Home / Headline / Jalinsum Lumpuh Total Diblokade Pendukung Paslon

Jalinsum Lumpuh Total Diblokade Pendukung Paslon

Jalinsum Lumpuh Diblokade (1)Muratara, BP

Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) selama berlangsungnya rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara masing-masing pasangan calon (paslon) Pemilihan Kepala Daerah Musirawas Utara, Rabu (16/12), lumpuh total. Massa dari paslon I dan 2 kembali memblokade Jalinsum.

Pantauan BeritaPagi, warga memblokade jalan di Madang dekat  SPBU dengan cara  membakar ban serta menumpukkan koral di permukaan jalan. Tidak itu saja, massa menebang pohon menutupi badan jalan. Belum diketahui pasti apa tuntutan massa memblokade jalan. Ada dugaan blokade dilakukan untuk meminta paslon pemenang pemilukada didiskualifikasi serta meminta pemilu ulang.

Dalam orasinya, perwakilan massa, Bintang Suryadi, mengatakan, pemblokadean jalan dilakukan dengan tuntutan yang sama saat blokade di depan kantor Panwaslu, Selasa (15/12) lalu. Massa menganggap terjadi kecurangan dalam pilkada Muratara dan meminta dilaksanakan pemilukada ulang.

“Pilkada banyak kecurangan seperti undangan tidak disebarkan kepada pemilih. Pencoblosan surat suara secara berjamaah di Kecamatan Rawas Ulu,” paparnya.

Massa menuntut apa yang disebutkan lantaran ada temuan di lapangan. Ada temuan di lapangan, sudah dilaporkan ke Panwaslu. Karena tidak ada tanggapan ada indikasi keberpihakan ke paslon pemenang,” katanya.

Hal senada dikemukakan perwakilan massa  Iskandar Muit. Ia meminta pemerintah membatalkan hasil pemilukada Muratara, karena disinyalir penuh kecurangan. Dikatakannya, sebelum masyarakat menggelar aksi massa juga sudah menyampaikan temuan-temuan kecurangan ke Panwaslu Muratara. Dari Panwaslu sudah ada rekomendasi ke KPU.

Dari temuan-temuan itu, KPU berjanji akan mengadakan kajian, namun janji itu tidak terbukti karena nyatanya KPU malah menggelar rapat pleno penetapan.

“Kapolres juga sudah berjanji tapi tidak direalisasikan.  Kami butuh pilkada bersih. KPU tidak berhasil menyelenggarakan pilkada Muratara,” paparnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Padri mengakui situasi masih aman dan terkendali. Jenderal bintang dua ini tidak menampik kalau ada ekses dari masyarakat yang tidak puas dengan hasil pilkada. Namun, lagi-lagi ia mengatakan masih bisa dikendalikan.

“Situasi masih aman terkendali. Memang ada ekses masyarakat tidak puas. Tapi sejauh ini
masih bisa dikendalikan,” tegasnya.

Kapolda tidak mengelak, pintu masuk ke Rupit di Jalinsum diblokade massa dari salah satu kelompok paslon. Ia mengimbau masyarakat Muratara menjaga keamanan pilkada. Pilkada merupakan ajang  untuk menjaring pemimpin dan juga kontes mencari pemimpin. Apabila ada paslon yang terpilih harus mampu mengakui bahwa itulah pilihan rakyat. “Kami mengawal proses pilkada aman jangan sampai ada komplain terhadap penyelenggara pilkada,” paparnya.

Pj Bupati Muratara H Agus Yudiantoro mengakui jika Jalinsum diblokade masyarakat. Untuk kendaraan roda dua bisa lewat, sedangkan roda empat tidak bisa. “Saya dapat informasi kendaraan roda dua sudah bisa lewat. Yang tidak bisa lewat kendaraan roda empat,” paparnya.

Sementara itu, kuasa hukum paslon I Gabril H Fuadi mengatakan, paslon I masih belum mau menerima hasil rapat pleno yang dilaksanakan KPU Muratara. Pertimbangannya, ada rekomendasi dari Panwaslu yang harusnya ditanggapi dahulu, sebelum langsung melaksanakan pleno. “Kami akan melakukan upaya lain, seperti melaporkan komisioner KPU Muratara ke DKPP dan MK,” jelasnya.

Bawa Sajam


Puluhan penyusup dengan membawa senjata tajam (sajam) diamankan aparat kepolisian. Penyusup diamankan tersebut lantaran mau menggagalkan rapat pleno yang sedang berlangsung di KPU Muratara, kemarin.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum rapat pleno dimulai, puluhan penyusup yang diketahui berasal dari Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, mendatangi kantor KPU memakai kendaraan ambulans bertuliskan Ambulan Perindo. Setelah melintangkan kendaraan, puluhan penyusup tadi turun dari kendaraan, langsung masuk ke kantor KPU. Beruntung petugas langsung sigap mengamankan puluhan penyusup walaupun memakai senjata tajam. Saat ini puluhan penyusup tadi diamankan di Mapolres Mura untuk diproses lebih lanjut.

Kapolres Mura AKBP Herwansyah Saidi mengakui puluhan penyusup saat ini sudah diamankan di Mapolres Mura. “Benar puluhan penyusup diamankan di Mapolres Mura,” jelasnya.

Untuk penyusup tersebut tidak ada toleransi akan diproses lebih lanjut. Namun untuk sementara mereka dikonsentrasikan pada pengamanan pleno KPU. “Kita tetap proses sampai tuntas tidak ada toleransi,” tegasnya. # wan/rio

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Lepas Jemaah Haji, Wabup Minta Doakan OKI

Kayuagung, BP–Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H.M. Djakfar Shodiq melepas jemaah calon haji berjumlah 286 orang plus petugas haji ...