Home / Headline / Pertumbuhan Hijau Bantu Hentikan Karthutla

Pertumbuhan Hijau Bantu Hentikan Karthutla

MoU IDHUtrecht, BP

Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H Alex Noerdin dan Dewan Eksekutif IDH, Joost Oorthuizen, Rabu (2/12), menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di kantor IDH yang berlokasi di Utrecht Belanda. Dengan MoU ini, IDH dan Pemerintah Provinsi Sumsel bersama-sama dapat menerapkan pertumbuhan hijau yang akan membantu menghentikan kebakaran lahan dan hutan serta menghilangkan hubungan antara  produksi komoditas dari deforestasi melalui penggabungan kekuatan dan pengaruh dari bisnis dan pemerintah.

IDH dan Pemprov Sumsel akan bekerja sama untuk menghilangkan hubungan antara produksi dari komoditas penting seperti minyak sawit, karet, kopi dan pulp dari deforestasi—dan secara bersamaan mampu meningkatkan penghidupan petani kecil. Sebagai contoh, pemerintah Sumsel sedang mencoba menerapkan konsep Desa Bebas dari Api melalui kolaborasi dengan komunitas, LSM, pemerintah dan perusahaan swasta. IDH akan membantu untuk mengumpulkan perusahaan-perusahaan swasta tersebut, mendorong rencana investasi bersama dan meningkatkan permintaan pasar internasional untuk menyediakan kelapa sawit, kopi dan pulp serta kertas yang mudah dilacak dan berkelanjutan.

Baca:  Pantau Kebakaran Lahan, Perusahaan Diimbau Punya Drone

Dengan kerja sama ini, Pemprov Sumsel dan IDH memulai kolaborasi dalam hal strategi, rencana aksi, dan pelaksanaan program dan kegiatan di tingkat lapangan (tapak). Empat pilar penting untuk mencapai rencana pertumbuhan hijau  adalah: mendukung basis industri yang lebih produktif dan berkelanjutan; perencanaan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam; pelembagaan agenda pertumbuhan hijau; dan pemantauan dan penegakan kebijakan, hukum dan peraturan.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin usai penanda tanganan MoU  mengatakan, Provinsi Sumsel memulai sebuah program ambisius untuk pertumbuhan hijau. pihaknya berkomitmen untuk menciptakan lanskap yang lestari di provinsi Sumatera Selatan yang akan melibatkan berbagai komoditas penting termasuk pulp, kelapa sawit, kopi dan tambang. “Saya percaya ada kebutuhan untuk kemitraan pihak-pihak di seluruh komoditas tersebut untuk mewujudkan lanskap berkelanjutan. Itulah satu-satunya cara untuk mengatasi tantangan bagi komoditas keberlanjutan secara holistik.” ujarnya.

Sesuai dengan  visi bersama dari Pemprov Sumsel dan IDH maka pada tahun 2018 Provinsi Sumatera Selatan akan dapat mendemonstrasikan pencapaian penting dari rencana pertumbuhan hijau yang sudah disepakati.  Hal ini diwujudkan dengan cara meninjau dan memperbaiki perencanaan tata ruang (dengan perhatian khusus untuk lanskap penting seperti gambut); meninjau dan memperbaiki kerangka hukum yang diperlukan untuk mencapai tujuan pertumbuhan hijau; menyediakan sumber daya dan mengamankan pendanaan; dan berkolaborasi dengan badan-badan pemerintah lainnya untuk mengembangkan pelembagaan rencana pertumbuhan hijau.

Baca:  Lebih Awal Tetapkan Status Siaga Karhutla

Joost Oorthuizen, Dewan Eksekutif di IDH, The Sustainable Trade Initiative mengatakan: “Kami memuji komitmen Gubernur Noerdin. Ini adalah langkah yang sangat positif terhadap kelestarian (ekonomi, sosial dan lingkungan) dan kemakmuran Provinsi Sumatera Selatan. Langkah berikutnya adalah pengembangan dan pelaksanaan dari rencana pertumbuhan hijau. Kami juga akan bekerja sama dengan Gubernur untuk dapat berkolaborasi dengan sektor swasta, pembeli komoditas, internasional, donor, peneliti ilmiah dan mitra lainnya untuk mendukung pengembangan rencana aksi dan strategi.”  IDH bekerja secara intensif di Sumatera Selatan dengan program komoditas kelapa sawit, pulp & kertas, kopi, dan lanskap.

Baca:  Kapolres OKI Warning Pembakar Lahan

Rencana pertumbuhan hijau adalah bagian dari strategi pemerintah Sumsel untuk mencapai keberlanjutan ekonomi, sosial dan lingkungan di wilayah tersebut. Dengan populasi  diperkirakan sekitar 8 juta penduduk, Sumatera Selatan adalah salah satu Provinsi di Indonesia di mana tingkat pertumbuhannya paling tinggi. Pertumbuhan dalam kegiatan pertanian termasuk sektor minyak sawit, pulp dan karet telah menyebabkan penggundulan hutan skala besar di wilayah tersebut.

Pada tanggal 4 Desember 2015, Gubernur Sumsel akan berbicara tentang rencana pertumbuhan hijau dalam acara Climate Summit for Local Leaders yang diadakan di kota Paris. Kemudian, pada tanggal 6 Desember 2015, Gubernur akan berpartisipasi di dalam sebuah sesi Global Landscapes Forum dan dilanjutkan di sebuah sesi pada di Indonesia Pavilion di COP21 di Paris pada tanggal 7 Desember 2015.#rel

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pelayanan Publik di Muba Kekinian dan Tidak Bikin Sulit

Sekayu, BP–Meski berada di level Kabupaten namun pelayanan dan kecanggihan berbasis digital di Bumi Serasan Sekate tidak bisa disepelehkan, guna ...