Home / Headline / Ekstasi Rp291 Juta Gagal Beredar

Ekstasi Rp291 Juta Gagal Beredar

Terancam Dihukum Seumur Hidup

20151214_135455Palembang, BP
Unit I Subdit III Ditres Narkoba Polda Sumsel berhasil menggagalkan kembali peredaran narkoba jenis ekstasi di Kota Palembang menjelang tahun baru. Kali ini, sebanyak 1.458 butir ekstasi atau senilai Rp291 juta berhasil diamankan polisi dari tangan kurir, Oktavianus Feri (21).

Tersangka yang merupakan warga Jalan Sanjaya, RT 6 RW 2, Kecamatan Alang-alang Lebar (AAL), Palembang tertangkap saat melakukan transaksi di hadapan anggota yang mengenakan pakaian preman (undercover buy), di depan RM Sederhana, KM 9 Palembang, Jumat (11/12), pukul 09.00.

Terbukti memiliki ribuan butir barang haram bewarna biru dengan logo R (kualitas bagus) yang terbungkus koran dan plastik warna hitam, tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini terancam dihukum seumur hidup.

Baca:  Ekstasi Diselundupkan di Sepatu dan Sandal

Ditemui pada gelar tersangka dan barang bukti di Mapolda Sumsel, Senin (14/12), dikatakan tersangka bujangan ini, ribuan butir ekstasi tersebut bukan miliknya, melainkan milik bandar berinisial VG (DPO). Sedangkan, dirinya hanya ditugaskan oleh HN (DPO) untuk mengantar barang haram itu.

“Awalnya saya ketemuan dengan HN di Maskarebet Palembang. Di sana, HN menyuruh mengantarkan ke depan RM Sederhana, katanya di sana ada orang yang mengambil,” ujarnya.

Dengan dijanjikan upah sebesar Rp2 juta setelah mengantarkan ribuan ekstasi itu, masih dikatakan tersangka Feri, akhirnya ia menyetujui untuk mengantarkan barang haram tersebut.

Baca:  Palembang Gelar Konser  Hari Musik Nasional 9 Maret 2019 "No Drug No Ecstasy"

“Saya hanya disuruh HN. Katanya saya dijanjikan akan diupah Rp2 juta setelah mengantarkan ekstasi itu. Namun, uang belum dapat, saya ditangkap polisi,” katanya.

Sementara itu, Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sumsel Kompol Tri Handoko mengatakan penangkapan kurir ini berawal dari informasi masyarakat. Mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan selama lima hari di lapangan.

“Saat melakukan transaksi, tersangka meminta perlihatkan uangnya terlebih dahulu. Setelah kami beri dananya dan tersangka mengeluarkan barang bukti, anggota yang melakukan penyamaran langsung meringkus tersangka dan mengamankan barang bukti tersebut,” jelas Tri.

Baca:  Simpan 2.000 Ekstasi, Pemilik Kafe Diciduk

Melihat dari barang bukti, sambung Tri, ekstasi berlogo R ini merupakan kualitas bagus. Tentunya, dengan ekstasi yang berjumlah ribuan butir ini diduga merupakan jaringan Aceh. Namun, untuk mengungkapnya memang cukup sulit.

“Ekstasi ini diduga berasal dari Cina, yang masuk ke Aceh melalui pelabuhan-pelabuhan kecil, karena kalau pelabuhan besar pengamanannya ketat. Dari Aceh, baru masuk ke Palembang melalui jalur darat. Akibatnya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal seumur hidup,” pungkas Tri. #rio

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pencuri di Rumah Kosong Babak Belur Dihajar Massa

Palembang, BP–Joni Nasudin (43), warga Komplek Sasana Patra, Plaju, Palembang babak belur dihajar massa, usai tepergok mencuri di rumah yang ...