Home / Headline / Meningkat, Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumsel

Meningkat, Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumsel

perempuan-dan-anak-tidak-aman-di-palembangPalembang, BP
Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumatera Selatan yang tercatat pada tahun 2015 meningkat daripada tahun sebelumnya. Terdapat 41 kasus kekerasan di 2015 sedangkan pada 2014 hanya 35 kasus.

Hal tersebut berdasarkan laporan yang telah ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sumsel dari Januari hingga Desember.

Secara detil Kepala Badan P2TP2A Sumsel Susna Sudarti mengungkapkan, dari 41 kasus yang sudah pihaknya tangani tersebut, 25 kasus merupakan kekerasan terhadap anak, tujuh kasus pemerkosaan, enam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan empat kasus kekerasan terhadap perempuan.

Sedangkan detail data tahun lalu yakni 13 kasus kekerasan terhadap anak, 13 kasus KDRT, tujuh kasus pemerkosaan, serta dua kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Tentunya ini bukan data riil keseluruhan kasus yang ada di lapangan. Karena masih banyak korban-korban kekerasan yang enggan melapor karena banyak alasan,” ujar Susna usai Rakor P2TP2A Provinsi Sumsel di Griya Agung, Kamis (3/12).

Dirinya menjelaskan, tugas dan fungsi P2TP2A adalah memberikan pelayanan berupa penerimaan pengaduan, pendampingan dan bantuan hukum. Juga ada konseling dan grup support, rujukan pelayanan kesehatan, dan rujukan rumahan.

Pihaknya menjadi pendamping dalam membantu menangani kasus KDRT atau bentuk kekerasan lainnya. Namun hal tersebut bukan semata-mata tugas P2TP2A, masyarakat sendiri harus turut berperan serta dalam pencegahan.

“Setiap orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, wajib melakukan upaya-upaya sesuai dengan batas kemampuannya,” ungkapnya.

Upaya tersebut untuk mencegah terjadinya tindak pidana, memberikan perlindungan kepada korban, memberikan pertolongan darurat, dan membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan.

Kendala dalam menangani permasalahan yang menimpa korban, kata dia, yakni peningkatan data kuantitatif dan kualitatif kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di setiap wilayah. Juga karena masalah struktural lembaga layanan dan hambatan kultural masih jadi hambatan besar dalam upaya pencegahan dan penanganan.

Yang paling mendasar, karena faktor penegakan hukum belum optimal. Karenanya diharapkan semua penegak hukum dapat lebih proaktif terhadap penyelesaian ibu dan anak ini.

“Mereka yang melapor kepada kita, dan mengalami tindak kekerasan harus diberikan pembinaan-pembinaan serta solusi terhadap masalah yang mereka hadapi,” tambahnya.

Sementara itu Pengurus P2TP2A Sumsel Nyimas Nur Khotimah berujar, maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di masyarakat menimbulkan keprihatinan tersendiri. Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran hak asasi manusia.

Adanya P2TP2A adalah untuk memberikan perlindungan, penanganan dan pemenuhan hak korban yang ada di Sumsel. Berupa rehabilitasi kesehatan, sosial, pemulangan, reintegrasi sosial, serta bantuan hukum.

“Jika terjadi KDRT, maka korban mendapat perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, advokat, lembaga sosial, atau pihak lainnya baik sementara maupun berdasarkan penetapan perintah perlindungan dari pengadilan,” ujarnya.

Korban juga berhak mendapat pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis serta penanganan secara khusus berkaitan dengan kerahasiaan korban.

“Selain itu korban juga berhak mendapat pendampingan oleh pekerja sosial dan bantuan hukum pada setiap tingkat proses pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pekan Pustaka Palembang, Pamerkan Koleksi Pustaka dan Manuskrip Kuno

Palembang, BP   TIGA perpustakaan di kota Palembang yaitu Perpustakaan Masjid Agung Palembang , Perpustakaan Umariyah dan Perpustakaan Al Washliyah memamerkan beragam koleksi pustaka ...