Home / Headline / Hekta Ahmad, Pebiliar Sumsel Tutup Usia

Hekta Ahmad, Pebiliar Sumsel Tutup Usia

 #Setahun Lebih Berjuang Melawan Kanker Getah Bening

hekta ahmadSelamat jalan pahlawan biliar Sumsel, ribuan orang memanjatkan doa siiring kepergian menghadap Allah SWT di usia yang ke-35.

DUNIA olahraga Sumsel berduka dengan kepergian Hekta Ahmad akibat sakit kanker kelenjar getah bening yang ia derita. Lebih dari satu tahun raja ‘english’ di Indonesia ini berjuang melawan kanker,  namun Tuhan berkehendak lain. Putra Mgs Ahmad Abdullah itu berpulang  di Rumah Sakit Moehamad Hoesin (RSMH) Palembang  Rabu (2/12) pukul 23.00 setelah menjalani perawatan selama tiga bulan.

 

Menurut Desy Jul, kakak perempuan Hekta, mengatakan, adiknya mengalami sakit serius sejak setahun terakhir. Awalnya tidak diketahui namun setelah dicek sakitnya limfoma maligna (kanker kelenjar getah bening) di dalam tubuhnya sudah masuk stadium tiga.

 

“Awalnya Hekta hanya mengalami sakit panas biasa, sempat berobat ke dokter tapi dianggap sakit biasa karena memang  tidak ada tanda-tanda atau gejala tersebut. Setelah kami ajak berobat  kerumah sakit divonis dokter mengidap kanker kelenjar getah bening, bahkan sudah stadium tiga,” ujar kakak pertamanya ketika dibincangi di kediamannya di Kompleks Perumahan Bougenville, Blok F, No.23, OPI Jakabaring Palembang, Kamis (3/12).

 

Sejak itu, Hekta vakum di olahraga biliar karena fokus berobat. kata Desy, adiknya sudah menjalani  empat kali Chemotherapy (chemo). Bahkan setelah menjalani pengobatan Hekta sempat membaik dan aktif lagi latihan olahraga biliar.

 

“Setelah berobat dan empat kali menjalani kemo, dia sempat membaik dan latihan biliar lagi. Terlihat badannya lebih gemuk dari sebelumnya. Namun harus masuk rumah sakit lagi,” katanya.

 

“Pasca menjalani kemo, ternyata penyakitnya belum bersih dari tubuhnya, bahkan semakin parah karena sudah menyebar ke sumsum tulang belakang dan mengalami komplikasi kanker darah,” tambahnya.

 

Hektapun harus menjalani perawatan lebih intensif di RSMH, berbagai bantuan solidaritas sesama atlet mengalir dari seluruh Indonesia. Bahkan ada pebiliar yang lelang  stik untuk menyumbang pengobatan pria yang terlahir dengan nama Mgs Rhomadon.

 

“Alhamdulillah biaya pengobatan ditanggung  Bank Sumsel Babel karena Hekta juga sudah karyawan, selain itu bantuan dari KONI Sumsel. Bahkan  solidaritas teman-teman atlet di seluruh Indonesia sampai ada yang lelang stik biliar menyumbang untuk pengobatan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah membantu,” tandasnya.

 

Sementara itu, Hussein Adhan yang merupakan mantan pelatih Hekta sendiri mengatakan sulit mencari atlet berbakat seperti Hekta. Apalagi regenerasi atlet biliar di Sumsel terkesan lamban, Hekta merupakan atlet dengan spesialis nomor engglish dan snoker terkenal sangat merajai di nomor ini.

 

“Belum tentu sepuluh tahun akan datang ada penggantinya, sebab dia memang atlet yang sangat berbakat. Keahliannya di nomor engglish dan snoker sudah banyak menorehkan prestasi bagi Sumsel. Bahkan dirinya dianggap merajai di nomor ini,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pobsi) Sumsel mengaku sangat terpukul dengan kepergian Hekta Ahmad. Dengan kehilangan sosok Hekta maka kehilangan pebilar andalan Sumsel. “Innalillahi Wa Innalilahi Rojiun, kita sangat kehilangan sosok Hekta, apalagi Almarhum adalah andalan biliar di Sumsel. Mudah-mudahan biliar Sumsel akan tumbuh sosok seperti Hekta-Hekta yang lain,” tuturnya.

 

Ketua Umum KONI Provinsi Sumsel H Muddai Madang mengaku turut berbela sungkawa. “Kita turut berduka cita. Kita kehilangan sosok atlet terbaik di Sumsel. Semoga beliau diterima di sisi Allah SWT,” ujar Muddai.

 

Hadir langsung ke rumah duka, Wakil Ketua I KONI Sumsel, Ade Karyana beserta para pengurus KONI Sumsel lain. KONI Provinsi Sumsel juga memberikan uang  santunan untuk keluarga yang ditinggalkan. “Ini sebagai apresiasi dan penghargaan buat Hekta yang prestasinya sudah mengharumkan nama Sumsel baik tingkat nasional maupun internasional,” timpal Ade Karyana.

 

Hekta merupakan atlet terbaik di Indonesia untuk kelas english. Karena itu dia sempat mendapat julukan Si Raja English. Namun, belakangan dia juga mencoba berkarier di kelas 7 ball. Hasilnya dia juga pernah menjadi yang terbaik level nasional.

 

Sementara itu, Direktur Umum BSB M Iskandar bersama dengan jajaran karyawan BSB yang hadir mengatakan sanagt kehilangan sosok karyawan yang ulet dan penyebar. Jiwa sosilialis dan humoris yang selalu tercermin pada almarhum menjadi kenangan tersendiri bagi para karyawan.

 

Dalam kesempatan itu, pihak BSB seperti halnya dengan KONI Sumsel juga memberikan santunan. “Kita sama-sama kehilangan, Almarhum sangat dikenal baik para rekan-rekan karyawan dan dengan atasan pun juga sangat baik. Kami berdoa semoga Hekta bisa tenang meninggalkan kita dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” tutur M Iskandar. #sugiarto

 Prestasi almarhum:

2001, Kejurnas di Palembang, satu perak
2002, Kejurnas di Jakarta, satu perunggu
2004, PON 2004 di Palembang, perak dan perunggu.
2005,  Kejurnas di Semarang, satu emas 2006 di jakarta perak n perunggu
2007, Kejurnas di Jakarta, perak dan perunggu
2008, PON Kalimantan Timur, tiga perunggu
2009, Kjurnas di Jakarta, emas emas
2010, Kejurnas di Semarang, emas
2011, Kejurnas di Medan, perunggu
2012, PON Riau, satu emas, tiga perak, perunggu
2013, Kejurnas di Pekalongan, satu emas

Dan sempat memperkuat Indonesia di SEA Games Vietnam 2005

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Harapkan Puskesmas di Sumsel Harus Aktif Jemput Bola

Palembang, BP Sejak program jaminan kesehatan yakni BPJS diterapkan di Indonesia, masih banyak masyarakat di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang ...