Home / Headline / Massa Kepung Kantor Panwaslu Ogan Ilir

Massa Kepung Kantor Panwaslu Ogan Ilir

demoInderalaya, BP

Massa dari pasangan calon (paslon) nomor urut satu H Helmi Yahya – H Muchendi dan paslon tiga H Sobli – H Taufik Toha mendatangi dan mengepung kantor Panwaslu Kabupaten Ogan Ilir (OI) di Jalintim Inderalaya – Kayuagung km 35, Minggu (13/12).

Kedatangan massa ini untuk melaporkan dan mempertanyakan laporan tim paslon satu Helmi-Muchendi terkait dugaan money politics yang ditangani Panwaslu.

Dalam tuntutannya, mereka meminta kepada pihak Panwaslu agar segera memproses laporan yang mereka laporkan. Tuntutan lain tidak transparansinya dalam penyelenggaraan seperti pelipatan surat suara dan meminta KPU OI agar segera menyelesaikan permasalahan DPT.

Korlap Paslon Satu Feri meminta agar aduan-aduan kepada Panwaslu ditindaklanjuti, tidak hanya didiamkan saja.

“Kami meminta kepada seluruh unsur untuk mengawal laporan yang dilakukan oleh paslon satu ke Panwaslu, selain itu kita juga meminta kepada KPU untuk menyelesaikan permasalahan DPT terkait temuan 26 ribu kemarin,” kata Feri.

Hilmin selaku pelapor dari paslon satu menganggap apa yang dilaporkan di Panwaslu belum ada yang memuaskan, karena, menurutnya, Helmi-Muchendi masih menjadi pemenang di Pilkada Kabupaten OI.

Selain itu, ia meminta kepada Panwaslu agar segera menyelesaikan dua poin  permasalahan money politics dan DPT yang bermasalah.

Menurut Hilmin, ada dua persoalan penting yang pihaknya mintakan kejelasan dan tindak lanjut secara mekanisme hukum Panwaslu Kabupaten OI.

Pertama permasalahan ribuan DPT yang menurut Hilmin pada waktu lalu sebelum penyelenggaraan pilkada, bahwa tim advokasi paslon urut 1 Helmy – Muchendi melaporkan kepada pihak Panwaslu, jika terdapat adanya ribuan DPT ganda yang telah dilaporkan.

Kedua, adanya dugaan laporan pelanggaran politik uang atau money politics yang diduga dilakukan oleh salah satu paslon lain.

Baca:  Garda Api Tuding Pjs Walikota Telah Melampaui Kewenangan

“Maka dari itu, kedatangan kami ke sini bersama dua ratus lebih orang saksi dan pelapor guna meminta kejelasan penanganan hukum sengketa pilkada yang telah kami laporkan kepada pihak Panwaslih OI,” katanya.

Ketua Panwaslu OI Syamsul Awli menerangkan, jika tidak memungkinkan untuk mengakomodir ratusan orang saksi tersebut yang diperiksa dan diselesaikan secara bersamaan. Mengingat keterbatasan waktu.

“Tentunya, semua laporan yang masuk seperti laporan dugaan pelanggaran pilkada money politik dan lainnya, telah kita tindaklanjuti seperti melakukan pemeriksaan kepada para saksi-saksi. Untuk selanjutnya, akan kita lakukan investigasi. Bila ditemukan adanya pelanggaran, akan kita serahkan kepada Gakkumdu,” katannya.

Pantauan di lapangan, kedatangan ratusan para saksi dan pelapor baik saksi dari paslon urut satu dan paslon urut tiga tersebut, yang memadati halaman kantor Panwaslu OI, di bawah pengawalan ketat aparat Polres OI baik berseragam dinas maupun berpakaian preman.

Selain itu juga, beberapa personel intel Kodim 04/02 tampak berjaga-jaga di seputaran kantor Panwaslu OI.

Sejauh ini, pascapelaksanaan Pilkada OI, yang dimenangkan oleh paslon urut 2 Ofi-Ilyas versi quick qount dan real qount, suasana di kantor KPU OI dan Panwaslu OI tetap dalam keadaan kondusif.

”Insya Allah kondusif, petugas kita siagakan baik sebelum maupun sesudah penyelenggaraan Pilkada,” terang Kapolres OI AKBP Denny Y Putro.

Sementara itu, sedikitnya 1.200 pasukan diterjunkan untuk mengamankan pleno PPK Rupit, untuk menghitung perolehan suara paslon pada pilkada serentak.

Pasukan yang diterjunkan tersebut meliputi dari kepolisian, Brimob, dan TNI. Tidak diketahui secara pasti banyaknya pasukan diterjunkan.

