Home / Headline / Batubara Sumsel Jadi Idaman, KEK TAA Selesai 2018

Batubara Sumsel Jadi Idaman, KEK TAA Selesai 2018

downloadPalembang, BP
Sumatera Selatan memiliki 22,24 miliar ton cadangan batubara atau 48 persen dari total cadangan batu bara Indonesia. Potensinya masih bisa terus digali apabila banyak investor yang datang ke Sumsel dan mengolah batu bara tersebut.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel Robert Heri mengatakan, batubara merupakan sumber daya alam di Sumsel yang paling banyak menarik investor. Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA) akan memperlebar masuknya investor yang hendak menanamkan modalnya di Sumsel.

“Selama ini, banyak investor urung berinvestasi di Sumsel karena kurangnya infrastruktur. Oleh karena itu keberadaan KEK TAA akan secara otomatis mendongkrak tingkat investasi serta perekonomian Sumsel. Pemprov targetkan KEK TAA selesai 2018, sebelum diselenggarakannya Asian Games,” tuturnya.

Baca:  Kasus Swabakar Batubara, Warga Pertimbangkan Langkah Hukum

Dirinya mengungkapkan, pemerintah pusat pun mendukung penuh keberadaan KEK TAA. Karena selain diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 51 tahun 2014 yang mengatur tentang pembangunannya, pemerintah pusat pun telah menyetujui pembangunan jalur kereta api ganda dari kawasan eksplorasi Muaraenim menuju TAA.

Selama ini, Robert menerangkan, perekonomian Sumsel baru fokus di sisi hulu saja, mulai dari perkebunan hingga eksploitasi mineral. Belum ada industri yang menjadikan bahan mentah menjadi barang olahan hilir yang meningkatkan harga jual. Dirinya menegaskan, dengan keberadaan KEK TAA maka, Sumsel dapat mengukuhkan posisinya sektor industri hilir.

“Sumsel akan menjadi pusat perekonomian baru di Sumatera dengan adanya KEK TAA. Investasi merupakan faktor terpenting bagi pembangunan suatu daerah,” tegasnya.

Baca:  Selo Argodedali Utamakan Pendekatan Dialogis Ke Warga

Diketahui, cadangan batu bara di Sumsel tersebar di beberapa kabupaten. Kabupaten Muaraenim memiliki cadangan batu bara terbesar di Sumsel yakni dengan 13,6 miliar ton. Diikuti oleh Lahat dengan 2,7 miliar ton, lalu OKU dan OKU Timur 0,32 miliar ton dan Musirawas sebesar 0,8 miliar ton.

Saat ini, sebagian besar batu bara Sumsel digunakan untuk menerangi Bumi Sriwijaya. Pembangkit Listrik Tenaga Uap Suryalaya menghabiskan 6,1 juta ton batu bara Sumsel per tahunnya. Selain itu, batu bara Sumsel pun digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, serta sebagian kecilnya  diekspor ke Malaysia, Korea, dan Tiongkok.

Baca:  Komisi IV DPRD Sumsel Tuding Banyak Perusahaan Batubara Hanya Mengambil Profit

“Sumsel sangat beruntung karena diberikan sumber daya alam yang sangat melimpah dan beragam. Seperti mineral batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Lalu di sektor perkebunan ada karet dan minyak sawit. Dengan adanya KEK TAA nanti, perekonomian Sumsel akan melonjak jauh,” tandasnya.

KEK TAA dibangun di atas lahan seluas 4.045 hektar yang terdiri dari reklamasi 2.030 lahan darat TAA serta 2.015 lahan reklamasi Tanjung Carat. Segala jenis industri di mulai dari pembangkit listrik, pengolahan gas, pabrik pupuk, ban, semen, petrokimia hingga kilang minyak akan didirikan. Pemprov Sumsel menargetkan KEK TAA dapat membuka 250.000 lapangan pekerjaan baru. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kenaikan PBB di Palembang Bisa Direvisi Karena Terindikasi Kelalaian

Palembang, BP Inspektor Kota Palembang Gusmah Yuzar, mengklaim kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) saat ini sedang berjalan dan belum ...