Home / Bisnis / Nasib SPBU PDPDE Hilir Tunggu Akhir Tahun

Nasib SPBU PDPDE Hilir Tunggu Akhir Tahun

130617_spbu-bbm-4Palembang, BP
PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel menutup sementara operasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 24. 301.077 PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Hilir, di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang. 
Sanksi yang diberikan itu menyusul tidak adanya komitmen SPBU dalam menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke masyarakat.
DPRD Sumsel meminta PDPDE Hilir membenahi SPBU tersebut  dan pihak PDPDE Hilir sebelumnya sudah meminta waktu untuk memperbaiki SPBU tersebut.
        “Jadi kita tunggu sampai akhir tahun, nanti kita minta laporan akhirnya bagaimana,“ kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel Agus Sutikno, Senin (14/12).
        Jika progres SPBU tersebut tidak memuaskan, bisa saja PDPDE Hilir mengambil alih SPBU tersebut. ”Itu jika terjadi kesalahan manajemen, dan itu memang benar-benar kesalahan manajemen dan ada yang masuk penjara, itu sudah bener,” katanya.
        Untuk itu pihaknya masih menunggu laporan SPBU tersebut akhir tahun ini untuk melihat detil progres SPBU.
Sebelumnya Supervisor External Relation Pertamina MOR II Alicia Irzanova melihat manajemen PDPDE kurang berkomitmen dalam melayani konsumen, dikarenakan ada masalah internal. Persoalan gaji karyawan belum dibayar atau meruginya PDPDE, itu sudah menjadi masalah internal dan pihaknya tidak mengetahuinya.
Dia mengaku, penutupan sementara SPBU di-deadline hingga satu bulan ke depan. Namun apabila manajemen SPBU tidak berkomitmen menyelesaikan permasalahannya, pihaknya tetap melakukan pembinaan dengan memperpanjang masa pembinaan.
Menurut dia, tidak beroperasinya SPBU PDPDE melayani penjualan BBM jenis premium dan solar sudah terjadi hampir tiga pekan terakhir. Bahkan sebelum tidak beroperasi, suplai BBM cenderung menurun seiring dengan demand pengelola SPBU.
“Ya, suplai BBM ke SPBU itu secara perlahan menurun hingga 16 kiloliter. Kami minta manajemen SPBU komit dalam melayani konsumen,” katanya.
Tidak beroperasi hingga dikeluarkannya sanksi pembinaan dari Pertamina, lantaran SPBU sejak dua tahun terakhir terus merugi. Padahal pada 2012, SPBU mencatatkan kinerja laba cukup baik. Namun sejak pergantian manajemen baru, SPBU menunjukkan kinerja buruk atau merugi.
Di samping tidak memiliki dana untuk membeli BBM ke Pertamina, ironisnya lagi, puluhan karyawan SPBU sudah dua bulan tidak digaji, dikarenakan tidak adanya dana langsung untuk menggaji karyawan. Perwakilan karyawan mengklaim sudah beberapa kali berkomunikasi secara persuasif dengan manajemen PDPDE, namun tetap saja mereka tidak membayar gaji karyawan dengan dalih tidak memiliki dana.#osk
Baca:  Pertamina Bantah Batasi Premium ke SPBU Palembang
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pakpahan Kehilangan Harta Senilai Ratusan Juta

Palembang, BP Pakpahan (58) harus mengalami kerugian ratusan juta setelah rumahnya yang berlokasi di Jalan Mesjid, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako ...