Home / Headline / Bupati Muzakir Geram, ‘PNS Narkoba Benyukanlah’

Bupati Muzakir Geram, ‘PNS Narkoba Benyukanlah’

bupati-muara-enim130116bMuaraenim, BP
Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar sangat kecewa dan marah besar kepada oknum PNS di lingkungan Pemkab Muaraenim yang masih saja menjadi pengguna narkoba. Sudah berulang-ulang diingatkannya agar seluruh PNS Muaraenim menjadi teladan dengan cara menjauhi narkoba toh masih ada juga yang menjadi pengguna narkoba.
Kegeraman Bupati tersebut karena salah satu oknum PNS di lingkup Pemkab Muaraenim bernama  Ar Ad bin Iskandar Imron (32),yang bertugas di  UPTD Badan keluarga Berencana dan pemberdayaan Perempuan Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muaraenim  ditangkap Satnarkoba Polres OKI bersama seorang temannya.
              “Sudah bolak balek dan nyaris setiap saat diingatkan dan dihimbau baik secara angsung maupun melalui spanduk-spanduk  melakukan imbauan kepada para PNS, termasuk semua masyarakat Kabupaten, agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba. Kalau memang dio (oknum PNS ) narkoba benyuke, benyukkelah,” kata Bupati kecewa dengan menggunakan bahasa daerah saat dihubungi media melalui ponselnya, Rabu (25/11) malam.
               Dengan masih adanya PNS di lingkungan Pemkab Muaraenim yang ditangkap, pihaknya akan meminta aparat penegak hukum terlibat, pihaknya merencanakan akan melakukan tes urine kepada seluruh PNS secara dadakan. Tes urine tersebut akan dilakukan tidak diketahui kapan dan di mana tempatnya.
              Sementara itu, di tempat terpisah, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Muaraenim Risman Effendi, ketika dikonfirmasi akan melaporkan adanya oknum PNS yang ditangkap petugas Polres OKI terlibat kasus narkoba kepada Kepala Inspektorat. “Masalah ini akan saya laporkan kepada Pak Inspektur nanti,” jelas Risman yang ditemui usai menghadiri acara di hotel Gria Sintesa, Kamis (26/11).
               Menurutnya, pihaknya belum bisa mengambil tindakan kepada oknum PNS tersebut. Karena saat ini yang bersangkutan masih dalam proses hukum oleh petugas Polres OKI. “Kita baru bisa mengambil tindakan saknsi disiplin pegawai kepada yang bersangkutan setelah proses hukumnya selesai dilakukan. Kalau saat ini kita serahkan dulu kepada petugas Kepolisian untuk memprosesnya,” jelasnya.
               Dalam berita media local disebutkan Satres Narkoba Polres OKI, berhasil membongkar narkoba jaringan Internasional atau dari Malaysia. Dua tersangka diamankan, yakni Subramaniam Kujang bin Kujang (52), warga Negara Malaysia juga pemilik Rumah Makan (RM) Ampera Raya, 7 Ulu, Palembang dan PNS BKKBN UPTD Kecamatan Muara Belida,Kabupaten  Muaraenim bernama Aria Adhitama bin Iskandar Imron (32), warga Sekip Bendung, Kecamatan Kemuning, Palembang.
               Dari keduanya disita barang bukti 67 kapsul alias paket sabu seberat 335 gram, senilai Rp 499,5 juta (1 gram ditaksir seharga Rp 1,5 juta, red). Kini polisi masih mengembangkan kasusnya, untuk mengembangkan jaringan lainnya, termasuk pemasok barang haram itu.Dugaanya sabu itu dipasok dari Malaysia.
              Informasinya, penangkapan WNA dengan pasport Malaysia tersebut, bermula dari tertangkapnya  tersangka Aria Adhitama, saat bertransaksi  dengan polisi yang menyamar di Desa Terusan Laut, Kecamatan SP Padang, OKI, Rabu (25/11) pukul 13,00 WIB. Saat itu polisi menyita barang bukti 20 kapsul yang berisi sabu seberat 100 gram dari Aria  yang mengendarai motor Honda Beat warna hitam.
             Dari nyanyian Aria yang merupakan PNS BKBD PP Muaraenim yang berdinas di UPTD Kecamatan Muara Belida, polisi mendapatkan nama lain yakni tersangka Subramaniam Kujang, yang juga pemilik Rumah Makan Ampera Raya, 7 Ulu, Palembang. Polisi bertolak ke Palembang dan berhasil meringkus Subramaniam Kujang dengan barang bukti 47 kapsul berisi 235 gram sabu. #nur
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tunggakan PKB di Sumsel, Pemprov Sumsel Belum Laporkan Secara Detail

Palembang, BP Wakil Ketua Komisi III DPRD provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Sutikno memastikan kalau Pemprov Sumsel belum secara detail ...