Baca:  AMPPD Minta KPU Sumsel Tegas dan Netral

Informasi yang didapat diterjunkannya pasukan tersebut lantaran pleno PPK beberapa waktu lalu sempat ditunda akibat gedung tempat pleno PPK disegel.
Kapolres Mura AKBP Herwansyah Saidi mengaku telah membangun strategi bersama-sama, dan bahkan masyarakat ikut mengamankan sekretariat PPK Kecamatan Rupit yang berisi logistik surat suara sebelum berlangsung pleno rekapitulasi surat suara.
“Sedikitnya ada 700 personel yang kita tepatkan di PPK Rupit. Masyarakat sudah memilih pemimpin,kita semua bersaudara,” kata Herwansyah  saat di depan sekretariat PPK Rupit, kemarin
Disinggung mengenai sekretariat PPK Rupit disegel massa, perwira berpangkat melati dua ini menjelaskan bahwa itu merupakan salah satu bagian masyarakat ikut serta mengamankan logistik. buktinya kegiatan pleno rekapitulasi surat suara berjalan dengan lancar aman dan kondusif.
Apakah ada strategi khusus dalam pengamanan pleno PPK Rupit, dia  mengaku tidak ada strategi khusus lantaran semuanya diangap sama. Semua personil ditempatkan sesuai kebutuhannya.
“Ini ibukota kabupaten jadi semua masyarakat menghendakan semuanya berjalan lancar dan mendapatkan pemimpinnya yang sudah dipilih,” ujarnya.
Sementara Dandim 0406/MLM Letkol Armed Wiwin Sugiono menjelaskan sedikitnya ada 150 personel yang dikonsentrasikan saat pelaksanaan pleno rekapitulasi surat suara, akan tetapi ada juga sebagian personel yang disiagakan di sekretariat KPU Muratara.
“Karena pleno rekapitulasi tingkat kecamatan terakhir di PPK Rupit maka kita konsentrasi disini. Kita jamin semua berjalan dengan lancar dan baik,” jelasnya
Menurutnya semua pelaksanaan pleno rekapitulasi di tingkat kecamatan, semuanya sama maka semua bisa menyaksikan bahwa situasi kondusif dan berjalan tinggal beberapa hari kedepan semuanya konsentrasi di KPU Muratara.
Sedangkan, Kaden Brimob Petanang AKBP Bachtiar mengatakan, mereka juga menurunkan sedikitnya dua kompi pasukan untuk ikut serta mengamankan pelaksanana pleno rekapitulasi di PPK Rupit.

Baca:  FPMPR Minta DPRD Sumsel Usut Pencemaran Lingkungan Di OKI

“Kita turunkan personel water cannon, tim huru hara dan lain sebagainya,” ujarnya
Ia menjelakskan bahwa bukan adanya pengamanan khusus tetapi karena PPK Rupit terakhir pelasanaannya maka semua terkonsentrasi di satu tempat. “Kita konsentrasikan di sini. Semua berjalan dengan aman dan damai,” ujar dia.

Di Kabupaten OKUS, sejumlah logistik berupa hasil rekapitulasi dan kotak suara dari Kecamatan Sungai Are terpaksa dievakuasi oleh kepolisian, KPU, dan Panwaslu, karena akses menuju kecamatan tersebut tertimbun longsor.

Kapolres OKU Selatan, AKBP Satrio Wibowo mengatakan, seluruh logistik pilkada dan hasil rekapitulasi PPK dievakuasi dengan alasan keamanan,
“Setelah kita berkoordinasi dengan KPU, Panwaslu. Anggota kepolisian langsung kita terjunkan ke lokasi untuk melakukan jemput bola evakuasi seluruh logistik pilkada,” katanya saat dibincangi di lokasi.

Dijelaskan, puluhan anggota kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi longsor, untuk menjemput dan pengamanan logistik pilkada.
, Komisioner KPU Bidang Teknis dan Humas, Ade Putra Martabaya membenarkan, jika sejumlah logistik pemilu terpaksa dievakuasi.
Menurut Ade, evakuasi logistik pilkada itu selain alasan keamanan, juga disebabkan tahapan rekapitulasi selesai dilakukan di tingkat PPK.

 

Di mana, sebelumnya petugas PPK terpaksa putar arah karena akses jalan di lokasi tertimbun longsor.
“Jadi, jadwalnya sore kemarin logistik dan hasil rekapitulasi PPK tiba di KPU. Karena, akses jalan tertimbun longsor sehingga hari ini kita evakuasi, dengan pengawasan kepolisian dan panwas,” tuturnya. #hen/wan/bob

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Lepas Jemaah Haji, Wabup Minta Doakan OKI

Kayuagung, BP–Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H.M. Djakfar Shodiq melepas jemaah calon haji berjumlah 286 orang plus petugas haji ...