yang dinyanyikan band Slank.
Disela aksi panggungnya, sejak sang vokalis Kaka mengajak masyarakat Kota Palembang dan Indonesia bersatu bersama TNI.
Menurutnya jika Slank, Slanker bersatu dengan TNI, maka keduanya tak akan ada matinya.
“Slank dan tentara itu bersatu. Karena dua-duanya, nggak ada matinya, kalau bersatu nggak terkalahkan. Slank nggak ada matinya,” kata Kaka. #osk
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penjaga Malam Ditemukan Tewas Dengan Luka Tusuk

Palembang, BP Seorang penjaga malam, Indra Cahya,(35)  warga Jl. KH Wahid Hasyim Lorong Terusan Palembang ditemukan tewas dengan luka tusuk ...