Home / Headline / PSKWH Cetak 1.520 Binaan Berketerampilan Khusus

PSKWH Cetak 1.520 Binaan Berketerampilan Khusus

IMG_8562Palembang, BP
Semakin tinggi krisis ekonomi berimbas kepada masyarakat kalangan menengah ke bawah yang sangat rawan terhadap penyimpangan sosial maupun ekonomi. Dinas Sosial Provinsi Sumsel meringankan beban masyarakat melalui pelatihan dan pembinaan yang digelar di empat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Panti Sosial setiap tahunnya.

Kepala UPTD Panti Sosial Karya Wanita Harapan (PSKWH) Drs Cik Ujang Effendi SH MSi mengatakan, hingga kini pihaknya telah menelurkan 1.520 binaan berketerampilan demi mengurangi permasalahan sosial di masyarakat sejak 2001.

“Tahun ini total 120 orang, 60 setiap semesternya, telah lulus dengan memiliki keterampilan baik menjahit maupun tata rias salon. Mereka lulus setelah sebelumnya dipinta untuk bekerja di beberapa perusahaan,” ujarnya usai Wisuda Siswi UPTD PSKWH Gelombang XXX Angkatan II Tahun 2015 di Aula PSKWH, Kamis (10/12).

Setiap jurusan terdiri dari 30 orang siswi. Secara rinci, Palembang mengirimkan dua orang, 10 orang dari Kabupaten Ogan Ilir, satu dari Ogan Komering Ilir (OKI), 31 dari Musi Banyuasin, lima dari Musirawas, delapan dari Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, dan tiga dari Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Dirinya mengungkapkan, PSKWH kewalahan menerima peserta didik yang dikirim dari 17 kabupaten/kota di Sumsel. Terbatasnya kuota yang dapat disiapkan PSKWH, tidak sebanding dengan tingginya minat Dinas Sosial kabupaten/kota yang mengirimkan para calon peserta.

“Untuk semester ini saja yang masuk seleksi awal 120. Namun karena daya tampung kami terbatas, hanya diterima 60 orang. Oleh karena itu tahun depan, kuota akan ditambah menjadi 70 orang per semesternya dan menambah jurusan baru yakni tata rias pengantin,” jelasnya.

Tak hanya dilatih dan dibina, seluruh siswi pun diberikan stimulan bantuan berupa peralatan mesin jahit serta perlengkapan tata rias, sesuai jurusan yang dipilih untuk menjadi modal mereka selepas lulus.

Para peserta merupakan wanita yang rawan penyimpangan sosial dan kekurangan ekonomi, serta korban tindak kekerasan. Dirinya mengakui belum semua kabupaten/kota bisa terakomodir. Namun kabupaten/kota yang belum mendapatkan jatah pada periode sebelumnya, akan diprioritaskan untuk mengikuti pada periode selanjutnya.

Ia pun berharap bahwa seluruh kabupaten/kota dapat meniru inisiatif Muba dalam keikutsertaan kepelatihan ini. Dalam acara ini pun turut hadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin, Musirawas, dan OKU Timur.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang diwakili oleh Asisten I Bidang Kesra Setda Drs Akhmad Najib mewisudakan 60 lulusan PSKWH gelombang XXX angkatan II tahun 2015. Dalam sambutannya Najib menuturkan, tingkat kerawanan sosial ditentukan oleh tiga hal yakni kognitif, afektif, dan psikomotor. Pendidikan, pelatihan, dan pembinaan termasuk dalam mengembangkan sisi kognitif manusia.

“Dengan berketerampilan, manusia akan lebih terjaga dari masalah-masalah sosial. Keterampilan pun dapat menumbuhkan kepercayaan diri serta hidup tanpa harus bergantung kepada orang lain,” urainya.

Dirinya mengungkapkan, negara maju seperti Jepang dan Inggris mengedepankan pendidikan dan pelatihan softskill bagi penduduknya. Pembangunan yang baik, Najib beruhar, adalah pembangunan sumber daya manusia yang diisi dengan pelatihan dan pendidikan keterampilan khusus.

“Ke depannya, jangan berhenti sampai sini. Para lulusan harus bisa mengembangkan diri lebih jauh lagi serta mengajak dan mengajarkan orang lain di sekitarnya agar memiliki skill tersebut. Jangan sampai keluar dari sini namun tidak mempraktekkan apa yang telah didapat,” tambahnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Sumsel Belman Karmuda mengungkapkan, setiap UPTD khususnya PSKWH dan Bina Remaja melakukan pembinaan kepada masyarakat lewat pelatihan yang diadakan setiap dua kali dalam setahun.

“Mandiri secara sosial adalah dapat melakukan fungsi-fungsi sosial yang seharusnya secara lancar. Mandiri secara sosial akan berdampak kepada perkembangan kesejahteraannya sendiri,” tuturnya.

Dinas Sosial, diakui Belman, tidak hanya memberikan sekedar sertifikat, namun juga kompetensi. Ia menjelaskan, setiap tahunnya 120 lulusan dari UPTD PSKWH dan 200 dari UPTD Bina Remaja berubah dari tidak berketerampilan menjadi berketerampilan khusus. Beberapa bidang keterampilan yang diajarkan di UPTD tersebut adalah menjahit, tata rias, serta perbengkelan otomotif.

Selepas satu semester mengikuti pelatihan, para lulusan yang kebanyakan para remaja tersebut selain memiliki keterampilan, juga lebih bisa bersosialisasi, sikap mental perilaku yang lebih baik, serta memiliki batas kedisplinan.

Setelah dilengkapi keterampilan, potensi para remaja terbawa hal-hal negatif pun akan berkurang. Para generasi muda ini bisa mencari pekerjaan, bahkan membuka usaha sendiri sehingga memunculkan lapangan pekerjaan yang baru bagi orang lain. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Peran DKSS Tidak Kalah Dengan KONI

Palembang,BP Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) Raden H Syahril Erwin, SE (Yaya) menilai peran DKSS di Sumsel tidak kalah ...