Home / Headline / Berdebar Lihat Operasi Jantung Terbuka

Berdebar Lihat Operasi Jantung Terbuka

foto kaki operas RSMH (1)Ratusan tamu undangan kagum dan pilu melihat langsung operasi bedah jantung dengan metode open heart (membuka jantung) di sebuah layar proyektor di aula RSMH.

TINDAKAN operasi bedah jantung perdana di Rumah Sakit Rujukan Nasional untuk pasien kasus VSD (Ventrikal  Septal Defect/adanya lubang pada bilik jantung) yang dilakukan pada pasien anak bernama Rasya dari Lahat, menjadi operasi secara live conference dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-59 Rumah Sakit dr Muhammad Hoesin Palembang, Senin (4/1).

Dikatakan perdana, karena sejauh ini operasi open heart sudah sering dilakukan. Akan tetapi untuk kasus VSD dengan tindakan operasi hybrid, baru pertama kalinya di Sumatera. Dan di Palembang merupakan kali pertama dan kedua di Indonesia setelah di Surabaya.

Ratusan tamu pun mendapati live conference operasi bedah jantung. Ini membuat beberapa tamu undangan termasuk awak media berdecak kagum dengan pelayanan operasi jantung yang tentunya baru pertama kali dilihat.

Saat live conference operasi jantung tersebut, Dr Ria Nova Sp.A selaku dokter spesialis anak menjelaskan tahapan operasi VSD open heart dari layar bahwa jalanan operasi bisa memakan waktu lebih kurang 1 hingga 4 jam. Operasi dilakukan oleh satu tim bedah khusus, yang terdiri dari dokter bedah jantung, dokter anesti, dan seorang perfusionis (ahli mesin jantung), serta scrabner (bagian kesiapan alat).

“Masalah VSD bisa ditangani dengan tiga metode. Pertama transcarteter, lalu open heart dan Hyrbid VSD. Untuk kasus Rasya, karena VSD besar maka dilakukan open heart, ” terangnya.

Ia melanjutkan, awal tahapan open heart, mulai dari pasien dibius terlebih dahulu baru kemudian dibuka bagian jantung dengan membuat sebuah garis sepanjang setrium tulang dada.

“Saat pembungkus jantung (selaputnya) dibuka, maka akan dilihat ventrikal kanan (bilik kanan) lalu kerja jantung dihentikan dengan mesin pemompa (ganti kerja jantung). Ini pun menunggu saat denyut sudah tidak ada,” ujarnya.

Barulah vsd yang terdapat pada bilik tadi ditutup dengan sebuah bahan patch yang akan dijahit pada lubang vsd tadi. Sehingga lubang pada bilik akan tertutupi dengan adanya patch.

“Setelah usai dijahit, kerja alat pompa dilepaskan dan jantung akan kembali bekerja normal, dan operasi pun akan selesai,” jawabnya.

Keuntungan dari open heart ini, diakui dr Ria Nova bisa mengatasi masalah vsd yang besar, namun untuk perawatan memang membutuhkan waktu cukup lama.

“Pascaoperasi pasien sudah sadar, akan tetapi harus dibawa dulu ke ruang ICU selama 1 sampai 2 hari, barulah kondisi membaik dipindahkan ke bangsal,” tandasnya.

Dirut RSMH Dr M Syahril mengatakan, selain operasi open heart untuk kasus VSD, pihaknya sudah melalukan tindakan operasi hybrid yang pertama kalinya di Sumatera. Tindakan operasi Hybrid Vsd tepat di bulan November tahun lalu, merupakan nomor dua setelah RSU Soetomo Surabaya.

“Ini salah satu program unggulan RSMH dan dalam waktu dekat Insyaallah Juli nanti kita akan melakukan proses bayi tabung perdana. Dan mudah-mudahan bisa lancar untuk menuju rumah sakit yang bersertifikasi internasional,” ujarnya.

Kegiatan HUT ke-59 RSMH yang seharusnya dihadiri dan dibuka langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Prof Dr dr Nila Farid Moelek Sp.M(K) harus digantikan Dirjen Pengendalian penyakit dan Penyehat Lingkungan (PPPL), Dr HM Shubuh MPPM. Ini lantaran Menteri Kesehatan diminta hadir oleh Presiden ke istana negara guna menghadiri rapat paripurna.

Dirjen PPPL Kemenkes Dr H M Shubuh MPPM mengapresiasi langkah pihak RSUP dr Muhammad Hoesin dalam mengejar predikat rujukan internasional. Hal ini tentunya menjadi momentum bersama untuk mewujudkan pelayanan kesehatan berstandar internasional yang berfokus ke pasien.

“Kita harapkan kerja sama yang baik antara pemerintah provinsi dan kota dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Sumsel,” tandasnya.

HUT ke-59 RSMH dihadiri juga oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin beserta istri Eliza Alex Noerdin, bersama Kadinkes Sumsel, Drs Lesty Nurainy Apt M. Kes dan Asisten Kesra , Ahmad Najib. Kemudian Walikota Palembang Harnojoyo didampingi Kadinkes Palembang Dr Anton Suwindro.

Gubernur menyambut baik program unggulan dalam proses peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat tersebut, termasuk terobosan baru transplansi ginjal yang baru dilakukan RSMH.

“Program yang bagus, kita tetap dukung sebagai Pemerintah Daerah dan mudah-mudahan tak hanya transpalasi ginjal tetapi program lain terus dilakukan dalam peningkatan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Apalagi sambung, Alex, pihaknya juga jauh-jauh hari telah menyiapkan pembangunan Rumah Sakit Provinsi yang ditargetkan akan selesai dibangun 2018. Selain itu dirinya juga berharap, dengan penambahan usia RSMH, layanan yang diberikan kepada masyarakat Sumsel dapat lebih baik.

“Pemerintah Provinsi Sumsel juga siap mendukung target RSMH dalam meraih akreditasi JCI (Joint Commission International). Kita ingin ini tidak hanya sebuah award belaka, melainkan benar-benar menunjukkan bila pelayanan terhadap masyarakat khususnya bidang kesehatan sangatlah prima dan baik,” tegasnya. # sugiarto

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Lokasi Potensial Jembatan Sumsel-Bangka Diwacanakan Pindah

Palembang, BP Wacana pembangunan jembatan penghubung Sumatera Selatan –Bangka Belitung kian terang setelah Menteri PUPR RI, Basuki Hadi Moeljono menyetujui ...