Home / Headline / Alex Resmikan Listrik Limbah Sawit

Alex Resmikan Listrik Limbah Sawit

DSC_0139Kayuagung, BP

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, Kamis (17/12), meresmikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) berbasis limbah cair sawit yang berkapasitas 4 megawatt di Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI). PLTBG milik PT Sampoerna Agro TBK itu setidaknya bisa membantu meningkatkan asupan daya listrik 20 desa di sekitar pabrik.

PLTBG  berlokasi di pabrik PKS Mutiara Bunda Jaya, di Desa Margo Bakti, Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI. Pembangkit biogas perseroan ini menerapkan teknologi methane capture. Teknologi ini memanfaatkan aktivitas bakteri pengurai limbah cair dari pabrik kelapa sawit  untuk kemudian digunakan sebagai bahan bakar ke unit pembangkit listrik.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT Sampoerna yang telah membangun pembangkit  listrik PLTBG.

“Kita sebenarnya surplus listrik 500 MW, tetapi surplus itu untuk menyuplay Jambi, Lampung, Bengkulu. Sementara untuk Sumsel sendiri kekurangan. Oleh sebab itu dibutuhkan terobosan-terobosan baru dengan membangun pembangkit listrik biogas untuk membantu suplay tegangan listrik,” katanya.

Baca:  PLN Tingkatkan Keandalan Listrik Untuk AG 2018

Alex menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel mewajibkan seluruh PKS se-Sumsel untuk segera membangun pembangkit biogas seperti ini, apalagi tercatat ada sekitar 80 PKS yang ada di Sumsel.

”Kalau semuanya membangun pembangkit seperti ini, Sumsel tidak akan mati lampu lagi,” tegasnya. Keluhan masyarakat di Sumsel terhadap padamnya listrik ke depan dapat diatasi.

“Saat ini masyarakat kita mengeluh, karena sering mati lampu, dan itu wajar masyarakat marah, karena sudah bayar sesuai tagihan, tetapi tidak mendapatkan pelayanan yang baik,” terangnya.

Presiden Direktur PT Sampoerna Agro Tbk Ekadhamajanto Kasih mengatakan, pabrik biogas ini diharapkan bisa menjadi solusi kebutuhan listrik masyarakat.

“Indonesia memiliki target 23% energi terbarukan dalam bauran energi nasional yang akan dicapai pada tahun 2025. Untuk itu kami mendukung program akselerasi penggunaan energi terbarukan tersebut,  melalui pengembangan pembangkit biogas kami di Sumsel, salah satunya di Kabupaten OKI,” katanya.

Baca:  Warga Keluhkan Pemadaman Listrik Mendadak

”Dengan dibangunnya PLTBG diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat, terutama di desa-desa yang selama ini belum begitu menikmati aliran listrik,” ujarnya. Akhir November lalu, dua pembangkit PLTBG yang dibangun PT Sampoerna Agro di OKI telah mampu melayani kebutuhan energi listrik bagi 20 desa yang berada di sekitar perkebunan PT Sampoerna.

”Ini adalah langkah konkret kami untuk  mendukung percepatan program elektrifikasi pedesaan yang ditargetkan tercapai 100% pada tahun 2019,” jelasnya.

Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, listrik sudah  menjadi kebutuhan pokok masyarakat. “Di sisi lain masyarakat masih lupa untuk menghemat  listrik. Oleh sebab itu kita mengalami kekurangan pasokan listrik. Selama ini kita masih tergantung dengan energi fosil karena harganya masih murah. Di Indonesia banyak kita temukan energi terbarukan, tetapi masih kurang dikelola,” katanya.

“Saya sangat mengapresiasi, apa yang dilakukan PT Sampoerna Agro, yang telah mengelola limbah buah sawit menjadi tenaga biogas, sehingga membantu masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan listrik. Masih banyak  PKS lain yang limbahnya belum dimanfaatkan, ini harus menjadi contoh bagi PKS lainnya,” terangnya.

Baca:  Ratusan KK di OI Dibantu Penyaluran Listrik Gratis

Di tempat yang sama, General Manajer PT  PLN wilayah S2JB Budi Pangestu mengatakan, aliran listrik di OKI memang penyuplay paling hilir. “Listrik  di OKI ini tegangannya masih drop, jauh dari standar, mestinya di tegangan 220 volt, tapi di sini masih 140-160 volt,” ujarnya.

Adanya tenaga biogas yang dibangun di PKS Mutiara Bunda Mesuji, dan PKS Selapan Jaya, Desa Kertamukti Mesuji Raya,  sangat membantu tegangan listrik di OKI. “Terutama dapat membantu karena  tegangan rumah tangga bisa dinaikkan hingga 190 volt, sebelumnya hanya 140-160 volt. Memang ini tidak membantu menerangi desa yang baru, tetapi dapat membantu meningkatkan tegangan listrik,” terangnya.  # ros

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Masyarakat Muaraenim Desak Gubernur Cabut Izin PT GPP

Muaraenim, BP—Masyarakat Kabupaten Muaraenim mendesak Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk mencabut surat izin rekomendasi PT GPP untuk mengangkut batubara ...