Home / Headline / Supervisor Bank OCBC Diringkus Polisi

Supervisor Bank OCBC Diringkus Polisi

Gelapkan Uang Nasabah Rp700 Juta

DSC_0050Palembang, BP
Menyalahgunakan jabatan di Bank OCBC NISP TBK Cab. Palembang, Paulus Willy Munandar (36) selaku Supervisor di bank tersebut beserta sang istri, Riska Melinda (21) yang terlibat aksi penggelapan uang dalam jabatan dengan kerugian sebesar Rp700 juta berhasil diamankan polisi.

Kedua tersangka yang merupakan warga Komplek Sukarami Indah, Blok C7, RT 11 RW 3, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami Palembang berhasil diamankan Aparat Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel saat menunggu bus tujuan Jakarta, di Jalan Lintas Sumatera Palembang-Indralaya, Rabu (30/12) lalu, sekitar pukul 17.30.

Dari penagkapan itu, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai yang terdiri dari pecahan Rp100 dan Rp50 ribu yang jumlahnya kurang lebih Rp10 juta, tiga cincin emas seberat 3,5 suku dan dua unit telepon seluler (ponsel) andoid, serta dua buah jam tangan.

Ditemui di Mapolda Sumsel, Jumat (1/1), Paulus mengaku, kejadian itu terjadi berawal Maret 2015 lalu saat ia menjabat sebagai Supervisor di Bank OCBC NISP TBK Cab. Palembang. Saat itu ada nasabah inisial YL akan menabung uang senilai Rp300 juta yang langsung dilayaninya tanpa melalui petugas teler.

“Uang nasabah tersebut tidak tercatat dalam pembukuan bank sehingga bisa saya ambil dan dipakai untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.

Bahkan, masih dikatakan tersangka Paulus, selain melakukan aksi tersebut, dirinya juga mengambil uang dalam brankas Bank OCBC senilai kurang lebih Rp634 juta. Sejumlah uang tersebut dipakai untuk menikahi istrinya.

“Sisanya kami pakai untuk membeli sawah di Subang Jawa Barat yang merupakan kampung istri saya serta untuk hura-hura,” kata tersangka tamatan D3 Jurusan Akutansi ini.

Sementara itu, Dirkrimum Polda Sumsel Kombes Pol Sumarso, didampingi Kasubdit I Kemananan Negara AKBP Sutriyo menjelaskan, kedua pasutri ini ditangkap saat menunggu bus hendak pulang ke Subang Jawa Barat.

“Sebelumnya mereka buron dan pergi ke Subang. Setelah kita tahu kembali ke Palembang langsung kita kejar dan ditangkap itu,” jelas Sumarso.

Tersangka Paulus, sambungnya, merupakan salah satu pegawai bank di Palembang. Modusnya melakukan penggelapan dalam jabatan dan tak menyetorkan uang milik nasabah. Uang milik nasabah yang seharusnya masuk ke bank ternyata diambil tersangka secara bertahap.

“Dilakukan tersangka sejak bulan Maret hingga Desember. Setelah dilakukan pengecekan pihak bank, tersangka kemudian dilaporkan ke Polda Sumsel dengan LPB/953/XII/2015/SPKT, TGL 22 Des 2015 Ttg. Selanjutnya, tersangka langsung kita tangkap,” pungkasnya. #rio

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Thia Yufada dan Gerakan Literasi di Muba

Oleh : Maspril Aries Wartawan Utama/ Penggiat Kaki Bukit Literasi Gerakan literasi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus bergerak. Ketua ...