Home / Headline / Dituduh Korupsi, Sekda Palembang Melapor

Dituduh Korupsi, Sekda Palembang Melapor

Jpeg

‎BP/BELLY CASIO

Palembang, BP
Merasa dizalimi, Sekda Kota Palembang Ucok Hidayat mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolresta Palembang guna melaporkan koordinator aksi, H Bunadi, dan koordinator lapangan, Abdul Sani, dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Evakuasi Tanggap Bencana Indonesia (Bareta) yang telah mendemo dirinya pada 10 Desember lalu di halaman Kantor Pemko Palembang.
Didampingi pengacaranya, Febuar Rahman, Ucok menyampaikan bahwa dirinya merasa terzalimi dengan adanya tuduhan koruptor terhadap dirinya. “Dalam aksi itu dinyatakan saya sebagai koruptor dan menggunakan anggaran untuk kepentingan pribadi. Selain ini pencemaran nama baik juga ada beban buat saya pribadi dan keluarga,” ungkapnya saat melapor, Senin (14/12).
Menurut Ucok, keluarganya saat ini sedang berada di tengah keresahan atas tuduhan tersebut. “Tentu saja ada perasaan tidak senang dan tidak tenang dari pihak keluarga. LSM ini menuduh saya korupsi terhadap dana swakelola tahun 2015. Dengan laporan ini‎ diharapkan bisa selesai sesuai proses hukum. Kalau memang saya koruptor silakan buktikan, kalau tidak tentu mereka harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Dikatakan Ucok, tuduhan pihak LSM tersebut telah mencemarkan nama baiknya. “Harusnya mereka itu berpikir dulu sebelum bertindak, saya merasa dizalimi. Laporan saya ini juga guna untuk menjawab tanda tanya masyarakat. Intinya biar semua clear, bisa diselesaikan secara hukum. Kami melaporkan oknum koordinator aksi dan koordinator lapangan yang telah memfitnah saya dengan menyatakan saya sebagai koruptor tanpa bukti yang jelas,” bebernya.
Dalam demo tersebut, pihak LSM menuntut Sekda Kota Palembang segera mengundurkan diri karena terindikasi melakukan korupsi dalam penggunaan ana swakelola tahun anggaran 2015 sebesar Rp 20.132.014.000 di antaranya belanja makan dan minum Rp7.450.000.000 menjadi Rp5.493.260.000, untuk belanja pembuatan kantin dan perabotnya, belanja sekuriti di Pemerintahan Kota Palembang. Rencana Kerja Anggaran yang dibuat oleh Setda Palembang hanya untuk menguntungkan dirinya sendiri.
Sementara itu, Kasat Reskrim Mapolresta Palembang Kompol Maruly Pardede melalui Kanit SPKT Aiptu M Fajar membenarkan pihaknya telah menerima laporan dengan tanda bukti nomor LP/B-2804/XII/Sumsel/Resta. “Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti,” singkatnya. #bel
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pencuri di Rumah Kosong Babak Belur Dihajar Massa

Palembang, BP–Joni Nasudin (43), warga Komplek Sasana Patra, Plaju, Palembang babak belur dihajar massa, usai tepergok mencuri di rumah yang ...